Whatsapp Share Like
Simpan

Memiliki anak yang hiperaktif tentu menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Ada berbagai perlakuan khusus untuk menangani si Kecil yang mengalami hiperaktif. Pada usia 1-3 tahun, tentunya si Kecil masih sangat sulit untuk mengontrol sikapnya. Oleh karena itu, peran ibu sangat dibutuhkan. Berikut ini merupakan 7 cara mengatasi si Kecil yang hiperaktif. Simak ulasan lengkapnya, ya!

  1. Olahraga secara teratur bersama si Kecil

    Olahraga merupakan salah satu cara yang aman untuk membuang energi berlebih si Kecil. Ibu dapat mengajak si Kecil berolahraga secara teratur setiap hari. Jika dirasa perlu, si Kecil bisa berolahraga pagi dan sore hari. Ibu bisa bersepeda keliling kompleks bersama atau lari sore. Lompat tali atau bermain bola juga dapat menjadi alternatif olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan bersama si Kecil.

  2. Biasakan si Kecil mendengarkan musik yang tenang

    Memperdengarkan musik klasik pada si Kecil memberikan efek yang sangat baik bagi otaknya. Aktivitas ini bahkan sangat baik jika ibu lakukan sejak si Kecil masih di dalam kandungan. Si Kecil yang mengalami hiperaktif dapat menjadi lebih tenang ketika mendengarkan musik klasik. Ibu dapat memutarkan alunan piano atau biola klasik untuk membantu si Kecil agar lebih tenang terutama ketika sedang terlalu aktif.

  3. Ajak si Kecil mengunjungi alam

    Membawa si Kecil piknik mengunjungi alam juga sangat baik untuk mengajari si Kecil agar lebih tenang. Sebulan sekali ajaklah si Kecil berkemah di hutan atau bermain pasir di pantai. Berikan suasana sepi dan segar sehingga otak si Kecil lebih fresh. Melalui piknik di alam, si Kecil dapat menghargai suasana sepi sehingga dapat membuatnya sedikit lebih tenang.

  4. Atur pola makan si Kecil

    Selain dari berbagai sikap dan perilaku, ibu dapat juga mengatur pola makan si Kecil. Hal ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan. Sebaiknya ibu tidak memberikan berbagai makanan yang mengandung MSG atau pemanis buatan karena hal ini dapat memicu si Kecil menjadi lebih aktif. Pemberian garam pun harus dibatasi agar tidak berlebihan. Demi nutrisi yang seimbang, sebaiknya ibu hanya memberikan konsumsi makanan sehat pada si Kecil. Dengan begitu, si Kecil hiperaktif akan bisa berpikir lebih jernih dan lebih fokus jika nutrisi dalam tubuhnya terpenuhi.

    Artikel Sejenis

  5. Berikan perhatian dan waktu luang lebih untuknya

    Si Kecil yang hiperaktif berbeda dengan mereka yang normal. Biasanya si Kecil hiperaktif akan membutuhkan perhatian lebih. Hal ini dikarenakan si Kecil memiliki risiko lebih besar untuk terluka karena sangat aktif bergerak. Selain itu, si Kecil hiperaktif biasanya kesulitan dalam berkonsentrasi sehingga kesulitan menyelesaikan kegiatan yang telah ia mulai. Oleh karena itu, ibu sebaiknya memberikan waktu luang lebih untuk si Kecil yang hiperaktif.

  6. Gunakan trik tertentu ketika si Kecil marah

    Si Kecil yang hiperaktif akan cenderung lebih meledak-ledak ketika sedang marah. Untuk mengatasi hal tersebut, ibu harus memiliki trik khusus ketika si Kecil sedang marah. Yang pertama harus dilakukan adalah menenangkan si Kecil. Setelahnya bujuk si Kecil dengan mainan atau berikan sesuatu yang ia sukai. Jika si Kecil dapat meredakan emosinya dengan cepat hal tersebut akan sangat membantunya terutama ketika berada di tempat umum.

  7. Batasi penggunaan gadget

    Ibu harus membatasi penggunaan gadget pada si Kecil. Radiasi dari gadget tidak baik bagi kesehatan si Kecil. Untuk mengatasi hal itu, ibu bisa lebih sering mengajak si Kecil bermain di luar rumah. Menghabiskan waktu bermain di luar rumah tentu akan lebih banyak menyerap energi si Kecil ketimbang hanya bermain gadget saja.

Itulah 7 cara yang bisa ibu coba untuk mengatasi si Kecil hiperaktif. Berbagai cara di atas dapat dimodifikasi dan digunakan sesuai kebutuhan si Kecil. Tentunya ibu lebih tahu mengenai sejauh apa sikap hiperaktif pada si Kecil merugikannya. Oleh karena itu, ibu harus selalu konsisten serta sabar menghadapi si Kecil yang hiperaktif.

Membantu si Kecil mengatasi sikap hiperaktifnya sejak dini akan berdampak jangka panjang pada perkembangannya. Apabila si Kecil telah terbiasa mengontrol dirinya sejak dini, maka hal itu akan terbawa hingga ia dewasa. Perkembangannya tidak akan terhambat. Selain itu, si Kecil pun bisa tumbuh menjadi anak yang pintar serta mandiri. Itulah pentingnya mengetahui berbagai cara yang efektif dalam mengatasi hiperaktif pada anak. Ibu memiliki peran yang penting dalam kesuksesan anak mengontrol hiperaktifnya. Selamat mencoba, ya!