Share Like
Simpan

Hai, Bu. Bagaimana perkembangan janin saat ini? Semoga sehat selalu. Di momen kehamilan saat ini, mungkin Ibu sudah tak sabar ya ingin bertemu dan berinteraksi langsung dengan si Kecil. Dulu, saya juga demikian. Rasanya ingin sekali bisa segera mengajaknya bermain, apalagi setiap kali ia menendang lembut perut saya.

Beruntungnya, sewaktu hamil dulu, saya aktif mengikuti sesi Live Chat di fanpage Facebook Ibu & Balita untuk mencari beragam info ibu hamil. Dari sesi Live Chat bersama dokter kandungan yang saya ikuti, saya jadi tahu bahwa mengajak si Kecil bermain bisa lho dilakukan sejak ia masih di dalam kandungan. Selain menyenangkan, aktivitas ini bahkan juga memiliki manfaat positif untuk perkembangan janin. Nah, berikut beberapa cara mengajak janin bermain yang saya dapatkan dari dokter kandungan. Simak yuk, Bu:

1. Ajak si Kecil Berbicara

Meski si Kecil masih berada di dalam perut, Ibu bisa lho mengajaknya berbincang hangat. Sebab, sejak janin memasuki minggu ke-26, indra pendengarannya sudah mulai aktif bekerja. Jadi, ucapkan saja apa yang ingin Ibu sampaikan kepadanya. Perlakukan ia layaknya seseorang yang menemani Ibu setiap waktu. Tak perlu enggan dan malu-malu saat melakukannya, karena di dalam sana, si Kecil pasti senang mendengar suara lembut Ibu.

Selain menyenangkan, aktivitas ini juga baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin, terutama indra pendengarannya. Sebab, suara lembut Ibu merangsang kerja indra pendengaran janin sehingga saraf-saraf pendengarannya berkembang lebih optimal.

2. Mendengarkan Musik

Menurut dokter kandungan di sesi Live Chat yang saya ikuti, janin sangat suka mendengarkan suara yang berirama lho, Bu. Oleh sebab itu, Ibu bisa mengajaknya mendengarkan alunan musik berirama lembut, misalnya musik klasik. Selain membuat Ibu lebih rileks, musik ini juga bisa membuat janin merasa tenang dan nyaman.

Namun, hindari menempelkan headphone ke perut Ibu secara langsung. Sebab, hal ini dikhawatirkan membuat suara musik yang terdengar oleh janin jadi terlalu keras dan berpotensi merusak organ pendengarannya yang masih sensitif. Tentunya perkembangan janin jadi kurang optimal kalau hal ini sampai terjadi.

Alih-alih menempelkan headphone ke perut, lebih baik Ibu mendengarkan musik dengan speaker. Jadi, Ibu dan si Kecil bisa menikmati alunan musik bersama-sama.

3. Mengetuk dan Mengusap perut

Siapa bilang janin tidak bisa merasakan sentuhan lembut Ibu? Menurut keterangan dokter saat sesi Live Chat, seiring perkembangan janin dalam kandungan, di usia 16 minggu, calon buah hati Ibu sudah bisa merasakan sentuhan lho. Bila Ibu rutin menyentuh dan mengusap perut, janin akan bereaksi dengan mengisap jempol atau menggerakkan kaki dan tangannya. Maka, tak perlu heran, Bu, bila si Kecil jadi lebih aktif menendang saat Ibu mengusap-usap perut.

4. Bermain Cilukba

Mungkin Ibu heran, ya, bagaimana caranya mengajak si Kecil bermain cilukba, sementara ia masih ada di dalam rahim Ibu? Caranya mudah kok, Bu. Ibu bisa melakukannya dengan bantuan senter. Pertama-tama, nyalakan senter dan arahkan ke perut Ibu. Kemudian, tunggu hingga si Kecil memberi respon berupa gerakan atau tendangan.

Lantas, mengapa permainan ini disebut cilukba? Karena meski belum bisa membuka kelopak mata, di usia 26 minggu janin sudah bisa menggerakkan tangan untuk menutupi wajahnya saat ada cahaya terang yang mengarah ke wajahnya. Gerakan tangannya ini mirip dengan permainan cilukba, Bu. Lucu, ya?

Nah, dari empat permainan tadi, mana yang menurut Ibu paling seru? Yuk, ajak si Kecil memainkannya bersama-sama supaya perkembangan janin semakin optimal dan Ibu pun bisa makin dekat dengannya meski kini ia masih berada di dalam kandungan.