Share Like
Simpan

Beberapa hari yang lalu, sepupu saya yang sedang hamil enam bulan datang ke rumah karena ada acara keluarga. Ketika sedang mengobrol, tiba-tiba dia bertanya soal rasanya melahirkan. Ia tanya apakah sakitnya sehebat apa yang dikatakan orang-orang? 

Alasannya bertanya seperti itu adalah karena ia banyak mendengar dari beberapa orang mengenai lelah dan sakitnya proses melahirkan. Saya bisa melihat kekhawatirannya mengingat ini adalah kehamilan pertamanya. Ketika saya menjawab kalau rasanya tidak sesakit yang orang-orang ceritakan, dia sempat nggak percaya. Akhirnya saya anjurkan ia untuk belajar teknik-teknik hypnobirthing agar ia bisa merasa lebih tenang sehingga ketika tiba hari-H, ia bisa merasa lebih nyaman dan si Kecil bisa hadir dengan lebih mudah.

Sebenarnya, apa sih hypnobirthing itu? Hypnobirthing adalah sebuah teknik yang menggunakan hipnosis (cara berkomunikasi yang bertujuan untuk mengubah tingkat kesadaran) dan teknik relaksasi untuk membantu Ibu merasa lebih siap, lebih fokus, dan mengurangi perasaan resah, takut, dan sakit ketika melahirkan.  Tenang, Bu. Teknik ini sangatlah aman untuk Ibu hamil karena Ibu tidak perlu mengonsumsi obat-obatan. Ibu hanya diarahkan untuk menjadi lebih positif dari alam bawah sadar, jadi, Ibu tidak perlu khawatir bahwa teknik ini akan terasa menyakitkan dan membahayakan, ya. 

Teknik ini sendiri pada awalnya diperkenalkan oleh Marie Mongan, Med di tahun 1989. Menurut Marie, proses persalinan itu pada dasarnya bersifat normal dan alami, jadi sebenarnya Ibu tidak membutuhkan intervensi maupun obat-obatan. Nah, untuk melakukan teknik hypnobirthing ini, Ibu bisa mengikuti teknik-teknik berikut pada saat kehamilan:

  • Supaya ketika melahirkan nanti Ibu bisa melahirkan dengan nyaman dan lancar, Ibu bisa mengikuti kelas hypnobirthing atau  melakukannya sendiri di rumah sebanyak dua kali sehari selama 10-15 menit  . Lakukan teknik hypnobirthing ketika Ibu sedang hamil dan saat melakukan teknik ini, pastikan Ibu dalam kondisi rileks.
  • Setelah itu carilah posisi senyaman mungkin. Duduk atau berbaring, tidak masalah. Tapi, jika Ibu memilih posisi berbaring, menyampinglah ke arah kiri karena baik bagi peredaran darah ke rahim atau plasenta. Lalu pejamkan mata dan bernapaslah secara teratur dengan teknik pernapasan perut. Istirahatkan pikiran Ibu dengan berlatih konsentrasi dan hindari memikirkan hal lain. 
  • Cobalah untuk membayangkan taman bunga yang luas dan indah dengan air yang mengalir di sungai sambil memberikan sugesti yang positif mengenai proses kelahiran si Kecil. Misalnya, “Saya akan melahirkan dengan lancar dan anakku akan lahir dengan sehat.” Tanamkan terus hal tersebut ke dalam pikiran Ibu agar Ibu dapat tersugesti dengan baik. 
  • Jika memungkinkan, ajaklah Ayah untuk ikut serta. Latihan pernapasan seperti ini juga dapat membantu Ayah melepaskan rasa stress dan melatih ketenangannya.

Bu, persiapan fisik dan mental menjelang kelahiran si Kecil tidak hanya untuk Ibu saja. Tetapi Ayah juga harus merasa siap baik secara fisik maupun mental. Tidak hanya untuk menyambut kehadiran si Kecil, namun juga untuk mendampingi Ibu selama proses persalinan. Kehadiran dan juga dukungan Ayah, tentunya akan sangat membantu kondisi psikologis Ibu di dalam ruang bersalin.

Nah, menurut situs babycenter.com Ibu hamil yang melakukan latihan hypnobirthing selama hamil cenderung berhasil menghindari epidural dan menjadi lebih tenang, nyaman, serta dapat mengurangi nyeri saat melahirkan.   Selain itu, bayi yang lahir juga cenderung lebih tenang dan dan tidak rewel. Hal ini disebabkan oleh ketenangan Ibu selama mengandung turut dirasakan juga oleh si Kecil. 

Namun, perlu ibu ketahui bahwa pada beberapa kasus, rasa sakit ketika melahirkan juga dirasakan oleh  beberapa Ibu yang melakukan hypnobirthing. Hal ini bisa terjadi tergantung pada kondisi Ibu dan si Kecil di dalam rahim atau seberapa dalam Ibu dapat mempengaruhi alam bawah sadar untuk merubah cara berpikir Ibu ketika hamil. Yang jelas, usaha yang baik akan berbuah hasil yang baik juga, Bu.

Selamat menjalani masa kehamilan, Bu! Semoga Ibu dan si Kecil selalu sehat!