Whatsapp Share Like
Simpan

Hai Bu, bagaimana perkembangan bayi tersayang? Selain pertumbuhan fisik, perkembangan bayi juga harus menjadi perhatian orang tua. Termasuk didalamnya adalah perkembangan psikologi anak.

Pengetahuan tentang psikologi anak ini sangat penting untuk dimiliki orang tua agar dapat memahami proses perkembangan anak secara baik dan dapat memberikan perlakuan yang tepat. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangannya. Berikut informasinya:

Pola Asuh

Pertama, ada pola asuh dari keluarga yang merupakan salah satu faktor penting. Mengapa penting? Sebab karakter dan psikologi anak akan terbentuk dan dipengaruhi oleh bagaimana pola pengasuhan yang didapatkan dari orang tua maupun orang yang mengasuhnya. Contohnya saja, anak yang dibesarkan oleh orang tua yang disiplin cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih teratur. 

Selain itu, kasih sayang juga termasuk hal yang utama dalam membentuk kepribadian dan psikologi anak. Kasih sayang orang tua dapat membentuk anak menjadi seseorang yang penyayang, lembut, dan memiliki empati terhadap sesamanya.

Trauma

Perkembangan bayi secara psikologi dapat terhambat karena pengaruh sesuatu hal yang menimpa dirinya, misalnya saja adanya trauma atas kekerasan fisik di masa lalu. Meski terkesan sepele, kenangan buruk tentang hal-hal yang tidak menyenangkan semacam ini akan menghambat perkembangan psikologi bayi. Untuk itu, Ibu hendaknya berhati-hati dalam memberi perlakuan kepada bayi dan menghindari bentakan serta kekerasan fisik yang dapat melukai tubuhnya dan membekas pada batinnya.

Artikel Sejenis

Interaksi dengan Lingkungan

Interaksi dengan lingkungan juga dapat menyumbangkan pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan psikologi anak. Jika terbiasa berada dalam lingkungan yang baik, maka bayi juga akan tumbuh menjadi seseorang yang penuh dengan kebaikan, begitu pula sebaliknya. Untuk itu, Ibu harus selalu mengawasi aktivitas bayi agar tak terpengaruh dengan lingkungan buruk yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologinya serta membuatnya menjadi sosok pembangkang atau pemarah.

Keterlibatan Orang Tua

Keterlibatan orang tua dalam kehidupan bayi adalah salah satu yang hal yang dapat menentukan perkembangan bayi secara psikologi. Keterlibatan ini dapat ditunjukkan dengan melakukan aktivitas bersama, seperti bermain, berolahraga, bernyanyi, atau menemani bayi belajar. Dengan keterlibatan orang tua, bayi akan lebih mudah berkomunikasi dan mengutarakan segala keinginannya sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, jujur, dan lebih percaya diri.

Tahap Perkembangan Psikologi Anak Sesuai Usia

Psikologi anak memiliki tahap perkembangan sesuai golongan usianya, seperti yang tertera pada informasi berikut ini:

  • Rasa Percaya vs Tidak Percaya (Trust vs Mistrust) - Bayi 0-12 Bulan

    Ini adalah tahap pertama psikologi anak yang dimulai di tahun pertama bayi. Bayi akan sangat bergantung kepada orang lain, seperti orang tua, pengasuh, atau anggota keluarga. Oleh karenanya ia membutuhkan cukup kasih sayang dan perhatian supaya ia belajar bahwa dunia tempat ia tinggal itu menyenangkan. Disinilah terbentuk rasa percaya (trust) pada diri bayi. Namun jika ia tidak memperoleh cukup kasih sayang atau malah ditelantarkan, maka akan terbentuk rasa tidak percaya (mistrust). Hal ini akan membuat ia berpikir bahwa dunia merupakan tempat yang tidak aman untuk tumbuh kembangnya.

  • Kemandirian vs Rasa Malu dan Keraguan (Autonomy vs Shame and Doubt) - Anak 1-3 Tahun

    Ini adalah tahapan yang berkembang saat anak berusia 1-3 tahun. Anak yang memiliki rasa percaya terhadap orang yang mengasuhnya akan menjadi anak yang percaya diri untuk melakukan sesuatu. Orang tua memang perlu mengawasi setiap gerakan anak, tapi tetap harus memberikan kebebasan agar ia bisa mengembangkan sifat mandiri. Sifat ini juga diperlukan untuk anak mengenal diri dan lingkungannya.

    Untuk menghindarkan anak dari bahaya, berikan saja pengertian secara lembut. Contohnya berada di jalan raya itu harus hati-hati karena banyak kendaraan yang lalu lalang. Memberikan pengawasan secara berlebihan sampai memakai kekerasan justru akan membuat anak meragukan kemampuannya sendiri.

  • Inisiatif vs Rasa Bersalah (Initiative vs Guilt) - Anak 3-5 Tahun

    Tahap yang ketiga mulai berkembang saat anak berusia 3-5 tahun. Di usia ini anak mulai mengenal dunia dengan lebih luas, seperti di sekolah atau lingkungan rumah. Ia pun akan mendapatkan banyak tantangan baru. Izinkan dan dorong anak untuk mencoba dan mengenal banyak hal baru untuk membantu mengembangkan otak dan pola pikir anak.

    Peranan orang tua pada tahap ini adalah menjadi panutan yang baik dengan memberikan contoh secara langsung, bukan dengan kata-kata. Jika ia melakukan kesalahan, tak perlu mengkritiknya secara berlebihan, karena akan membuatnya mudah merasa gelisah dan takut untuk melakukan sesuatu.

  • Industri vs Inferioritas (Industry vs Inferiority) - Anak 6 Tahun-Remaja

    Memasuki tahap keempat adalah saat anak berusia 6 tahun hingga remaja. Dikarenakan anak sudah mulai bersekolah, maka ia fokus dirinya adalah pada ilmu pengetahuan. Anak yang merasa kurang percaya diri, maka ia mengembangkan sifat inferioritas, yaitu merasa tidak mampu, tidak bisa sebaik anak lain, dan tidak produktif. Anak akan membutuhkan bantuan dari gurunya di sekolah untuk diberikan arahan mengenai kegiatan yang bisa memunculkan pengetahuannya.

Membangun karakter dan psikologi anak yang baik memang tidaklah mudah, tapi dengan ketelatenan dan perhatian lebih Ibu pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Untuk itu, Ibu hendaknya selalu menjadi pengawal terdepan bagi pertumbuhan dan perkembangannya agar bayi tumbuh menjadi pribadi yang baik. Selalu awasi dan dampingi perkembangan bayi ya, Bu.

Jika Ibu punya pertanyaan lainnya seputar tumbuh kembang buah hati, jangan ragu untuk melakukan konsultasi anak pada laman Tanya Pakar dengan melakukan registrasi sebelumnya ya, Bu!

Sumber:

hellosehat.com