Whatsapp Share Like
Simpan

Rasanya bahagia ya Bu saat si Kecil hadir ke dunia. Tidak ada anugerah besar lain yang bisa menyamakan kegembiraan tersebut. Ibu pun pastinya tidak mau melewatkan setiap perkembangannya, bukan? Sejak lahir anak akan melewati beberapa fase penting yang tidak boleh terlewatkan, sebab fase tersebut menjadi indikasi apakah ia tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya atau tidak. Berikut adalah 5 fase utama dalam perkembangan anak yang penting untuk Ibu ketahui:

1. Fase Tengkurap

Fase pertama yang akan dialami oleh anak adalah fase tengkurap. Mungkin terlihat sepele, tapi nyatanya proses ini merupakan salah satu awal perkembangan yang penting pada bayi berusia 3-4 bulan. Proses tengkurap menandakan bahwa lehernya sudah mulai kuat untuk menopang kepala. Saat bayi bisa menggerakkan badannya untuk tengkurap sendiri dari posisi terlentang, menandakan bentuk koordinasi antara otot tangan dan lehernya sudah sangat baik.

Ibu bisa melakukan beberapa rangsangan pada fase ini, salah satunya adalah tummy time, yakni mengajak si Kecil bermain dalam posisi tengkurap. Dengan begitu ia akan terbiasa dengan posisi tersebut dan perlahan akan belajar untuk tengkurap dan terlentang sendiri.

2. Fase Duduk

Memasuki usia 6 bulan, tulang leher dan punggungnya sudah semakin kuat. Pada tahap ini ia seharusnya sudah bisa menunjukkan kemampuan untuk bisa duduk sendiri meski belum bisa tegap dan terkadang masih terjatuh. Untuk melatihnya, Ibu bisa memberikan sandaran yang empuk agar si Kecil merasa nyaman. Jangan lupa untuk memberikan bantal di kedua sisinya supaya bila ia terjatuh kepalanya tidak terbentur terlalu keras.

Secara perlahan anak akan bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Untuk itu pada fase ini anak mulai diberikan MPASI dengan membiasakan ia duduk di kursi bayi. Hindarilah menyuapi si Kecil dengan menggendongnya karena bisa mengurangi kesempatan anak untuk berlatih duduk.

3. Fase Merangkak

Fase merangkak merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan anak ya, Bu. Ada banyak kasus yang menunjukkan anak tidak mau merangkak tapi langsung merambat dan berjalan. Ibu patut untuk waspada bila kasus tersebut terjadi pada si Kecil, sebab saat fase ini anak akan berlatih untuk mengkoordinasikan otot tangan dan kakinya. Di samping itu kemampuan spasial anak akan semakin terlatih, sehingga saat ia sudah bisa berjalan atau berlari ia sudah bisa melakukannya dengan baik. Resiko tertabrak benda di sekelilingnya pun akan semakin kecil.

Ciptakan aktivitas merangkak yang menyenangkan dengan cara meletakkan mainan favorit si Kecil di luar jangkauan tangannya agar ia bergerak untuk mengambilnya. Cara lain yang bisa Ibu lakukan adalah dengan membuat terowongan sebagai jalan baginya untuk merangkak.

4. Fase Berjalan

Si Kecil sudah mendekati usia 1 tahun, tandanya ia akan memasuki fase berjalan. Masing-masing anak memasuki fase ini pada waktu yang berbeda. Ada yang usia 11 bulan sudah bisa berjalan, tapi ada juga yang hampir berusia 2 tahun baru bisa berjalan. Tidak perlu terpaku dengan anak lain ya, Bu, karena setiap anak itu istimewa. Ibu hanya perlu rajin melatih anak berjalan dengan cara memegang kedua tangannya (dititah). Sebisa mungkin si Kecil tidak memakai alas apapun agar otot kakinya semakin kuat dan sensor kakinya bisa merasakan struktur alas yang diinjak oleh kakinya. 

Ibu bisa memulainya di area yang kecil lebih dulu. Ibu juga boleh menggunakan bantuan mainan yang dapat didorong sambil berjalan (push walker) supaya suasana belajar jadi lebih menyenangkan. Terus beri ia semangat untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan biarkan ia mengeksplor berbagai tempat dengan pengawasan orang dewasa.

5. Fase Melompat

Setelah anak sudah lancar berjalan, maka selanjutnya ia akan sering belajar untuk melompat. Ibu bisa melatih anak untuk melompat di kasur yang sebaiknya diletakkan di lantai agar ia tidak terjatuh dari tempat yang terlalu tinggi. Kegiatan ini akan melatih kedua kakinya agar dapat melompat secara bersamaan. Setelah ia mulai mahir, berikutnya Ibu bisa membuat rintangan-rintangan kecil sebagai tempat anak berlatih melompat sekaligus berlatih keseimbangan.

Itu dia fase-fase penting perkembangan anak yang harus selalu Ibu perhatikan. Saat ini si Kecil sudah memasuki fase yang mana, Bu? Kemampuan anak pada dasarnya berbeda-beda, ada yang cepat tapi ada juga yang lambat. Ibu hanya perlu memberikan stimulus yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak. Pastikan Ibu juga selalu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) yang Ibu percaya mengenai tahap perkembangan si Kecil supaya ia bisa tumbuh dengan maksimal.