Whatsapp Share Like
Simpan

Kehadiran si Kecil baru di tengah-tengah keluarga memang sangat membahagiakan, setiap perkembangan anak pasti menjadi perhatian utama setiap orang tua. Dari gerakan pertamanya, tangisan pertama, hingga kata-kata pertamanya, orang tua pasti tidak ingin sedikitpun melewatkan setiap masa perkembangan anak. Perkembangan dari seorang bayi yang tidak bisa apa-apa hingga menjadi bayi yang sangat aktif hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua belas bulan. Bayi memang mengalami proses transformasi yang luar biasa dan tumbuh dalam fase yang sangat cepat. Setiap hari, minggu, atau bulan dapat menjadi momen-momen baru bagi perkembangan si bayi.

Bagi ayah dan ibu yang baru pertama kali memiliki buah hati, pasti bukan lagi hal yang aneh jika mempertanyakan perkembangan-perkembangan apa saja yang perlu diketahui pada fase tertentu. Tidak jarang ayah dan ibu merasa khawatir anaknya tidak berkembang sesuai masanya. Beberapa ahli balita mengatakan jika seorang anak mampu mencapai salah satu fase perkembangan lebih dini, maka besar juga kemungkinannya mereka akan mencapai fase perkembangan selanjutnya lebih cepat. Sementara bagi bayi yang lain, mereka mungkin terlihat lebih pasif.

Beberapa bayi mungkin dapat mungkin mulai mengucapkan kata-kata pertamanya saat mereka mulai berusia delapan bulan, sementara yang lain baru mulai mengucapkan kata-kata pertamanya setelah mencapai umur satu tahun. Oleh karenanya, perlu menjadi catatan penting bagi orang tua agar tidak terlalu berfokus pada pencapaian-pencapaian di usia tertentu saat memperhatikan perkembangan anak. Setiap anak memiliki masa perkembangan yang berbeda-beda, sehingga penting juga bagi orang tua untuk memahami perbedaan sang buah hati. Dengan memahami dasar tersebut, yuk lihat lima fase utama yang penting untuk orang tua ketahui dalam masa perkembangan anak:

1. Fase Tengkurap

Fase pertama perkembangan anak yang dapat orang tua perhatikan adalah masa dimana anak mulai tengkurap. Mungkin terlihat sepele, tapi nyatanya proses ini merupakan salah satu awal perkembangan yang penting pada bayi berusia 3-4 bulan. Proses tengkurap menandakan bahwa lehernya sudah mulai kuat untuk menopang kepalanya. Saat bayi bisa menggerakkan badannya untuk tengkurap sendiri dari posisi terlentang, itu menandakan bentuk koordinasi antara otot tangan dan leher bayi sudah sangat baik.

Sebelum bayi mulai tengkurap, biasanya mereka menunjukkan tanda-tanda perkembangan anak seperti mulai mengangkat-mengangkat kepala, memandang, dan mengikuti pergerakan objek, serta mulai membuka dan menggenggam sesuatu yang mereka raih. Perkembangan tersebut diikuti dengan kemampuan untuk berguling.

Artikel Sejenis

Saat bayi mulai mengangkat-angkat kepalanya, bayi sedang berlatih untuk memperkuat otot lehernya. Dalam fase perkembangan anak ini, orang tua bisa melakukan beberapa rangsangan, salah satunya adalah dengan tummy time. Bantu si bayi menggerakkan dan memperkuat otot lehernya dengan menaruh dia dalam posisi menelungkup di atas perut.

Di awal fase tummy time ini, si Kecil mungkin hanya bisa mengangkat kepalanya dalam beberapa detik, lalu menundukkan kepalanya lagi. Namun, orang tua tidak perlu khawatir, otot leher si Kecil hanya belum terbiasa menopang kepalanya. Rangsang dia untuk mengangkat kepala dengan memanggilnya atau memainkan mainan anak di depannya. Di usia 3-4 bulan ini, orang tua juga dapat mengajak si Kecil bermain dalam posisi itu setiap hari, dengan begitu otot lehernya akan terlatih dan lebih kuat untuk menopang kepalanya lebih lama.

Menuju usia 6 bulan, si bayi mungkin sudah lebih mahir mengangkat kepala, bahkan bisa menggunakan tangannya untuk menopang badan dan menekuk punggungnya ke atas sehingga dadanya terangkat dari lantai. Dengan otot leher dan tangan yang terlatih dan lebih kuat ini, akhirnya si Kecil berhasil membalikkan badannya dari posisi telungkup ke posisi telentang.

Jika di usia tersebut si Kecil masih belum dapat membalikkan badannya dari posisi telungkup ke telentang atau sebaliknya, latih si Kecil dengan memberikan stimulasi. Contohnya, letakkan mainan kesukaannya di dekat sisi tubuh yang sering digunakan untuk berbalik, atau berbaringlah agak jauh dari si Kecil, kemudian panggil ia untuk mendekat. Jika si Kecil berhasil membalikkan badan, jangan lupa untuk berikan ia pujian atau tepukan agar ia semakin semangat mengulang gerakan tersebut.

2. Fase Duduk

Setelah ia berhasil membalikkan badan sendiri, si Kecil akan siap untuk melakukan fase berikutnya dalam perkembangan anak, yakni duduk. Memasuki usia 6-7 bulan, tulang leher dan punggungnya sudah semakin kuat. Pada tahap ini, si Kecil mungkin sudah bisa menunjukkan kemampuan untuk duduk meski belum bisa tegap dan terkadang masih terjatuh. Untuk melatihnya, orang tua bisa memberikan sandaran yang empuk agar si Kecil merasa nyaman. Awasi si Kecil dan jangan lupa untuk menaruh bantal di sekitarnya supaya bila ia terjatuh kepalanya tidak terbentur terlalu keras.

Pada fase ini, orang tua juga dapat memperhatikan perkembangan anak lainnya seperti menggapai kakinya saat tertidur, mulai memindah-mindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya, dan membuat gerakan seperti berenang saat ia tengkurap.

Secara perlahan anak akan bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Ia akan terlatih untuk menyeimbangkan diri dengan mencondongkan tubuh dan bertopang pada satu tangannya sehingga ia tidak lagi perlu sandaran atau orang tua tak perlu lagi menopang badannya.

Pada fase perkembangan anak ini, yang juga bertepatan dengan fase MPASI, orang tua dapat membiasakan si Kecil duduk di kursi bayi. Kurangi frekuensi menyuapi si Kecil dengan menggendongnya karena waktu makan ini bisa menjadi kesempatan anak untuk berlatih duduk.

3. Fase Merangkak

Setelah si Kecil berhasil melewati fase duduk, dia akan semakin paham bagaimana cara menjaga keseimbangan tubuhnya. Dengan keseimbangan yang lebih baik, ia akan mulai belajar merangkak.

Dalam salah satu fase penting dalam perkembangan anak ini, orang tua dituntut untuk lebih perhatian pada si Kecil, sebab saat fase ini anak akan berlatih untuk mengkoordinasikan otot tangan dan kakinya. Dengan meletakkan kedua tangannya di depannya saat posisi duduk, si Kecil akan mulai mendorong badannya maju mundur dengan tangan dan lututnya. Lama kelamaan, ia akan menyadari gerakan itu dapat membuatnya bergerak maju dan berpindah ke tempat satu ke tempat lain.

Ini adalah fase perkembangan anak di mana si Kecil mulai bergerak secara aktif. Perhatikan ruang gerak si anak, pastikan tidak ada benda-benda yang dapat melukai si anak di sekitar ruang geraknya.

Pada masa ini juga, bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk memberi makan dirinya sendiri. Mereka terlatih untuk memegang erat benda-benda kecil yang biasanya dimasukkan ke mulut mereka sendiri. Bayi di sekitar umur ini juga kemungkinan sudah memiliki kemampuan untuk menyuarakan satu dua kata seperti “mama” atau “papa”. Mereka juga mulai menunjukkan aktivitas menunjuk sesuatu barang untuk mendapatkan perhatian, serta menirukan aktivitas orang tua saat bermain dengan objek tertentu misal pura-pura menelpon.

Untuk mendukung perkembangan anak di masa ini, ciptakan aktivitas merangkak yang menyenangkan dengan cara meletakkan mainan favorit si Kecil di luar jangkauan tangannya, atau menggulirkan bola di depannya, agar ia bergerak untuk mengambilnya. Cara lain yang bisa orang tua lakukan adalah dengan membuat terowongan sebagai jalan baginya untuk merangkak.

4. Fase Berjalan

Si kecil sudah mendekati usia 1 tahun, tandanya ia akan memasuki fase berikutnya dalam perkembangan anak, yaitu berjalan. Masing-masing anak memasuki fase ini pada waktu yang berbeda. Ada yang usia 11 bulan sudah bisa berjalan, tapi ada juga yang hampir berusia 2 tahun baru bisa berjalan. Orang tua tidak perlu terpaku dengan anak lain, perkembangan anak dapat berlangsung berbeda-beda pada setiap anak, karena setiap anak istimewa. Orang tua hanya perlu rajin melatih anak berjalan dengan cara memegang kedua tangannya (dititah). Sebisa mungkin si Kecil tidak memakai alas apapun agar otot kakinya semakin kuat dan sensor kakinya bisa merasakan struktur alas yang diinjak oleh kakinya.

Di fase perkembangan anak ini, kemampuan spasial anak juga akan semakin terlatih, sehingga saat ia sudah bisa berjalan atau berlari ia sudah bisa melakukannya dengan baik. Risiko tertabrak benda di sekelilingnya pun akan semakin kecil.

Di usia setelah satu tahun, anak sudah memasuki fase perkembangan anak selanjutnya, yaitu dari bayi menjadi balita. Oleh karenanya, anak akan menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang mulai dimiliki oleh anak balita. Diantara perkembangan tersebut adalah si anak mulai aktif bermain. Orang tua dapat menstimulasi perkembangan anak dengan menggunakan beberapa mainan yang dapat melatih proses belajar berjalan si Kecil.

Orang tua bisa memulainya di area yang kecil lebih dulu. Orang tua juga boleh menggunakan bantuan mainan yang dapat didorong sambil berjalan (push walker) supaya suasana belajar berjalan jadi lebih menyenangkan. Terus beri ia semangat untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan biarkan ia mengeksplorasi berbagai tempat dengan pengawasan orang dewasa.

Namun, memasuki fase perkembangan anak ini, orang tua harus mulai memberikan perhatian lebih kepada anak. Kemampuan mereka untuk mulai berjalan-jalan juga berarti kemungkinan mereka menemui bahaya seperti terjedot atau terjatuh. Orang tua perlu memberikan perhatian saat anak mulai belajar naik dan turun tangga, kursi, tempat tidur, dan tempat-tempat lain yang memiliki ketinggian yang belum cocok untuk postur tubuhnya.

5. Fase Melompat

Setelah anak sudah lancar berjalan, maka selanjutnya ia akan sering belajar untuk melompat. Orang tua bisa melatih anak untuk melompat di kasur yang sebaiknya diletakkan di lantai agar si Kecil tidak terjatuh dari tempat yang terlalu tinggi. Kegiatan ini akan melatih kedua kakinya agar dapat melompat secara bersamaan. Setelah ia mulai mahir, berikutnya orang tua bisa membuat rintangan-rintangan kecil sebagai tempat anak berlatih melompat sekaligus berlatih keseimbangan.

Fase melewati umur satu tahun merupakan fase yang sangat penting dimana kemampuan belajar dan perkembangan anak mulai meningkat secara drastis. Saat usia anak mencapai satu tahun mereka dapat mulai belajar beberapa hal seputar mengurusi dirinya sendiri seperti makan dengan menggunakan sendok, minum menggunakan gelas, hingga belajar mengganti bajunya sendiri. Di usia ini, orang tua mulai dapat membacakan buku kepada anak untuk melatih kemampuan otaknya.

Itu dia fase-fase penting perkembangan anak yang harus selalu orang tua perhatikan. Saat ini si Kecil sudah memasuki fase yang mana? Kemampuan dan perkembangan anak pada dasarnya berbeda-beda, ada yang cepat tapi ada juga yang lambat. Orang tua hanya perlu memberikan stimulus yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak. Pastikan orang tua juga selalu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) terpercaya mengenai tahap perkembangan anak supaya si Kecil bisa tumbuh dengan optimal.