Whatsapp Share Like Simpan

Asam amino adalah senyawa penyusun protein yang penting untuk metabolisme tubuh dan dibutuhkan oleh si Kecil. Apakah ia gemar menyantap daging, Bu? Nah, daging merupakan salah satu sumber asam amino yang baik untuk pertumbuhannya. Baik daging ayam maupun daging sapi, keduanya sama-sama dapat memenuhi kebutuhan gizi balita berupa protein yang diperlukan tubuh.

Secara umum, protein sendiri terdiri atas dua jenis yaitu protein hewani (yang berasal dari hewan) dan nabati (yang berasal dari tumbuhan). Seperti halnya gizi balita lain yang penting untuk tubuh, protein ini diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel serta jaringan dalam tubuh. Tak hanya itu, gizi balita yang satu ini juga berguna untuk memproduksi enzim, hormon, serta zat lain yang diperlukan untuk mengoptimalkan aktivitas tubuh.

Proses Pengolahan Protein Menjadi Asam Amino di Dalam Tubuh

Supaya protein dapat berubah menjadi asam amino, maka akan terjadi proses pengolahan di dalam tubuh. Berikut serangkaian prosesnya:

  1. Protein sudah mengalami pengolahan saat proses memasak yang akan membantu melunakkan jaringan ikat yang ada pada daging. Proses ini akan membuat daging menjadi lebih mudah dikunyah dan dicerna oleh sistem pencernaan di dalam tubuh.
  2. Saat  masuk ke dalam mulut, sumber protein mengalami proses dihancurkan oleh gigi untuk kemudian diteruskan ke lambung. Di sini, lambung merespon dengan cara memproduksi asam lambung yang disertai dengan produksi enzim pepsin.

Enzim ini bekerja memecah protein menjadi bentuk yang lebih sederhana. Pada fase ini, tidak semua protein dipisahkan menjadi asam amino, tapi hanya beberapa ikatan peptida di protein saja. Makanan yang diproses tersebut disebut chyme.

  1. Chyme kemudian dialirkan menuju usus 12 jari yang memicu organ pankreas memproduksi enzim selanjutnya. Ada tiga jenis enzim yang dikeluarkan, yaitu chymotrypsin, carboxypeptidase, dan tripsin. Ketiganya berfungsi untuk menghancurkan protein menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi sampai membentuk asam amino. Di usus 12 jari, asam amino akhirnya sudah dapat diserap oleh sel-sel usus untuk kemudian dibawa ke hati melalui aliran darah vena porta.
  2. Beberapa asam amino dari hati disalurkan ke semua sel di tubuh yang membutuhkannya. Dari sinilah asam amino berfungsi sesuai yang diperlukan oleh tubuh.

Berbagai Fungsi Asam Amino

Tubuh akan memakai asam amino yang telah siap digunakan untuk berbagai fungsi, seperti:

Artikel Sejenis

  • Menyeimbangkan cairan tubuh.
  • Membentuk berbagai hormon, seperti insulin dan tiroid.
  • Menjaga kadar asam basa di tubuh.
  • Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
  • Membantu proses pertumbuhan.
  • Membangun antibodi sebagai inti dari sistem imun yang berperan dalam melawan sel yang dianggap asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • Membentuk enzim yang bermanfaat sebagai katalis.
  • Membentuk neurotransmitter, yaitu senyawa kimia pada otak yang mengirim sinyal di antara sel saraf pada otak. Contoh neurotransmitter yang dibentuk adalah serotonin, norepinephrine, dan dopamin.

Baca juga: Perkembangan Balita dan Protein Untuk Perkembangan Tubuh Anak

Jenis Protein yang Tersusun dari Asam Amino

Pada dasarnya, protein ini merupakan senyawa organik yang disusun oleh beberapa asam amino. Setelah tahu asam amino adalah penyusun protein, lalu jenis protein apa saja yang tersusun dari asam amino dan apa manfaatnya untuk anak-anak? Berikut daftarnya:

  1. Triptofan. Triptofan merupakan salah satu asam amino penyusun protein yang sangat dibutuhkan dalam pemenuhan gizi balita. Triptofan ini dapat membantu menjaga pola tidur, mengendalikan berat badan berlebih, serta mengoptimalkan produksi hormon serotonin dalam tubuh si Kecil.

Hormon serotonin berfungsi sebagai neurotransmitter, yakni mengantarkan sinyal antar jaringan saraf. Selain dapat mempengaruhi suasana hati, hormon ini juga akan bermanfaat pada proses pembekuan darah, fungsi seksual, pembentukan tulang, dan sistem pencernaan.

  1. Lisin. Asam amino penyusun protein yang satu ini bermanfaat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang pada balita, mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuh, mengoptimalkan penyerapan kalsium, memaksimalkan produksi enzim dan antibodi tubuh, serta membantu pemulihan luka pasca operasi.
  2. Metionin. Selain kaya akan antioksidan, metionin ini juga dapat memperlancar sistem pencernaan anak dan menjaga kekuatan ototnya. Tak hanya itu, nutrisi yang satu ini juga mampu menjaga kekuatan dan kesehatan rambut anak agar tidak mudah rontok dan terlihat lebih lembut.
  3. Valin. Asam amino penyusun protein yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi gizi balita ini memiliki segudang manfaat, lho. Selain berperan penting dalam menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, valin juga membantu perbaikan jaringan yang rusak dan mengoptimalkan metabolisme otot anak.
  4. Leusin. Leusin merupakan asam amino yang paling umum dijumpai dalam protein. Zat ini diperlukan anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan tubuhnya serta membantu perbaikan kerusakan kulit, otot, dan tulang.
  5. Treonin. Asam amino yang satu ini bekerja pada sistem pencernaan tubuh, melindungi hati, serta mempertahankan keseimbangan protein di dalam tubuh. Tak hanya itu saja, treonin juga berperan penting dalam memaksimalkan perkembangan otak anak. Jika otak berkembang dengan maksimal, maka kecerdasannya pun akan turut meningkat.
  6. Fenilalanin. Zat ini merupakan salah satu asam amino yang memegang peranan penting dalam produksi pigmen melanin kulit dan hormon. Keberadaan fenilalanin dapat membantu meningkatkan kekuatan memori, menjaga keseimbangan nafsu makan, serta mengoptimalkan stamina tubuh.

Memenuhi Asam Amino di Dalam Tubuh

Supaya kebutuhan asam amino harian di dalam tubuh anak terpenuhi, berikan ia berbagai jenis sumber protein yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati.

  • Protein hewani:
    • Telur
    • Ikan
    • Daging ayam, sapi, kambing, kerbau, dan olahannya, seperti sosis, dendeng, dan bakso
    • Makanan laut, seperti cumi, kerang, kepiting, udang, dan lainnya
    • Susu
  • Protein nabati:
    • Jamur
    • Kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang merah, kacang tanah, kacang hijau, almond, edamame, dan lainnya
    • Tempe
    • Tahu
    • Oncom

Gejala Kekurangan Asam Amino

Biasanya, kekurangan protein juga akan disertai dengan kekurangan nutrisi lainnya yang disebabkan oleh asupan makanan yang kurang mencukupi. Di negara berkembang seperti Indonesia, masih banyak anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Asupan protein yang masuk ke tubuhnya masih kurang mencukupi, sehingga mengakibatkan gejala seperti:

  • Fisik tubuh yang kecil
  • Berat badan rendah
  • Rambut rapuh dan tipis
  • Edema (penumpukan cairan pada ruang di antara sel-sel tubuh)
  • Lesi kulit (kulit kemerahan karena infeksi virus)
  • Otot yang tumbuh abnormal

Itulah informasi seputar asam amino penyusun protein yang diperlukan oleh tubuh si Kecil agar fungsi tubuh dan perkembangannya maksimal. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan asam amino harian si Kecil, Ibu harus menyajikan berbagai sumber protein yang bervariasi setiap hari.

Berikan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang mengandung nutrisi lengkap untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi harian si Kecil. Di dalam susu ini sudah mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta selenium, zinc, omega 3 dan 6, serat pangan inulin, dan minyak ikan.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar nutrisi dan  tumbuh kembang anak, silahkan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.

 

Sumber:

Smarthealth