Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi baru lahir (newborn) membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya maupun keluarga yang lain. Meski bayi akan tidur hampir sepanjang hari, siapapun yang melihatnya bisa ikut merasakan kedamaiannya. Namun, tak jarang bayi baru lahir sering kaget bila mendengar suara-suara yang cukup keras. Hal ini pun dapat menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sebenarnya, Ibu tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, karena merupakan hal wajar bagi bayi baru lahir sering merasa kaget. Bayi sering kaget ini biasanya terjadi hingga ia berusia 4 sampai 5 bulan.

Mengenal Fenomena Kaget pada Bayi Baru Lahir

Sentakan bayi baru lahir saat tidur seperti kaget adalah bentuk dari suatu refleks primitif sebagai bagian dari mekanisme adaptasi manusia. Refleks kejut (startle reflex) tersebut dikenal sebagai “refleks Moro”, yang membantu bayi beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Saat tersentak kaget, seringkali bayi tetap terlelap. Hanya kedua tangannya yang terentang dan kadang-kadang juga menangis.

Saat bayi sering kaget juga menandakan otot-otot refleksnya bekerja dengan baik, sekaligus memperlihatkan daya pendengarannya berfungsi dengan baik. Malah, bayi yang tidak kaget atau lemah refleksnya, perlu dikhawatirkan, Bu. Bisa jadi hal itu disebabkan oleh trauma saat lahir atau sebab-sebab lainnya, seperti pengaruh obat-obatan, adanya penyakit, atau lainnya. Kalau hal itu diketahui sejak dini, dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan hal tersebut.

Cara Mengecek Refleks Moro pada Bayi

Untuk melihat bagaimana refleks Moro bekerja pada bayi baru lahir, Ibu dapat melakukan beberapa tes berikut:

  1. Letakkan bayi di atas alas yang lembut. Angkat sedikit kepalanya dengan lembut (bukan badannya), sekadar mengangkat berat badannya dari alas.
  2. Lepaskan sebentar pegangan Ibu pada kepala bayi (lakukan hati-hati), dan cepat ditopang lagi. Kepala bayi akan terkulai sesaat ke belakang. Respons normal bayi adalah membuka matanya dan terlihat seperti tertegun.
  3. Kedua lengan bayi harus digerakkan ke samping dengan telapak tangan ke atas dan lentur. Jika kaget, kedua tangannya akan terangkat dan mungkin ia akan menangis sebentar. Namun jika hanya salah satu tangan saja yang terangkat, ada kemungkinan sisi tubuh pada tangan yang tidak terangkat mengalami cedera saraf atau mengalami patah tulang bahu.
  4. Begitu refleksnya berakhir, lengan bayi akan kembali menempel tubuhnya dan lama-kelamaan menjadi lentur.

Hal ini adalah refleks normal pada bayi baru lahir. Kemampuan refleks Moro sudah ada beberapa saat sejak bayi lahir dan perlahan-lahan akan menghilang. Biasanya dokter akan memeriksa refleks Moro pada bayi, terutama bayi prematur yang lahir setelah usia 28 minggu. Refleks Moro biasanya akan mencapai sempurna setelah usia kandungan melewati minggu ke-34 (trimester ketiga).

Artikel Sejenis

Tips Agar Bayi Tidak Sering Kaget

Meski refleks Moro merupakan hal yang normal dan menunjukkan bahwa ia sehat, tapi bayi sering kaget akan membuatnya jadi sulit tidur. Alhasil ia pun jadi rewel dan kualitas tidurnya pun tidak baik, sehingga dapat berdampak buruk pada proses tumbuh kembangnya. Sebagai solusi, ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan agar bayi tidak sering kaget, yakni:

  1. Letakkan bayi secara perlahan.
    Saat Ibu hendak memindahkan bayi tidur ke dalam boksnya atau di atas tempat tidur lain, dekatkan dulu ia dengan tubuh Ibu. Peluklah sesaat sebelum Ibu melepaskannya. Begitu bayi merasakan kasurnya, biasanya ia akan merasa cukup nyaman.

  2. Membedong bayi.
    Bedonglah bayi cukup rapat untuk memberikannya rasa nyaman dan aman seperti saat masih berada di rahim. Dengan begitu, bayi dapat tidur lebih nyenyak dan tidak mudah terganggu oleh suara. Gunakan kain yang lembut untuk membedong dan jangan pernah memaksa untuk meluruskan kaki bayi ya, Bu. Cara membedong bayi  yang benar adalah tetap membiarkan posisi kakinya agak menekuk dan hanya meluruskan tangannya saja di dalam kain bedong.

  3. Disusui sambil berbaring.
    Selain bisa memberikan kesempatan Ibu untuk beristirahat, menyusui bayi sambil berbaring bersamanya membantu bayi lebih tenang. Saat sudah selesai menyusu, bayi dapat langsung tertidur di kasur tanpa perlu untuk memindahkannya lagi.

  4. Tenangkan saat ia terkejut.
    Saat bayi merasa kaget, tenangkan ia dengan suara halus sambil mengusap-usapnya dengan lembut. Dengan begitu, bayi akan merasakan bahwa ia aman karena Ibu ada untuknya dan dapat tidur tenang lagi.

Setelah mengetahui tentang refleks Moro, Ibu jadi tidak perlu khawatir lagi saat bayi sering kaget. Namun apabila Ibu merasa khawatir jika ia sangat sering kaget atau justru kurang reaktif, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli perkembangan anak. Pengenalan dan pemeriksaan untuk mengetahui gejala kelainan sejak dini sangat membantu dalam tumbuh kembang bayi. Hal-hal seputar kesehatan bayi dan lainnya juga bisa Ibu ketahui di sini.