Whatsapp Share Like Simpan

Bagi Ibu yang baru memiliki buah hati, mungkin bingung bagaimana cara menyusui bayi yang benar. Meski terlihat mudah, biasanya beberapa Ibu harus adaptasi terlebih dahulu untuk menemukan posisi dan cara menyusui bayi yang benar. Sebab, posisi menyusui yang kurang tepat dapat menyebabkan puting payudara Ibu jadi lecet sehingga membuat Ibu tak nyaman. 

Bila kondisi tersebut terus dibiarkan, lambat laun produksi ASI akan berkurang, sehingga si Kecil akan kekurangan asupan ASI. Pada kondisi yang lebih serius, berat badan si Kecil akan sulit bertambah. Itulah sebabnya Ibu perlu mengetahui cara menyusui bayi yang benar demi kelancaran proses “mengASIhi” dengan nyaman.

Persiapan Sebelum Mulai Menyusui Bayi

Sebenarnya cara menyusui bayi yang benar sudah bisa Ibu pelajari sejak masa kehamilan. Meski bayi masih dalam kandungan, Ibu sudah bisa bertanya kepada dokter, teman, membaca artikel atau buku yang berkaitan dengan proses menyusui. 

Dengan begitu, saat bayi terlahir ke dunia, Ibu sudah bisa menerapkan ilmu yang sebelumnya dipelajari. Nah, berikut ini beberapa anjuran untuk mempersiapkan Ibu sebelum mulai menyusui bayi: 

  • Dekatkan bayi pada tubuh Ibu dengan cara menerapkan interaksi langsung antara kulit (skin to skin contact) tepat setelah bayi lahir.
  • Usahakan untuk tidak memberikan botol dot maupun puting buatan sampai bayi bisa menemukan dan menempel dengan mudah pada puting payudara Ibu.
  • Bila Ibu sedang di luar rumah, carilah ruangan khusus menyusu atau ruang yang tenang. Sebab, badan yang rileks bisa memengaruhi cara menyusui bayi yang benar. 
  • Gunakan bra khusus untuk memudahkan Ibu saat menyusui.
  • Gunakan pakaian yang mudah digunakan Ibu menyusui (busui friendly)
  • Ibu bisa gunakan bantal khusus menyusui (nursing pillow) untuk memudahkan cara menyusui bayi yang benar dan nyaman

Posisi dan Cara Menyusui Bayi yang Benar 

Setelah Ibu mempersiapkan beberapa hal sebelum mulai menyusui, kini saatnya Ibu mengetahui posisi dan cara menyusui bayi yang benar. Berikut adalah hal-hal yang perlu Ibu perhatikan:

Artikel Sejenis

  • Pastikan kondisi rileks dan nyaman

    Cara menyusui bayi yang benar sebaiknya berada dalam kondisi yang rileks dan nyaman. Kondisi ini tak hanya berlaku bagi Ibu saja ya, tetapi juga bagi si Kecil. Posisi yang tepat yaitu ketika kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini bertujuan agar ia lebih mudah menelan ASI. 

    Selain itu, cara menyusui bayi yang benar ini pun dapat dilakukan dengan menyangga menggunakan tangan Ibu atau mengganjalnya dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting Ibu. Dengan begitu, bayi akan terdorong untuk membuka mulutnya.

  • Mendekatkan bayi ke payudara

    Cara menyusui bayi yang benar selanjutnya yaitu dengan mendekatkan bayi ke payudara Ibu saat ia mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu. Setelah itu, Ibu perlu menunggu hingga mulutnya terbuka lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika ia belum melakukannya, Ibu dapat membimbing dengan menyentuh lembut bagian bawah bawah bibirnya dengan puting susu Ibu. 

  • Perlekatan yang tepat

    Posisi perlekatan yang tepat (latch on) termasuk cara menyusui bayi yang benar agar tidak muncul rasa sakit atau tidak nyaman, sehingga bayi bisa menyusu dengan lancar. 

    Posisi perlekatan terbaik yaitu ketika mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, tetapi juga pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin.

    Tanda bahwa perlekatan sudah benar yaitu saat Ibu tidak merasakan nyeri ketika bayi menyusu dan ia memperoleh ASI yang cukup. Di momen ini, Ibu bisa mendengarkan ketika bayi menelan ASI. 

  • Sesuaikan kembali posisi bayi

    Bila Ibu merasa nyeri di tengah-tengah proses menyusui, sebaiknya lepas perlekatan dengan memasukkan jari kelingking ke dalam mulut bayi dan letakkan di antara gusinya. 

    Gerakan tersebut akan membuat bayi berhenti menyusu dan Ibu bisa menyesuaikan atau membetulkan kembali posisi bayi. Langkah tersebut termasuk ke dalam cara menyusui bayi yang benar agar Ibu dan si Kecil jadi lebih nyaman. 

    Setelah melepas perlekatan, Ibu bisa coba lagi untuk melakukan perlekatan yang lebih baik. Setelah posisinya sudah benar dan nyaman, biasanya bayi akan dapat menyusu kembali dengan baik. 

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah tanda perlekatan Ibu sudah benar:

    • Dagu bayi menyentuh payudara Ibu
    • Bibir bagian bawah bayi menempel pada bagian bawah puting payudara dan mulutnya terbuka lebar
    • Areola (bagian berwarna gelap yang mengelilingi puting susu) bagian bawah lebih banyak masuk ke mulut bayi dibandingkan bagian atas
    • Cara menyusui bayi yang benar terlihat ketika bayi menghisap puting dengan pelan, berirama, tidak tergesa-gesa, dan tidak terdengar bunyi berdecak. 
    • Pipi bayi akan tampak menggembung 
    • Ibu tidak merasa kesakitan
  • Waktu menyusu yang benar 

    Untuk bayi baru lahir, biasanya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi antara Ibu dan bayi agar proses menyusu berjalan lancar. Nah, cara menyusui bayi yang benar selanjutnya yaitu dengan memerhatikan waktu menyusu yang tepat. 

    Biasanya bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Bagi bayi baru lahir, biasanya disusui setiap 2-3 jam dengan waktu menyusu sekitar 15-20 menit setiap kalinya. 

Apa yang Perlu Ibu Lakukan Setelah Bayi Selesai Menyusu?

Meski cara menyusui bayi yang benar sudah Ibu lakukan dan si Kecil sudah selesai menyusu, tetapi tugas Ibu belum selesai lho. Sebab, cara menyusui bayi yang benar juga mencakup kebiasaan Ibu setelah proses ini berlangsung. Artinya, Ibu tetap harus melakukan beberapa hal setelah si Kecil selesai menyusu. 

Setelah si Kecil merasa kenyang, sebaiknya Ibu menyendawakannya dengan cara menepuk-nepuk punggung si Kecil secara lembut dan perlahan. Hal ini bertujuan agar si Kecil dapat mengeluarkan udara yang berlebih setelah proses menyusu. 

Pasalnya, jika udara tersebut ada di dalam perut si Kecil terlalu lama, maka dapat menyebabkan rasa tidak nyaman hingga memicu kolik. Bahkan, bayi bisa merasa sangat kekenyangan atau begah sehingga cenderung malas untuk menyusu lagi di waktu selanjutnya. 

Oleh karena itu, menepuk punggu si Kecil termasuk cara menyusui bayi yang benar agar memberikan ruang di dalam perutnya untuk bisa minum lebih banyak ASI. Namun, bila punggung si Kecil sudah ditepuk-tepuk, tetapi tak kunjung bersendawa, maka Ibu tidak perlu menunggunya dalam waktu yang lama hingga ia bersendawa. 

Sebab, ada pula bayi yang tidak dapat bersendawa karena tidak terlalu banyak menelan udara saat menyusu. Akan tetapi, jika jumlah ASI yang diminum cukup banyak, kemungkinan si Kecil sudah menelan sejumlah udara. 

Bila kondisi tersebut dialami si Kecil, usahakan untuk membuatnya bersendawa setelah menyusu ya, Bu. Sebab, ini termasuk ke dalam cara menyusui bayi yang benar dan nyaman.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, merawat kebersihan puting Ibu juga termasuk ke dalam cara menyusui bayi yang benar lho. Lakukan perawatan dengan tepat agar proses menyusu berlangsung nyaman. Hindari pemakaian sabun yang mengandung terlalu banyak bahan kimia di daerah puting karena bisa menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah. 

Tak hanya itu, asupan gizi Ibu juga sangat memengaruhi kualitas ASI yang dikeluarkan. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan cairan harian. Salah satu nutrisi yang perlu dikonsumsi yaitu susu khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui dari Frisian Flag MAMA.

Susu Frisian Flag MAMA mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium. Selain menjaga kesehatan tulang dan gigi, susu ini juga dapat mengoptimalkan kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.