Whatsapp Share Like
Simpan

Selamat ya, Bu, si Kecil akhirnya lahir ke dunia! Tak terbayangkan rasa bahagia saat menyambut kedatangannya. Perjuangan dan kesabaran selama kurang lebih 9 bulan mengandung si Kecil pun berbuah manis. Kini saatnya untuk Ibu fokus mengurus semua kebutuhannya.

Di bulan pertama kelahirannya, bayi masih banyak tidur dan berusaha untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru. Bagi ibu baru, hal ini merupakan tantangan yang sangat besar. Tak jarang ada rasa cemas dan bingung bagaimanakah perkembangan bayi usia 1 bulan yang normal. Untuk menjawab pertanyaan Ibu, langsung saja simak tahapannya pada uraian di bawah ini:

Pertumbuhan Fisik

Merupakan hal yang normal jika berat badan bayi akan turun di minggu pertama kelahirannya karena saat di dalam rahim ia hidup di dalam cairan. Pada saat lahir, ia pun membawa banyak cairan ekstra yang akan hilang secara perlahan dalam beberapa hari setelah ia lahir. Hal inilah yang menyebabkan berat badannya turun. Jadi Ibu tak perlu mengkhawatirkan bila si Kecil terlihat lebih kecil daripada saat ia lahir.

Penyebab lain turunnya berat badan bayi baru lahir adalah ia sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kapasitas lambungnya pun masih sangat kecil sehingga ia belum bisa minum ASI dalam jumlah banyak. Biasanya penurunan berat badan ini hanya berlangsung selama 5 - 7 hari pertama kehidupannya dan akan kembali naik secara perlahan.

Namun penurunan berat badan ini juga memiliki batas normal, Bu. Untuk bayi ASI akan mengalami penurunan sebanyak 7-10%, sedangkan bayi dengan susu tambahan mengalami penurunan sebanyak 5%. Jika melebihi batas tersebut, tentunya menjadi tidak normal dan Ibu perlu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak.

(sumber: hellosehat.com)

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 1 bulan dari segi motorik memang belum terlalu banyak, Bu. Gerakan-gerakannya masih halus dan perlahan yang bisa dilihat dari gerakan tangan dan kaki sebagai tanda ia mulai belajar mengkoordinasikan anggota tubuhnya. Ia akan sering mengangkat tangan ke arah mulut atau mata serta secara refleks membuka jari-jari tangan saat Ibu mengusap kepalanya.

Gerakan motorik lainnya yang berkembang sangat baik adalah kemampuan menghisap saat menyusu sebagai bentuk gerakan refleks saat ia masih berada di rahim. Itulah sebabnya si Kecil dapat menghisap susu dari payudara ataupun dari botol. Namun kepala bayi usia 1 bulan masih sangat lemah, sehingga Ibu harus menopang kepala si Kecil saat akan mengangkatnya.

Perkembangan Sensorik

Dari segi perkembangan sensorik, telinga bayi usia 1 bulan sangat peka terhadap suara yang tiba-tiba, keras, dan mengejutkan, sehingga ia akan terlihat kaget dan terkadang menangis. Beberapa ada bayi yang sangat peka terhadap suara yang kecil dan membuatnya selalu terbangun saat mendengar suara. Si Kecil mulai mengenali suara orang yang sering ia dengar saat masih di dalam rahim, seperti suara ibu dan ayahnya. Namun saat didekati oleh suara orang asing yang belum pernah ia dengar, ia akan menangis.

Matanya juga sangat peka terhadap sinar atau cahaya yang terang, sehingga secara reflek ia akan menggerakkan bola matanya. Namun ia masih mengalami rabun jauh dengan jarak pandang sekitar 20 – 31 cm saja. Penglihatannya juga masih belum berwarna alias hitam putih dan baru akan normal pada usia tertentu. Indera penciumannya mulai merespon dengan sangat baik terhadap aroma. Terlebih pada aroma puting ibunya dimana saat lapar ia akan menoleh dan mendekat ke arah puting untuk menyusu.

Di usia ini bayi juga sangat sensitif terhadap gerakan. Ia bisa merasakan saat Ibu menidurkannya di dalam boks atau kasur dan refleks terbangun. Ia juga mulai sering terbangun di malam hari untuk menyusu, menangis saat buang air, lapar, haus, atau pakaiannya basah. Namun bila si Kecil menangis di luar penyebab tersebut, bisa jadi ia sedang merasa tidak nyaman atau bosan. Ibu bisa mengajaknya keluar kamar, misalnya di teras rumah sambil mengajaknya bernyanyi pelan. Si Kecil juga akan sering sendawa saat kekenyangan, cegukan, muntah saat kekenyangan, berkedip, dan menjerit. Jari-jari tangannya pun mulai bisa menggenggam secara reflek, seperti saat Ibu meletakkan jari ke telapak tangannya.

Bagi para Ibu baru, semoga informasi seputar perkembangan bayi  usia 1 bulan di atas dapat membantu, ya. Merupakan hal yang wajar bila ibu baru merasa mudah panik dan cemas saat mengasuh bayi di awal kelahirannya. Untuk itu Ibu harus banyak mencari informasi dan bertanya kepada orangtua, keluarga, ataupun teman yang sudah berpengalaman. Sebisa mungkin berikan ASI eksklusif hingga usia si Kecil 6 bulan agar tumbuh kembangnya optimal. Ibu pun harus mengonsumsi sumber makanan kaya nutrisi agar kualitas ASI meningkat serta minum susu Frisian Flag Mama sebanyak dua gelas per hari. Selain baik dikonsumsi selama hamil, susu ini juga bisa dikonsumsi selama Ibu menyusui untuk memberikan tambahan nutrisi pada kandungan ASI. Frisian Flag Mama mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, dan kalsium yang dibutuhkan ibu menyusui.

Frisian Flag Mama, untuk kebaikan janin dan Mama