Share Like
Simpan

Perkembangan balita memang menjadi momen yang menyenangkan baik bagi si Kecil ataupun orang-orang di sekitarnya. Tak hanya perkembangan motorik dan sensorik, kondisi emosionalnya pun juga berkembang dengan pesat saat ini. Ibu mungkin akan melihat beberapa perubahan sikap dan suasana hati si Kecil seiring dengan pertumbuhannya. Nah, coba perhatikan, apakah ia sering terlihat moody (mudah murung) akhir-akhir ini?

Walaupun kondisi emosional tersebut terbilang normal. Namun, terkadang tingkat moody pada anak bisa melebihi anak lainnya dan pada beberapa kasus, ia harus mendapatkan penanganan medis. Tingkah laku si Kecil pada umumnya dipengaruhi oleh keinginannya untuk menarik perhatian orang tua. Hal ini dapat menyebabkan ia menjadi moody apabila ia mendapatkan respon yang tidak sesuai dengan  harapannya. Ia bisa tertawa lalu kemudian berubah menjadi marah secara tiba-tiba. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut adalah beberapa alasan yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati pada si Kecil:

Tidak Tahu Bagaimana Menyampaikan Keinginannya 

Bagi balita berusia 1-3 tahun, hal-hal di sekitarnya terasa menyenangkan sekaligus membingungkan. Saat ia menginginkan sesuatu tapi tidak tahu cara untuk  mengungkapkannya, ketika  itulah biasanya balita merasa kesal. Misalnya saat ia sedang bermain menggunakan krayon. Ia bisa saja tiba-tiba kesal  ketika ia menginginkan warna lain tapi tidak dapat mengungkapkan kemauannya itu dengan baik. Ketika menghadapi si Kecil dalam kondisi seperti ini, tetaplah tenang dan coba bantu ia dengan menunjuk benda yang mungkin ia inginkan sambil menyebutkan namanya, dengan begitu Ibu sekaligus membantunya mempelajari kosa kata baru.

Belum Memahami Konsep Waktu

Saat menginginkan sesuatu, pada umumnya si Kecil menjadi tidak sabar. Hal tersebut dapat membuatnya menjadi rewel dan kesal. Seperti ketika Ibu memberikan pengertian kepadanya bahwa besok Ibu akan mengajaknya bermain bola. Namun, karena ia belum paham arti kata “besok”, maka akan merasa kesal dan menangis. Jangan panik dulu, Bu. Di usianya saat ini, perhatiannya mudah dialihkan. Ketika ia menangis dan merengek, berikan ia mainan lain atau makanan untuk menenangkannya.

Mudah Merasa Lapar dan Lelah

Tidak seperti orang dewasa, anak berusia 1-3 tahun tidak memiliki pola makan yang pasti. Oleh sebab itu, jangan bingung jika ia tiba-tiba menangis dan rewel di sela-sela aktivitasnya karena lapar walaupun ia sudah makan siang beberapa jam yang lalu. Bila Ibu menghadapi situasi seperti ini, cobalah untuk memastikan ia beristirahat dengan baik ketika jam tidur siang. Selain itu, berikan ia camilan ketika sedang bermain agar tidak merasa lapar dan rewel.

Perubahan suasana hati pada si Kecil harus dijaga agar tidak menjadi berlebihan. Seringkali Ibu menjadi kewalahan ketika harus menghadapi si Kecil yang moody terutama ketika ia menjadi sedikit berlebihan. Bagaimana cara menghadapi si Kecil yang moody? Berikut beberapa tipsnya:

Cobalah untuk memahami proses perkembangan balita yang dilalui oleh si Kecil pada tahap ini. Balita pada umumnya mudah merasa kesal karena tidak mampu mencapai keinginannya yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan fisik dan kognitifnya.

Buatlah kegiatan yang nyaman dan mudah diikuti sebagai rutinitas si Kecil. Pada usianya saat ini, ia akan merasa lebih semangat ketika melakukan aktivitas yang familiar baginya.

Berikan ia motivasi ketika ia merasa kesal saat bermain. Misalnya ketika ia sedang bermain balok dan tidak bisa menyusun balok kelima, beri ia pujian karena telah berhasil menyusum empat balok sebelumnya. 

Sikap rewel dan moody-nya tersebut bisa juga karena ia ingin menguji kesabaran orang dewasa,untuk melihat reaksi Ibu atau anggota keluarga lain saat ia merengek atau rewel. Bila itu terjadi, cobalah memberikannya sanksi yang sesuai dengan perbuatannya, untuk mencegahnya mengulangi perilaku tersebut.

Semoga tips diatas dapat membantu Ibu untuk dapat mengerti perkembangan psikologis si Kecil, sehingga jangan langsung memarahi si Kecil ketika ia moody ya, Bu. Dampingi terus ia di masa tumbuh kembangnya ini dan bantu ia memahami lingkungan sekitarnya.