Whatsapp Share Like Simpan

Masa kanak-kanak adalah masa dengan banyak proses tumbuh dan berkembang. Setiap anak akan mengalami berbagai perkembangan yang menunjukkan bahwa otak dan kemampuannya berkembang. Salah satu perkembangan yang sangat penting untuk selalu dipantau oleh orangtua adalah perkembangan kognitif si Kecil.

Kemampuan kognitif adalah sebuah konstruksi dari proses berpikir yang terdiri dari mengingat, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah. Kemampuan ini perlu untuk diperhatikan dengan baik karena akan sangat berpengaruh terhadap cara berpikir si Kecil di masa depan. Maka dari itu, pelajari dulu yuk tentang perkembangan kognitif dari artikel berikut ini:

Teori Perkembangan Kognitif

Ada sebuah teori perkembangan kognitif yang dikembangkan oleh seorang psikolog Swiss, Jean Piaget, yang dikenal dengan nama Teori Piaget. Pertama kali diterbitkan pada 1952, Piaget berpendapat bahwa perkembangan kognitif adalah sebuah proses genetik yang didasarkan pada mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Semakin usia bertambah, maka susunan sel sarafnya semakin kompleks sehingga kemampuannya pun turut meningkat.

Saat seseorang tumbuh, ia akan beradaptasi secara biologis terhadap lingkungannya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya beberapa perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Piaget menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir dan kekuatan mental anak yang usianya berbeda, maka kualitatifnya pun akan berbeda.

Tahapan Perkembangan Kognitif

Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif anak menjadi empat, yaitu:

Artikel Sejenis

  1. Tahap Sensorimotor (0-24 Bulan)
    Pertama ada tahap sensorimotor yang dialami oleh bayi baru lahir (0 bulan) hingga usia 24 bulan atau 2 tahun. Di tahap awal kehidupan, si Kecil masih sangat terbatas dari segi kemampuan. Namun setiap anak terlahir dengan bawaan berupa refleks dan rangsangan untuk mencari tahu dunianya.

    Perkembangannya berdasarkan pada tindakan yang dilakukan secara bertahap. Ia juga belum mampu mempertimbangkan apa saja keinginan, kepentingan, dan kebutuhan orang lain yang membuatnya dianggap egosentris. Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh anak di tahap usia ini antara lain:

    • Suka memperhatikan sesuatu dalam waktu lama.
    • Memperhatikan suatu objek sebagai hal yang tetap dan ingin merubah letaknya.
    • Melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang berbeda dari objek di sekelilingnya.
    • Mencari rangsangan melalui suara dan sinar lampu.
    • Mengartikan sesuatu dengan cara memanipulasinya.
  2. Tahap Pra-Operasional (2-7 Tahun)
    Ciri utama perkembangan kognitif anak di tahap ini adalah mulai berkembangnya konsep intuitif dan penggunaan simbol. Tahap pra-operasional terbagi menjadi dua, yaitu:
    • Pre-operasional (2-4 tahun): si Kecil sudah mampu mengembangkan konsepnya menggunakan bahasa sederhana, tapi masih sering mengalami kesalahan dalam memahami suatu objek. Ciri-cirinya antara lain:
      1. Mampu mengelompokkan objek secara tunggal dan mencolok.
      2. Mampu mengumpulkan benda-benda berdasarkan kriteria.
      3. Mampu menyusun beberapa benda secara berderet.
      4. Self counter yang sangat menonjol.
    • Intuitif (4 - 7 tahun): pengetahuan yang diperoleh anak didasarkan pada kesan yang agak abstrak. Ia dapat menyimpulkan, tapi belum mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Untuk itu anak di kategori usia ini sudah mampu mengutarakan isi hatinya, khususnya bagi anak yang mempunyai banyak pengalaman. Ciri-ciri anak di tahap ini antara lain:
      1. Sudah mulai mengenali hubungan secara logis atas hal-hal yang lebih rumit.
      2. Meski kurang menyadari, tapi si Kecil sudah dapat mengkategorikan objek.
      3. Dapat mewujudkan ide yang ada di pikirannya.
  3. Tahap Operasional Konkret (7-11 Tahun)
    Tahap ketiga perkembangan kognitif si Kecil adalah operasional konkret pada kategori usia 7-11 tahun. Berikut adalah ciri-ciri perkembangan di tahapan ini:
    • Sudah mampu mengelompokkan objek atau situasi tertentu dan mengurutkan sesuatu.
    • Kemampuannya dalam mengingat dan berpikir logis juga semakin meningkat.
    • Memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis.
    • Mulai dapat belajar membaca dan matematika.
    • Sikap egosentrisnya semakin berkurang secara perlahan.
  4. Tahap Operasional Formal (Mulai 11 Tahun)
    Memasuki usia pra-remaja, anak pada tahapan operasional formal memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
    • Sudah menguasai penalaran dan berpikir secara abstrak.
    • Mampu menarik kesimpulan dari informasi yang ia dapat.
    • Memahami konsep yang bersifat abstrak, seperti nilai dan cinta.
    • Sudah dapat melihat realitas yang terkadang bisa abu-abu, tidak melulu hitam dan putih. Kemampuan ini sangat penting karena akan membantu ia melewati masa peralihan dari fase remaja menuju fase dewasa.

Baca juga: Mau si Kecil Cepat Tangkap? Hindari Efek Kekurangan Nutrisi Otak Ini!

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif anak itu berbeda-beda, Bu. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, yaitu sebagai berikut:

  • Faktor Keturunan
    Faktor keturunan akan menentukan perkembangan si Kecil secara intelektual. Artinya, seorang anak kemungkinan akan mempunyai kemampuan berpikiran yang mirip dengan orangtuanya, apakah normal, di bawah normal, atau di atas normal.
  • Faktor Lingkungan
    Selain faktor keturunan, faktor lingkungan pun turut mempengaruhi tingkat kognitif atau intelegensi si Kecil. Ada dua faktor lingkungan yang paling meningkatkan perkembangan kognitif si Kecil, yaitu keluarga dan sekolah.
  • Faktor Keluarga
    Seorang anak yang memiliki hubungan sehat dengan orangtuanya umumnya akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki hubungan tersebut. Hubungan sehat di sini maksudnya adalah si Kecil mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari kedua orangtuanya. Hal tersebut sebagai fasilitas pendukung perkembangan kognitif seorang anak. Sebaliknya, anak yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan orang tuanya, maka perkembangan kognitifnya pun tidak baik.
  • Faktor Sekolah
    Guru memainkan peran sebagai pengganti orangtua di sekolah. Di tempat tersebut gurulah yang berperan dalam mengembangkan kemampuan kognitif murid-muridnya. Guru dan sekolah yang baik akan menghasilkan murid-murid yang berkemampuan kognitif baik pula.

Cara Mendukung Perkembangan Kognitif Si Kecil

Seperti yang sudah dibahas di atas, perkembangan kognitif si Kecil akan membutuhkan dukungan dari Ibu sebagai orang tuanya. Sebagai bentuk dukungan tersebut, berikut adalah beberapa hal yang bisa Ibu lakukan:

  • Bantu si Kecil untuk mengenali suatu objek. Si Kecil akan memiliki ketertarikan dan rasa penasaran yang tinggi terhadap berbagai hal. Bantulah ia untuk memahami keingintahuannya tersebut dengan mengamati atau menyentuh objek tersebut secara langsung. Setelah itu, jelaskan padanya mengenai objek yang sedang ia pelajari tersebut.
  • Bersabar dengan semua pertanyaannya. Si Kecil terus-menerus bertanya tentang berbagai macam hal? Bersabarlah, Bu, karena memang ia sedang berada pada tahap serba ingin tahu. Jawablah setiap pertanyaannya dengan benar. Ibu juga perlu sering memberikan pertanyaan padanya agar kemampuan berpikir dan memecahkan masalah si Kecil dapat terasah dengan baik.
  • Melatih kemampuan gerak dan keseimbangannya. Ibu mungkin merasa lelah saat si Kecil terus bergerak dengan lincah, ya. Padahal, dengan cara ini, ia sedang belajar banyak hal lho, Bu. Perkembangan kognitif juga dapat dipengaruhi oleh kemampuan gerak dan keseimbangan. Jadi, ketika ia sedang aktif bergerak, Ibu justru harus mengajaknya untuk melampiaskan keaktifannya tersebut dengan melakukan suatu hal yang positif. Misalnya saja menyusun mainan dan buku miliknya dengan rapi di tempat khusus.

Demikianlah informasi tentang perkembangan kognitif anak yang penting untuk Ibu ketahui. Kalau si Kecil kini berada di tahap apa, Bu? Pastikan Ibu selalu mendukung buah hati dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya, ya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang mengandung Omega 3, Omega 6, Minyak Ikan, zat besi, asam sialat dan sphingomyelin dalam tabel informasi gizi untuk memperkuat memori dan proses informasi di otak yang mendukung Anak menjadi Pintar.

Jika Ibu memiliki pertanyaan seputar tumbuh kembang pada anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba!

sumber:

alodokter