Whatsapp Share Like Simpan

Ibu tentu sudah tahu bahwa jenis Karbohidrat Sederhana dan Karbohidrat Kompleks adalah salah satu nutrisi penting untuk mewujudkan gizi seimbang pada anak. Nutrisi ini berperan penting dalam memberikan energi pada si Kecil saat ia beraktivitas.

Secara umum, jenis karbohidrat sederhana hanya mengandung gula dasar yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Sementara, karbohidrat kompleks memiliki rantai gula yang lebih panjang, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mencerna dan menyerap jenis karbohidrat ini. Sumber karbohidrat alami yang mudah ditemukan, yaitu dalam bentuk padi-padian, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan susu.

Namun setelah membaca artikel di sebuah majalah kesehatan anak, ternyata tidak semua kandungan Karbohidratitu baik untuk si Kecil lho, Bu. Ada juga Karbohidrat yang termasuk dalam kategori ‘jahat’. Agar Ibu bisa memberikan asupan nutrisi yang tepat untuk si Kecil, kenali dulu dua jenis Karbohidrat yang biasa terkandung dalam makanan berikut ini, yuk!

Jenis Karbohidrat: Sederhana dan Kompleks

Secara umum, jenis karbohidrat bisa dibagi menjadi jenis karbohidrat sederhana dan kompleks. Yang termasuk dalam jenis karbohidrat sederhana adalah Fruktosa, Glukosa dan Laktosa yang mudah dicerna, sehingga bisa membuat kadar gula darah naik lebih cepat dan memberikan energi pada tubuh. Jenis karbohidrat sederhana sebenarnya baik untuk memberikan energi pada si Kecil. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak, kandungan tersebut malah dapat membuat ia berisiko mengalami diabetes. Jenis Karbohidrat ini biasa terkandung dalam buah-buahan, tepung terigu, dan nasi putih.

Sementara itu, jenis karbohidrat kompleks adalah tipe Karbohidrat yang perlu dicerna oleh tubuh secara perlahan, sehingga tidak dapat menyebabkan gula darah meningkat secara cepat. Jenis karbohidrat kompleks juga membuat anak lebih cepat kenyang. Ada dua kelompok karbohidrat kompleks, yaitu:

Artikel Sejenis

Pati

Semua makanan pokok mengandung jenis karbohidrat kompleks yang mengandung pati. Makanan yang mengandung pati cenderung lebih lama dicerna tubuh karena memiliki struktur yang rumit dibanding karbohidrat sederhana.

Serat

Jenis makanan yang termasuk karbohidrat kompleks dan mengandung serat adalah sayur dan buah. Jenis karbohidrat ini juga bisa Anda temukan di makanan pokok lain, seperti nasi merah atau roti gandum. Mengingat kadar seratnya yang tinggi, makanan yang mengandung karbohidrat komplek satu ini tidak berdampak buruk pada kesehatan gula darah. Karbohidrat mengandung serat tinggi cocok untuk balita yang memiliki kebutuhan khusus dalam masalah gula darah dan obesitas.

Walaupun kedua jenis Karbohidrat ini dibutuhkan oleh tubuh si Kecil, Ibu tetap harus mengendalikannya agar tidak berlebihan untuk mencegah terjadinya penyakit seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, sebaiknya hindari memberikan asupan Karbohidrat dari makanan dan minuman yang mengandung gula buatan ya, Bu. Sebab, jenis makanan tersebut memiliki kadar gula yang cenderung lebih tinggi dan tidak alami, sehingga si Kecil semakin berisiko terkena berbagai penyakit seperti yang sudah disebutkan di atas.

Karbohidrat Jahat dan Karbohidrat Baik

Lalu, apa yang membedakan Karbohidrat baik dan jahat ya, Bu? Karbohidrat jahat adalah Karbohidrat sederhana yang cenderung tinggi akan gula, namun tidak memiliki kandungan nutrisi lain. Contoh makanan dan minuman dengan Karbohidrat jahat di antaranya adalah permen, minuman bersoda, serta jus dan teh dalam kemasan.

Jenis makanan dan minuman tersebut biasanya terasa lezat namun tidak mengenyangkan. Inilah alasannya kenapa banyak orang termasuk si Kecil tertarik untuk mengonsumsinya lebih banyak. Padahal, hal tersebut dapat berakibat pada peningkatan gula darah yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, dan kerusakan gigi. Tidak heran jika Karbohidrat jenis ini disebut sebagai Karbohidrat jahat.

Meskipun begitu, ada juga lho makanan dengan Karbohidrat sederhana yang baik untuk si Kecil. Contohnya adalah buah apel dan pisang yang kaya akan kandungan Vitamin. Sebagai alternatif pengganti nasi putih dan roti putih yang tinggi kandungan Karbohidrat sederhana, Ibu bisa menggantinya dengan nasi merah dan roti gandum yang tidak hanya rendah gula, tapi juga kaya akan kandungan serat.

Sementara itu, secara umum, semua makanan yang mengandung Karbohidrat kompleks termasuk Karbohidrat baik. Sebut saja roti gandum, nasi cokelat, oatmeal, jagung, dan sereal. Kenapa? Alasannya adalah karena Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu cerna yang lebih lama, sehingga bisa diserap menjadi energi dengan lebih maksimal oleh tubuh. Tak hanya itu, Karbohidrat kompleks biasanya juga mengenyangkan, Bu, sehingga si Kecil akan terhindar untuk makan secara berlebihan.

Baca Juga: Si Kecil Dengan Benda Favoritnya

Manfaat Karbohidrat bagi Tubuh

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh. Ketika Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa yang merupakan bahan bakar utama tubuh. Tubuh memerlukan karbohidrat karena zat ini memiliki beberapa manfaat terpenting, antara lain:

Sumber energi

Ketika Anda bernapas, bergerak, berjalan, berpikir, atau melakukan aktivitas lain seperti berolahraga, tubuh membutuhkan energi. Energi ini diperoleh dari karbohidrat yang dicerna dan diolah menjadi glukosa melalui proses glikolisis. Setelah itu, insulin akan membantu glukosa terserap oleh sel-sel tubuh. Dari sinilah tubuh memperoleh energi.

Memenuhi kebutuhan kalori secara sehat

Dalam memenuhi kebutuhan kalori, Anda harus memperhatikan porsi makan agar tidak makan berlebihan hingga membuat tubuh kelebihan kalori. Kalori yang berasal dari sejumlah karbohidrat lebih sedikit dibandingkan lemak dengan jumlah berat yang sama. Konsumsi kalori tubuh Anda akan semakin baik jika sumber karbohidrat yang Anda pilih memiliki kadar serat yang tinggi, seperti beras merah, roti gandum, dan kacang-kacangan. 45-65 persen kalori tubuh dianjurkan berasal dari karbohidrat.

Mengurangi risiko penyakit

Manfaat mengonsumsi karbohidrat yang bersumber dari kacang-kacangan dan sayuran, dapat mengurangi risiko penyakit. Serat pada karbohidrat tersebut dapat mengurangi risiko sembelit. Kesehatan usus pun dapat meningkat berkat manfaat karbohidrat. Bahkan, penelitian telah membuktikan bahwa beberapa jenis serat dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, walau belum terbukti sepenuhnya, beberapa penelitian menunjukkan penurunan risiko obesitas dan diabetes dengan mengonsumsi biji-bijian dan karbohidrat tinggi serat.

Nah, sekarang Ibu sudah lebih tahu kan tentang jenis-jenis Karbohidrat untuk si Kecil? Demi mendukung tumbuh kembang si Kecil, Ibu tetap bisa memberikannya asupan nutrisi tambahan dari susu pertumbuhan. Salah satunya adalah susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang mengandung 9 asam amino esensial (9AA) secara lengkap dan diperkaya oleh 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.

Jika Ibu punya masih pertanyaan seputar kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil, Ibu bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Di sana pertanyaan yang Ibu ajukan akan dijawab langsung oleh ahlinya. Jangan lupa untuk registrasi dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz