Whatsapp Share Like
Simpan

Pada usia 2-3 tahun, si Kecil sedang sangat aktif bermain dan bergerak. Jika ia tidak berhati-hati, terkadang si Kecil dapat mengalami kecelakaan ringan seperti tergelincir atau terjatuh. Hal ini tidak mengkhawatirkan selama tidak terjadi benturan dengan benda keras. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu menyediakan ruang bermain khusus bagi si Kecil dengan alas yang empuk. Namun, apabila si Kecil mengalami benturan dengan lantai atau benda keras lainnya, Ibu tidak perlu panic. Berikut ini merupakan tips untuk mengatasinya yang bisa Ibu coba. Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Berikan minum air putih

Saat si Kecil mengalami benturan, respon umum yang terjadi adalah menangis atau mengaduh kesakitan. Hal pertama yang harus Ibu lakukan adalah menenangkan si Kecil. Redakan tangis si Kecil terlebih dahulu kemudian berikan minum air putih. Tunggu beberapa saat sampai kondisi si Kecil menjadi lebih tenang. Jika si Kecil masih menangis dan berteriak, Ibu akan kesulitan mengecek kondisi benturan pada tubuh si Kecil.

Kenali jenis benturan untuk penanganan yang tepat 

Tips kedua yang bisa ibu lakukan ketika si Kecil terbentur adalah memberinya penanganan yang tepat. Agar bisa melakukan hal tersebut, Ibu diharapkan memastikan terlebih dahulu jenis benturan seperti apa yang dialami si Kecil. Biasanya ketika si Kecil terbentur ia akan mengalami luka atau lecet, memar, atau lecet.

Apabila si Kecil mendapat lecet setelah terbentur maka Ibu dapat mengatasinya dengan menggunakan antiseptic dan plester. Ibu juga dapat mengompres dengan kain dingin apabila si Kecil mengalami benjol. Untuk si Kecil yang mengalami memar, berikan salep untuk mengatasinya. Dengan begitu, Ibu tidak akan salah memberi penanganan pada si Kecil yang terbentur.

Berikan obat jika si Kecil kesakitan

Pada usia 2-3 tahun, si kecil biasanya kesulitan menjelaskan seperti apa rasa sakit yang ia alami setelah terjadinya benturan. Oleh karena itu, Ibu bisa memberi obat pereda rasa sakit untuk si Kecil setelah ia mengalami benturan. Hal ini akan sangat membantu si Kecil terbebas dari rasa sakitnya. Ibu sebaiknya memastikan dosis yang tepat untuk si Kecil ketika memberikan obat, ya.

Artikel Sejenis

Pastikan si Kecil istirahat setelahnya

Setelah Ibu memberikan obat pereda nyeri dan pertolongan pertama, mintalah si Kecil untuk beristirahat. Jika ia rewel dan tidak ingin istirahat, Ibu harus membantunya untuk tidur. Beristirahat dengan tidur dapat membantu si Kecil lebih tenang serta membuat obat bekerja lebih baik. Pastikan si Kecil beristirahat dengan nyaman, ya.

Awasi si Kecil selama sehari penuh

Setelah terjadi benturan, Ibu sebaiknya terus mengawasi si Kecil selama 1x24 jam. Perhatikan gerak gerik si Kecil setelah ia mengalami benturan terutama saat bangun tidur. Apabila si kecil mpu berjalan, berbicara, bermain, makan, dan berperilaku seperti sebelumnya ketika bangun tidur maka tidak ada masalah berarti. Perhatikan apabila ia tidak bergerak seperti biasa, misalnya berjalan pincang. Bisa jadi terdapat masalah otot keseleo ketika si Kecil mengalami benturan.

Waspadai apabila si Kecil mengalami muntah dan demam

Kondisi susulan yang mungkin dialami si Kecil setelah terbentur bisa bervariasi. Ibu harus waspada terutama jika si Kecil mengalami sakit kepala, muntah, demam, sulit dibangunkan, bicara tidak jelas, atau sulit berjalan. Gejala muntah dan demam merupakan indikasi paling awal bahwa si Kecil bisa jadi mengalami gegar otak ringan karena benturan pada kepala.

Bawa ke dokter saat keadaan semakin memburuk

Ibu dapat mengupayakan berbagai cara untuk memberi pertolongan pertama pada si Kecil yang mengalami benturan. Akan tetapi, apabila kondisinya semakin memburuk dalam kurun waktu 1x24 jam, Ibu diharapkan segera membawa si Kecil ke dokter atau rumah sakit. Lebih cepat si Kecil mendapat penanganan medis oleh tenaga ahli maka semakin baik untuk tubuhnya.

Salah satu yang menyebabkan si Kecil mudah terjatuh dan terbentur adalah kurangnya konsentrasi. Hal ini dapat terjadi jika si Kecil kekurangan nutrisi sehingga tidak fokus. Ibu dapat memberikan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI untuk menambah asupan nutrisinya. Kandungan omega 3, omega 6, minyak ikan, zat besi, asam sialat, dan sphingomyelin yang tercantum dalam tabel nutrisi dapat memperkuat memori serta membuat si Kecil lebih pintar. Ada juga kandungan vitamin A, C, E, Seng, Selenium, dan Serat Pangan Inulin yang berperan menjaga si Kecil selalu kuat. Terdapat 3 varian rasa yang tentunya disukai si Kecil seperti madu, vanila, dan coklat.