Share Like
Simpan

Apakah Ibu pernah berpikir untuk menambah momongan, namun masih ragu karena khawatir dengan reaksi si Kecil pada adik barunya nanti? Hal tersebut wajar kok, Bu, karena saya pun pernah mengalaminya. Saat si Kecil masih menjadi anak tunggal dulu, rasanya ingin sekali saya mempunyai anak kedua supaya ia punya teman untuk diajak bermain. Namun, saya khawatir jika si Kecil masih belum siap untuk memiliki adik. Setelah memutuskan untuk bertanya pada psikolog di bagian Tanya Pakar di situs Ibu dan Balita, keraguan saya pun perlahan mulai hilang. Sebab, dari situ saya akhirnya tahu bahwa memiliki adik ternyata punya manfaat bagi perkembangan si Kecil. Nah, kira-kira apa saja ya, Bu? Simak infonya berikut ini!

• Belajar Berbagi

Ketika sang adik lahir, si Kecil mungkin saja merasa cemburu karena merasa adiknya lebih diperhatikan. Namun seiring berjalannya waktu, bukan tidak mungkin ia berubah menjadi lebih sayang dan peduli pada adiknya. Rasa sayang itu pun akhirnya membuat si Kecil tidak lagi mementingkan diri sendiri dan rela berbagi dengan sang adik; mulai dari berbagai tempat tidur, makanan, hingga mainan.

• Memiliki Teman Bermain

Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, alasan utama kenapa saya sangat ingin memiliki anak kedua adalah agar si Kecil mempunyai teman untuk bermain bersama. Ternyata hal tersebut benar lho, Bu. Sejak mempunyai adik, si Kecil kini jadi lebih bersemangat karena memiliki teman yang bisa diajak bermain. Hal ini tentu dapat berdampak positif pada kesehatan balita, karena bermain aktif sangat baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.

• Belajar untuk Mengalah

Jika si Kecil memiliki adik, Ibu mungkin takut mereka berdua akan sering bertengkar. Namun tak perlu khawatir berlebihan, Bu. Hal tersebut justru bisa menjadi pembelajaran bagi si Kecil untuk belajar menjadi kakak yang baik dengan mengalah pada sang adik. Saat mereka bertengkar, Ibu bisa menjadi penengah dan memberikan pengertian bahwa bertengkar tidak akan menyelesaikan masalah. Jika si Kecil sudah terbiasa melakukan hal ini, bukan tidak mungkin ia akan lebih tenang saat mengalami masalah serupa di kemudian hari.

• Melatih Kerja Sama

Saat si Kecil dan adiknya sudah cukup besar, Ibu bisa mengajak keduanya untuk belajar bekerja sama dengan memberikan tugas ringan, misalnya membereskan kamar dan mainan. Dengan begitu, si Kecil dan adiknya bisa merasakan sendiri bahwa pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama, tentu akan terasa lebih mudah dan cepat untuk diselesaikan. Dengan sering melakukan berbagai aktivitas bersama, si Kecil dan sang adik pun bisa lebih dekat satu sama lain.

• Belajar Bertanggung Jawab

Meskipun usianya masih muda, Ibu sudah bisa mengajarkan si Kecil tentang tanggung jawab, lho. Misalnya Ibu bisa memintanya menjaga sang adik, namun tentunya tetap dalam pengawasan Ibu. Sebaiknya, lakukan hal ini saat si Kecil sudah mampu memahami apa yang Ibu katakan, ya, setidaknya saat usianya memasuki 1,5 tahun . Dengan begitu, diharapkan si Kecil benar-benar mengerti tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Seperti yang telah disebutkan di atas, memiliki adik memang punya beberapa manfaat bagi perkembangan si Kecil. Namun sebelum mempunyai momongan lagi, beberapa hal seperti kondisi finansial dan kesehatan Ibu, tentu perlu dipertimbangkan dengan baik supaya Ibu dan Ayah benar-benar siap dalam menyambut kehadiran anak kedua. Semoga informasi ini berguna, Bu.