Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu mungkin sudah mendengar tentang perdebatan pemberian imunisasi anak sejak beberapa tahun lalu, ya. Beberapa orang tua menentang untuk memberikan bayinya vaksin karena beberapa alasan, seperti adanya efek samping, isu mengandung zat pengawet berbahaya, dan sebagainya. Padahal, sebenarnya imunisasi itu sangat berperan penting terhadap tumbuh kembang buah hati lho, Bu. Yuk, kenali lebih dalam tentang imunisasi!

Apa Itu Imunisasi?

Imunisasi merupakan sebuah cara medis untuk mencegah penyakit menular dengan cara memberikan vaksin agar kebal terhadap penyakit tersebut. Vaksin ini berisikan virus atau bakteri tertentu yang sudah melalui proses pelemahan untuk merangsang daya imunitas membentuk antibodi di dalam tubuhnya.

Berdasarkan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan kewajiban imunisasi terhadap anak-anak. Semula program imunisasi dikenal dengan imunisasi dasar lengkap, tapi kini diubah menjadi imunisasi rutin lengkap. Banyaknya jenis penyakit yang semakin berkembang dirasa tidak cukup hanya dengan pemberian imunisasi dasar saja. Oleh karenanya anak-anak perlu diberikan imunisasi lanjutan untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuhnya.

Imunisasi diberikan melalui dua metode, suntik atau oral. Pemberiannya pun beragam, ada yang cukup sekali seumur hidup tapi ada yang diberikan secara bertahap untuk membentuk kekebalan tubuh secara sempurna.

Imunisasi Diberikan Sejak Bayi

Sejak bayi lahir, ia sudah harus diberi imunisasi. Berikut adalah daftar imunisasi dasar lengkap untuk bayi:

Artikel Sejenis

  • Hepatitis B (HB-0) : usia kurang dari 24 jam
  • BCG dan Polio 1 : usia 1 bulan
  • DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 : usia 2 bulan
  • DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3 : usia 3 bulan
  • DPT-HB-Hib 3, Polio 4, dan IPV : usia 4 bulan
  • Campak atau MR : usia 9 bulan

Setelah imunisasi dasar sudah diberikan, lanjutkan dengan imunisasi lanjutan untuk bayi antara lain:

  • DPT-HB-Hib dan Campak atau MR : usia 18 bulan
  • DT dan Campak atau MR : kelas 1 SD
  • Td : kelas 2 dan 5 SD

Imunisasi untuk Mencegah Penyakit

Tujuan pemberian imunisasi anak adalah supaya ia tidak mudah terserang penyakit menular. Meskipun sampai tertular, tapi gejalanya akan lebih ringan dibandingkan dengan bayi lainnya yang tidak diberi imunisasi. Bayi yang sering terserang penyakit menular akan membuat proses belajarnya terhambat. Jika demikian, tumbuh kembangnya pun menjadi tidak dapat berjalan dengan optimal. Untuk itulah pemberian imunisasi sebaiknya jangan sampai dilewatkan, Bu.

Di bawah ini adalah daftar jenis-jenis imunisasi beserta manfaatnya:

  • Hepatitis B (HB) : mencegah penyakit Hepatitis B. Penyakit ini bisa menyebabkan pengerasan hati yang berimbas pada kanker hati dan kegagalan fungsi hati.
  • BCG : mencegah penyakit tuberkolosis (TBC).
  • Polio : mencegah penyakit polio (lumpuh layu)
  • Campak : mencegah penyakit campak. Penyakit ini bisa menyerang otak serta menyebabkan diare dan radang  paru berat (pneumonia).
  • MR : mencegah penyakit campak dan rubella.
  • DPT-HB-Hib : mencegah penyakit pertusis, Hepatitis B, difteri, tetanus, meningitis (radang selaput otak), dan pneumonia.

Berpengaruh Terhadap Kecerdasan & Tumbuh Kembang

Pemberian imunisasi anak terhadap kecerdasan memang tidak berhubungan secara langsung, tapi akan berpengaruh pada infeksi yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan kognitifnya. Usia 0 hingga 5 tahun merupakan masa penting dalam kehidupan anak atau yang disebut sebagai golden age. Di masa ini perkembangan kognitif, emosi, dan fisiknya sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Bahkan WHO menyebutkan bahwa ini adalah masa penentu bagi kehidupan anak selanjutnya.

Selain memperhatikan asupan gizi, Ibu juga perlu menghindarkan bayi dari penyakit infeksi yang bisa dilakukan dengan cara pemberian imunisasi. Penyakit infeksi, seperti campak, polio, meningitis, diare, cacar, dan lainnya, dapat menyebabkan nafsu makannya menurun sehingga berpengaruh pada status gizinya. Jika gizinya kurang tercukupi, maka pertumbuhan fisiknya dapat ikut terhambat. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga akan sangat berpengaruh pada perkembangan otak bayi, karena asupan makanannya mengandung zat gizi makro dan mikro yang berperan besar dalam proses perkembangan otak.

Imunisasi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

WHO dan UNICEF menyebutkan bahwa imunisasi berhasil mencegah penyakit infeksi terhadap 2-3 juta anak serta menghindarkan kematian 1,5 juta anak usia di bawah 2 tahun. Dengan begitu imunisasi disebut sebagai salah satu langkah yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Mendukung pernyataan tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Anekwe dan Kumar pada 2012 mengungkapkan bahwa imunisasi anak mampu meningkatkan pertumbuhan dan menjaga status gizi anak di negara berkembang.

Setelah membaca informasi di atas, sudah jelas bahwa imunisasi anak berperan penting terhadap proses tumbuh kembang. Ibu harus lebih selektif dalam mendengar isu seputar imunisasi yang beredar. Carilah faktanya terlebih dulu dari sumber terpercaya, sebab vaksin yang diciptakan sudah melalui pengawasan yang ketat sehingga risiko efek sampingnya sangatlah kecil. Mulai sekarang, berikan bayi imunisasi tepat waktu ya, Bu.

Jika masih memiliki pertanyaan seputar kesehatan bayi, Ibu bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Pastikan Ibu sudah register terlebih dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut.

 

Sumber:

tirto.id, lifestyle.kompas.com, hellosehat.com