Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, kalau dulu kita hanya mengenal lima jenis vaksin, kini ada banyak sekali vaksin yang dianjurkan untuk diberikan pada anak secara bertahap. Mengapa demikian? Sebab kini penyakit sudah mulai berkembang dan beberapa diantaranya tergolong mematikan. Salah satu jenis vaksin yang penting dan tidak boleh sampai terlewatkan adalah vaksin Hib. Apa itu vaksin Hib? Apa manfaatnya bagi anak? Yuk, kenali lebih dalam tentang vaksin ini dari informasi berikut:

Tentang Vaksin Hib

Vaksin Hib sudah menjadi program pemerintah sejak beberapa tahun lalu melalui Posyandu. Pemberian vaksin ini biasanya dibarengi dengan vaksin lainnya, yaitu DPT dan HB. Vaksin Hib sendiri bermanfaat untuk mencegah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib) yang sering menyerang anak-anak berusia 3 bulan hingga 3 tahun dan puncaknya pada anak usia 6-7 tahun.

Penyebaran bakteri Hib bisa terjadi saat anak berada di dekat orang yang terinfeksi. Anak mungkin saja tidak langsung menunjukkan tanda-tanda sakit, tapi jika bakteri ini menyebar ke aliran darah atau paru-paru, bisa menimbulkan kondisi yang berbahaya.

Vaksin Hib dianjurkan diberikan pada anak saat berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12-15 bulan. Anak berusia 5 tahun yang tidak pernah mendapatkan vaksin Hib lengkap saat bayi juga perlu mendapatkan vaksin ini.

Mengapa Vaksin Hib Penting?

Pemberian vaksin ini penting sebab infeksi Hib dapat menyebabkan berbagai penyakit yang cukup serius, seperti:

Artikel Sejenis

  • peradangan selaput otak (meningitis)
  • radang paru-paru (pneumonia)
  • sulit bernapas akibat epiglotitis (infeksi dan pembengkakan epiglotis atau katup tulang rawan di dalam tenggorokan yang menutup saat kita menelan agar makanan tidak masuk dalam tenggorokan).
  • Infeksi berat dalam darah (septikemia), tulang, sendi, dan jantung

Bila tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan kebutaan, tuli, keterbelakangan mental, kesulitan belajar, hingga mengancam jiwa. Oleh sebab itu, vaksin Hib sangat penting diberikan, terutama pada anak-anak berusia dibawah 5 tahun. Pemberian vaksin ini telah terbukti manfaatnya dapat menurunkan angka infeksi Hib hingga 99% di Amerika.

Adakah Efek Sampingnya?

Beberapa vaksin memang memiliki efek samping setelah diberikan. Inilah yang menjadi alasan banyak orang tua yang masih enggan buah hatinya mendapatkan imunisasi.  Vaksin Hib pun termasuk salah satu vaksin yang memiliki efek samping.

Setelah pemberian vaksin Hib, kadang-kadang didapatkan beberapa efek samping yang ringan, yaitu demam. Bila sudah dapat berbicara, anak juga akan mengeluh nyeri. Kadang-kadang pada bekas suntikan juga akan tampak kemerahan dan bengkak. Semua reaksi tersebut terjadi hanya sekitar 1-2 hari setelah penyuntikan.

Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Efek Samping

Efek samping vaksin Hib tergolong ringan, Bu, jadi Ibu tak perlu panik saat mendapati efek samping di atas pada anak. Ia mungkin akan menjadi rewel dan menangis untuk beberapa waktu. Untuk mengatasinya, Ibu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Berikan anak banyak minum untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan obat penurun panas sesuai takaran dosisnya, bila anak demam.
  • Hindari pemakaian pakaian tebal atau jaket saat anak demam agar penguapan pori-pori kulitnya tidak terganggu.
  • Untuk mengurangi bengkak, kompreslah bekas suntikan dengan handuk yang direndam dalam air dingin selama 5-10 menit.
  • Jika sudah makan, berikan anak makanan yang bernutrisi tinggi untuk mempercepat pemulihan.
  • Bila reaksi tidak membaik atau bertambah buruk, bawa anak ke dokter segera.

Jenis-jenis Vaksin Tambahan untuk Anak

Selain vaksin Hib, ada beberapa jenis vaksin tambahan lainnya untuk anak, yaitu sebagai berikut:

  • Vaksin MMR : diberikan saat anak berusia 12-18 bulan untuk mencegah penyakit campak (Measles), gondongan (Mumps), dan campak Jerman (Rubella)
  • Vaksin tifoid : diberikan pertama saat anak berusia 24 bulan dan diulang setiap 3 tahun sekali untuk mencegah infeksi bakteri Salmonella typhii yang menyebabkan penyakit tifus.
  • Vaksin varicella : diberikan saat anak berusia 12  bulan sebanyak satu kali untuk mencegah penyakit cacar air.
  • Vaksin pneumokokus (PCV) : diberikan mulai anak berusia 7-12 bulan sebanyak dua kali untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga.
  • Vaksin rotavirus : memiliki dua jenis, yaitu vaksin monovalent (diberikan dua kali saat anak berusia 6-12 minggu) dan pentavalent (diberikan tiga kali mulai anak berusia 2 bulan dan terakhir maksimal diberikan saat anak berusia 8 bulan). Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan diare kronis.
  • Vaksin influenza : diberikan saat anak minimal berusia 6 bulan dan diulang setiap tahun untuk mencegah penyakit flu.
  • Vaksin HPV (Human Papiloma Virus) : mulai diberikan saat anak berusia 10 tahun sebanyak tiga kali dalam rentang usia 10-18 tahun untuk mencegah dari virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, dan penyakit menular seksual.
  • Vaksin hepatitis A : diberikan setelah anak berusia 2 tahun sebanyak dua kali untuk mencegah penyakit hepatitis A.

Karena manfaat pemberian vaksin Hib jauh lebih besar dibandingkan beberapa efek sampingnya, yang umumnya akan pulih dalam 1-2 hari, maka ibu tidak perlu ragu lagi untuk memberikan vaksin Hib kepada anak. Segera bawa buah hati ke dokter atau Posyandu untuk mendapatkan vaksin ini ya, Bu, agar risiko anak terserang penyakit mematikan di atas dapat diperkecil.

Konsultasikan pertanyaan Ibu seputar anak hanya di laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu agar bisa menggunakan fitur tersebut.

 

Sumber:

hellosehat.com, alodokter.com