Share Like
Simpan

Karena belum lancar berkomunikasi secara lisan, balita usia 1-3 tahun biasanya menyampaikan apa yang mereka rasakan atau inginkan melalui tindakan. Tahap perkembangan balita ini pun pernah ditunjukkan oleh si Kecil, Bu. Awalnya saya sempat kebingungan karena tidak mengerti apa yang ia coba sampaikan. Setelah berkonsultasi dengan psikolog lewat fitur Tanya Pakar yang ada di situs Ibu dan Balita, ternyata berbagai perilaku si Kecil itu punya arti tersembunyi, lho. Nah, agar respon yang Ibu berikan tidak salah, yuk cari tahu arti dari beberapa bahasa tubuh si Kecil berikut ini!

Si Kecil Tidak Mau Menatap Mata Ibu
Artinya: “Aku malu.”

Saat si Kecil menolak untuk menatap mata Ibu dan terus mengalihkan pandangan, bisa jadi ia sedang merasa malu dan tak mau jadi pusat perhatian. Hal ini dilakukan si Kecil karena mungkin saja ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan bukanlah perbuatan yang baik; misalnya mengambil mainan milik teman atau menumpahkan makanan.

Jika si Kecil menunjukkan sikap seperti ini, cari tahu sebabnya dulu, Bu. Jika benar ia malu karena sudah berbuat salah, nasihati ia dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, ya; misalnya “Mainan ini punya si A. Jadi tidak boleh diambil ya, nak.” Cara ini dapat menjaga psikologi anak tetap baik meskipun ia telah melakukan kesalahan.

Si Kecil Membawa Semua Bonekanya ke Tempat Tidur
Artinya: “Aku takut.”

Memasuki usia balita, bukan tidak mungkin jika si Kecil suka membawa boneka miliknya ke ranjang saat ia mau tidur. Ternyata, kebiasaan si Kecil ini memiliki arti tersendiri, Bu. Di masa perkembangan anak, imajinasi si Kecil sedang berkembang dengan pesat. Hal tersebut tak jarang membuatnya suka berimajinasi tentang karakter-karakter yang menuru si Kecil menakutkan, misalnya saat bermain atau dari film. Nah, membawa boneka untuk menemaninya tidur, bisa jadi suatu bentuk agar ia merasa lebih aman dan tidak takut lagi.

Jika benar si Kecil melakukan hal ini karena takut, Ibu bisa membantu mengatasinya dengan menemani ia tidur sambil memberikan pengertian bahwa Ibu akan selalu menjaganya. Dengan begitu, diharapkan si Kecil tidak merasa takut lagi.

Si Kecil Bersembunyi Ketika Bertemu Orang Baru
Artinya: “Aku gugup.”

Pada masa perkembangan balita saat ini, si Kecil memang belum mampu mengendalikan rasa gugup dengan baik. Tidak heran jika si Kecil merasakan hal tersebut, ia bisa melakukan berbagai tindakan seperti menutup wajah dengan tangan, bersembunyi di balik pakaiannya, hingga berlindung di pelukan Ibu. Hal ini sebenarnya wajar kok, Bu, apalagi jika si Kecil ada di sebuah tempat penuh orang yang tidak dikenalnya.

Untuk mengatasi sikap si Kecil yang pemalu, Ibu bisa memberi contoh dengan berkenalan dan mengobrol dengan orang lain. Karena balita seusianya biasa belajar lewat apa yang dilihatnya, bukan tidak mungkin jika si Kecil perlahan-lahan akan beran untuk keluar dan berinteraksi dengan orang-orang baru.

Si Kecil Melemparkan Makanan dan Merusak Mainannya
Artinya: “Aku bosan!”

Pernahkah si Kecil tiba-tiba melemparkan makanan atau merusak mainannya, Bu? Bisa jadi, hal ini ia lakukan karena ingin menarik perhatian Ibu dan memberitahu bahwa ia merasa bosan ataupun marah. Jika hal ini terjadi, Ibu bisa mengajaknya melakukan aktivitas lain atau pindah ke lokasi lain agar ia tidak lagi merasa jenuh. Setelah rasa bosannya mulai mereda, jelaskan pada si Kecil bahwa apa yang ia lakukan tersebut bukanlah perbuatan yang baik, sehingga tidak boleh dilakukan lagi.

Nah, itulah beberapa perilaku yang mungkin dilakukan si Kecil untuk mengekspresikan keinginannya. Mudah-mudahan setelah membaca artikel di atas, Ibu bisa lebih memahami dan mendukung si Kecil selama masa perkembangan balita.