Secara teori, tummy time adalah sebuah latihan yang bermanfaat untuk si Kecil mengembangkan otot leher dan bahu yang kuat sekaligus meningkatkan keterampilan motorik mereka. Selain itu tummy time juga bermanfaat untuk membangun hubungan yang semakin erat antara Ibu dan si Kecil.

Tummy time perlu dilakukan karena kalau kepala si Kecil dibiarkan dalam posisi yang sama terus menerus, lempeng tulang tengkorak mereka lama kelamaan bisa menjadi datar. Meski di lain sisi, sangat disarankan bagi Ibu untuk menidurkan si Kecil dalam posisi telentang untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak. 

Tummy time juga memberikan kesempatan pada si Kecil untuk merasakan posisi yang berbeda selain berbaring. Oleh karena itu, saat melakukan tummy time sangat penting untuk dilakukan saat si Kecil terjaga atau tidak mengantuk dan penuh pengawasan Ibu atau Ayah.

Tummy time bisa membantu si Kecil untuk membangun kekuatan yang dibutuhkan untuk duduk, berguling, merangkak dan berjalan. 

Ternyata, secara medis direkomendasikan untuk bayi memulai tummy time beberapa hari setelah mereka pulang dari rumah sakit pasca lahir dan menyarankan orang tua untuk tidak menunda latihan ini. Rekomendasi medis ini disarankan oleh American Academy of Pediatrics. 

Artikel Sejenis

Berapa Lama Sebaiknya Si Kecil Melakukan Tummy Time?

Ibu bisa membiasakan si Kecil untuk melakukan tummy time setiap hari dengan total durasi selama 15 menit. Durasi ini bisa Ibu pecah dalam dua hingga tiga sesi, yang masing-masing berlangsung tiga hingga lima menit. Hal paling penting dan berkali-kali untuk diingatkan agar tummy time yang dilakukan si Kecil harus penuh dengan pengawasan Ibu untuk mencegah risiko berbahaya terjadi.

Seiring bertambahnya usia si Kecil, Ibu bisa membiarkan tummy time si Kecil dilakukan lebih lama karena tubuh bayi akan membesar sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk membangun kekuatan mereka.

Bagaimana Cara Melakukan Tummy Time?

Waktu yang ideal untuk melakukan tummy time adalah setelah si Kecil bangun dari tidur siang atau setelah si Kecil diganti popoknya. Kemudian, berikut beberapa hal yang harus dilakukan:

  1. Bersihkan area di lantai. Tempatkan si Kecil dengan posisi tengkurap secara perlahan di atas playmat atau handuk bersih sehingga ia bertumpu dengan perutnya.
  2. Kelilingi si Kecil dengan beberapa mainan favoritnya.
  3. Jangan lupa berinteraksi dan berikan afirmasi serta apresiasi ketika si Kecil berhasil mengangkat leher, kepala, tangan atau kakinya dengan baik.
  4. Bisa juga berikan cermin di depan si Kecil supaya ia teralih dengan melihat bayangannya sendiri.

Cobalah untuk menjaga posisi tengkurap si Kecil saat tummy time ini selama tiga hingga lima menit, dua hingga tiga kali sehari. Saat si Kecil mulai menikmati tummy time, lakukan sesi yang lebih lama dan lebih sering sepanjang hari ya, Bu.

Selain cara tummy time di atas, berikut beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk meningkatkan kemampuan si Kecil dalam tummy time:

  1. Ibu ikut tengkurap di lantai dengan berhadapan-hadapan atau berdampingan di sebelahnya. Berinteraksi dengan mengobrol atau menawarkan si Kecil mainan kesukaannya.
  2. Saat memberikan cermin untuk stimulasi, variasikan posisi di kanan atau kiri si Kecil namun tetap di depannya ya, Bu.
  3. Posisikan mainan kesukaan si Kecil di sekitarnya supaya ia tergoda untuk meraihnya. Dengan begini semua ototnya akan terpacu untuk berkembang.
  4. Di awal pengenalan tummy time, Ibu bisa sanggah posisi si Kecil dengan meletakkan bantal menyusui atau bantal lainnya di bawah dada dan lengannya.
  5. Posisikan posisi tummy time si Kecil di perut Ibu sendiri saat Ibu dalam posisi berbaring telentang. Interaksi lebih dekat dengan si Kecil di posisi ini ya Bu. 

Manfaat Berlatih Tummy Time Bagi Si Kecil

Menerapkan latihan tummy time ini tentu punya alasan tertentu yang bermanfaat untuk si Kecil, diantaranya adalah:

  1. Mendorong si Kecil melatih otot mereka mulai dari otot lengan, bahu, punggung atas dan leher
  2. Mengasah keterampilan motorik si Kecil seperti meraih, berguling, duduk dan merangkak.
  3. Mencegah sindrom kepala datar atau plagiocephaly
  4. Mengurangi risiko perut kembung pada si Kecil
  5. Mengembangkan kemampuan si Kecil untuk menopang dan mengontrol kepalanya
  6. Meningkatkan hubungan Ibu dan si Kecil

Bagaimana Jika si Kecil Menolak untuk Melakukan Tummy Time?

Di awal-awal, sangat wajar ya Bu kalau si Kecil kadang tidak mau diposisikan tengkurap dan kurang menikmati waktu tummy time. Tapi, Ibu bisa lakukan beberapa cara ini untuk menanganinya:

  1. Coba lakukan tummy time sebentar dulu dalam durasi satu sampai dua menit. Ketika sudah mulai terbiasa, bisa lakukan tummy time dengan waktu yang lebih lama. 
  2. Pindah lokasi tummy time. Bisa jadi si Kecil bosan dengan pemandangan yang ia lihat.
  3. Pijat kaki si Kecil sambil melakukan tummy time

Sebagai patokan, biasanya di usia 3 bulan dengan tummy time si Kecil akan mampu mengangkat kepala mereka 45 derajat. Di usia 4 bulan, kemudian mereka bisa mengangkat kepalanya hingga 90 derajat. Memasuki usia 9 bulan, si Kecil akan mulai bisa merangkak hingga sangat lincah. Itu sebabnya ya Bu, berkali-kali untuk selalu diingatkan agar tummy time sangat memerlukan perhatian khusus dari Ibu atau Ayah.

Selain rutin mengajak latihan tummy time, Ibu juga harus selalu memastikan asupan nutrisi bagi si Kecil. Sumber utama nutrisi tentu adalah ASI. Sehingga penting untuk Ibu selalu menjaga dan meningkatkan kualitas ASI. Namun jika ASI dirasa tidak cukup karena alasan medis tertentu, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya Bu! 

Untuk meningkatkan dan menjaga kualitas ASI, salah satu caranya dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM secara rutin. Susu ini mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. 

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 180 kalori dan 9 gram protein dalam 1 gelasnya. Dengan mengonsumsi 2x sehari, Ibu sudah bisa mendapatkan 15% asupan energi dari Frisian Flag Primamum. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan tidak bikin enek sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Yang tak kalah penting, Ibu tetap harus memantau tumbuh kembang si Kecil secara rutin dengan bantuan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk mengetahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar kepala si Kecil sesuai grafik pertumbuhan dari WHO. Yuk, cobain fiturnya di sini.