Share Like
Simpan

Ibu, apa kabarnya hari ini? Apakah saat ini ada Ibu yang sedang menjalani masa kehamilan? Wah, senangnya ya, Bu. Jadi ingat, deh. Dulu waktu saya masih mengandung si Kecil, setiap kali melihat perut yang membesar, hati ini rasanya berbunga-bunga dan bahagia sekali. Rasanya, tak sabar untuk segera menggendong dan memeluknya, Bu.

Di masa kehamilan dulu, saya senang sekali ngobrol dengan si Kecil di dalam perut, Bu. Kadang-kadang, saya suka bercerita tentang hari-hari saya, atau sekedar menyanyikan lagu sebelum saya beristirahat di malam hari.  Tentu Ibu juga pernah melakukan hal yang sama, ya?

Nah, hari ini saya ingin membagikan info yang menarik seputar aktivitas tersebut, Bu. Ternyata, walaupun terlihat sederhana,  tapi aktivitas berbincang-bincang dengan janin di dalam kandungan memiliki manfaat tersendiri lho. Bu. Mau tahu apa saja? Berikut saya paparkan manfaatnya satu per satu:

Si Kecil Bisa Belajar dari Cerita Ibu.

Tahukah Ibu? Berdasarkan hasil riset dari Patricia K. Kuhl, PhD dari University of Washington, ternyata, dari cerita Ibu, si Kecil bisa mulai belajar tentang bahasa lho, Bu. Bahkan, hal ini bisa berlangsung dari 10 minggu terakhir di masa kehamilan Ibu! Menurut Kuhl, apa yang didengar janin saat berada di dalam kandungan ternyata dapat dipelajari dan didengarnya. Ini karena sebelum lahir pun, otak si Kecil sudah mulai belajar untuk menyerap informasi.

Melatih Kemampuan Indera si Kecil.

Berbicara dengan janin juga ternyata ikut melatih indera pendengaran si Kecil, serta membantu menghubungkan sel-sel saraf dalam otaknya. Selain itu, mendengarkan suara Ibu dan Ayah juga membuatnya bisa mulai belajar membedakan intonasi suara yang didengarnya selama berada di dalam kandungan.

Kesempatan Kita Belajar Jadi Orang Tua.

Dulu, waktu mengandung anak pertama, dokter saya lah yang pertama kali menyarankan untuk rajin berbicara kepada si Kecil. Alasannya, ini karena membiasakan diri bercakap-cakap dengan janin akan ikut melatih insting kita sebagai orang tua, Bu. Dengan begitu, Ibu dan suami pun semakin siap dalam menyambut kehadiran si Kecil nantinya.

Menenangkan Hati dan Melegakan Pikiran.

Mendengarkan suara lembut Ibu tentunya akan membuat si Kecil merasa nyaman dan aman selama berada di dalam perut. Namun, selain itu, saat berbincang-bincang, Ibu juga secara tak sadar mengeluarkan hormon endorphin yang ikut diterima si Kecil juga.  Menurut artikel yang saya baca dari Pregnancy.org, hormon ini tak hanya membuat si Kecil merasa tenang, tapi juga ikut mendukung proses pertumbuhan emosional dan kognitif yang positif bagi si Kecil.

Mempererat Hubungan Emosional Ibu dan si Kecil.

Seperti yang ditulis di situs Babycenter.co.uk, saat si Kecil mendengarkan suara Ibu yang menenangkan, ia pun secara perlahan mulai merasa dekat dan terikat dengan Ibu. Nah, inilah salah satu alasannya mengapa saat si Kecil sudah lahir nanti, ia cenderung lebih tertarik dengan suara Ibu yang sudah didengarnya sejak berada di dalam kandungan.

Menarik sekali, bukan?  Oleh sebab itu, yuk  mulai luangkan waktu untuk rutin berbicara dengan janin setiap harinya. Ajak suami juga ya, Bu. Ini tentu akan semakin memperindah momen yang indah dan menakjubkan ini. Selamat menjalani masa kehamilan!