Whatsapp Share Like Simpan

Implantasi adalah kondisi keluarnya bercak darah dari vagina pada masa awal kehamilan. Saat implantasi muncul, banyak yang menganggap bahwa kondisi ini merupakan gejala menstruasi biasa, bukan sebagai tanda kehamilan. Itulah sebabnya, banyak wanita yang tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Umumnya implantasi adalah pendarahan normal yang terjadi sekitar 7-14 hari setelah pembuahan atau berhubungan seksual. Maka dari itu, pendarahan ini biasanya dianggap sebagai salah satu tanda awal kehamilan. Selain memiliki gejala yang serupa, pendarahan implantasi juga bisa saja terjadi berdekatan dengan jadwal menstruasi, sehingga banyak wanita yang terkecoh dengan kondisi tersebut. Nah, supaya Ibu mengetahui ciri-ciri implantasi dan perbedaannya dengan darah menstruasi, simak penjelasannya di artikel ini, yuk!

Penyebab Pendarahan Implantasi

Pendarahan implantasi adalah bercak darah yang mirip dengan darah menstruasi. Penyebab munculnya pendarahan karena implantasi ini disebabkan oleh penempelan atau pelekatan embrio pada dinding rahim yang menyebabkan luka kecil, yang kemudian akan sembuh dan menutup lagi dengan sendirinya. Embrio atau bakal janin ini merupakan hasil pembuahan ketika sel sperma bertemu sel telur di dalam rahim. Keluarnya pendarahan implantasi merupakan hal yang normal dan tidak membahayakan kesehatan ibu hamil dan embrio atau bakal janin.

Ciri-ciri Pendarahan Implantasi

Untuk membedakan tanda pendarahan implantasi dengan menstruasi biasa, Ibu bisa mengenalinya dari ciri-ciri berikut ini:

  • Warna darah

    Salah satu ciri implantasi yaitu warna darahnya lebih cerah dibandingkan dengan darah menstruasi . Bila Ibu perhatikan, darah menstruasi umumnya berwarna merah terang atau merah gelap. Sedangkan, warna awal saat pendarahan implantasi adalah merah muda, kemudian saat pendarahan mulai hilang, warnanya bisa berubah menjadi sedikit kecokelatan atau disebut juga flek cokelat.

    Artikel Sejenis

  • Jumlah bercak darah yang keluar

    Ciri kedua dari pendarahan implantasi adalah jumlah bercak darah yang keluar. Saat implantasi muncul, bisanya jumlah darah yang keluar cenderung sedikit atau bahkan hanya berupa bercak. Apabila darah yang keluar mengalir, aliran darahnya pun pelan dan tidak deras. Darah yang keluar pun tidak berbentuk gumpalan seperti darah menstruasi. 

    Sedangkan, darah menstruasi akan keluar secara bertahap, mulai dari flek cokelat, kemudian semakin deras dan banyak seiring, namun darahnya akan semakin sedikit jika periode menstruasi sudah selesai.

  • Kram perut

    Ciri selanjutnya dari pendarahan implantasi adalah munculnya kram di perut yang sedikit menyerupai kram saat menstruasi. Perbedaan kram saat menstruasi dan implantasi adalah frekuensi kemunculannya, saat implantasi kram yang muncul cenderung lebih cepat dan singkat dibandingkan kram menstruasi.

  • Terdapat jeda waktu

    Tanda lainnya dari pendarahan implantasi adalah jeda waktu kemunculan darah. Saat mengalami menstruasi, biasanya setiap wanita akan mengeluarkan darah secara terus menerus selama kurang lebih 2-7 hari. Sementara, keluarnya darah saat pendarahan implantasi memiliki jeda waktu. Misalnya, bercak darah muncul pada pagi hari, kemudian berhenti beberapa saat. Namun, pada malam hari, bercak darah akan muncul lagi. Ciri lainnya dari implantasi adalah bercak darah yang tidak muncul setiap hari, bisa saja darah baru muncul lagi sekitar 2 hari setelahnya. Umumnya, pendarahan implantasi berlangsung sekitar 1-3 hari saja.

Tanda Awal Kehamilan Selain Implantasi

Pada dasarnya, implantasi adalah tanda awal kehamilan. Namun, sebenarnya ada tanda hamil lainnya yang bisa Ibu ketahui sejak awal. Apalagi jika bercak darah yang keluar disertai dengan sejumlah gejala lain, maka sangat tinggi kemungkinannya bahwa bercak darah implantasi adalah pertanda kehamilan. Berikut ini beberapa tanda awal kehamilan, di antaranya:

  • Mual
  • Nafsu makan berkurang
  • Indera perasa cenderung berubah
  • Suhu tubuh meningkat, terutama di pagi hari
  • Nyeri payudara
  • Jadwal menstruasi terlambat

Oleh karena pendarahan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan, maka pendarahan implantasi adalah salah satu ciri hamil yang paling pertama muncul, bahkan sebelum Ibu mulai mengalami morning sickness atau mual-mual.

Setelah Ibu mengetahui implantasi adalah pendarahan sebagai tanda awal kehamilan, maka sudah saatnya Ibu memenuhi asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan adalah susu kaya nutrisi yang diformulasikan untuk Ibu hamil dan Ibu menyusui. 

Nah, susu Frisian Flag MAMA bisa jadi pilihan tepat karena mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, serat pangan (inulin), serta 29 vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang bayi.  Susu Frisian Flag MAMA mempunyai 2 manfaat sekaligus dalam 1 produknya, yaitu dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Hadir dengan rasa cokelat yang lezat dan bisa diminum dalam sajian susu panas maupun dingin sesuai selera Ibu. Dengan mengonsumsi 2 gelas susu Frisian Flag MAMA setiap hari dapat memberikan tambahan energi sebanyak 380 kkal dan protein sebanyak 18 gram yang mendukung asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui. Susu Frisian Flag MAMA hadir dalam kemasan kotak yang bisa Ibu beli di minimarket terdekat dan berbagai marketplace.

Baca juga: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

Risiko Pendarahan di Awal Kehamilan

Seperti yang telah disebutkan, implantasi adalah kondisi pendarahan yang normal dialami wanita di awal kehamilan. Akan tetapi, pendarahan saat hamil muda tetap perlu diperhatikan dengan lebih cermat. Jika perlu, Ibu sebaiknya langsung memeriksakan kondisi kandungan ke dokter untuk mengetahui jenis pendarahan. Pasalnya, ada beberapa kemungkinan lain yang menyebabkan Ibu mengalami pendarahan selain implantasi, di antaranya:

  • Iritasi pada leher rahim atau serviks

    Pendarahan saat hamil muda bisa disebabkan oleh iritasi leher rahim atau serviks. Ibu hamil akan mengalami lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke serviks. Kondisi inilah yang membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah iritasi, sehingga mengeluarkan flek hingga pendarahan. Selain itu, iritasi serviks juga dapat disebabkan oleh infeksi atau luka akibat berhubungan seks saat hamil.

  • Infeksi vagina

    Implantasi adalah pendarahan yang biasa dialami oleh wanita di awal kehamilan, sedangkan infeksi vagina merupakan kondisi yang rentan dialami oleh sebagian besar Ibu hamil. Sebab, saat hamil, sistem kekebalan tubuh Ibu cenderung melemah. Akibatnya, Ibu hamil mengalami sejumlah keluhan, seperti keputihan, vagina gatal, muncul bau tak sedap dari vagina, hingga keluar darah. Nah, kondisi-kondisi tersebut bisa jadi pertanda Ibu hamil terkena infeksi vagina.

  • Kehamilan ektopik

    Pada beberapa kasus, keluarnya flek cokelat dan pendarahan saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik, yaitu hamil di luar kandungan atau rahim. Jika implantasi adalah kondisi yang normal, lain halnya dengan kehamilan ektopik ya, Bu. Kehamilan ektopik harus segera ditangani oleh dokter karena dapat berbahaya bagi keselamatan Ibu dan janin.

    Ibu sebaiknya segera temui dokter jika pendarahan disertai dengan beberapa gejala, seperti pusing yang parah, nyeri bahu, merasa lemas, nyeri perut atau panggul berlebihan, kulit terlihat pucat, sakit saat buang air kecil dan besar, diare, serta pingsan.

  • Keguguran

    Apabila implantasi adalah pendarahan yang menjadi tanda awal kehamilan, lain halnya dengan pendarahan keguguran ya, Bu. Pendarahan apapun pada masa kehamilan bisa menjadi tanda awal keguguran lho. Kondisi pendarahan ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kram dan nyeri perut, nyeri punggung bagian bawah, keluar darah merah dalam jumlah yang banyak, serta keluarnya gumpalan dari vagina.

  • Hamil anggur

    Hamil anggur merupakan kelainan yang muncul akibat pembentukan plasenta yang abnormal saat kehamilan. Sebenarnya hamil anggur tergolong komplikasi kehamilan yang jarang terjadi, namun Ibu tetap perlu mewaspadai kondisi ini. Jika Ibu mengalami pendarahan setelah dinyatakan hamil yang disertai beberapa gejala, Ibu wajib hati-hati. Berikut ini beberapa gejala hamil anggur:

    • Pendarahan pada trimester pertama
    • Mula dan muntah yang sangat parah
    • Perut terlihat membesar melebihi usia kehamilan 
    • Keluarnya cairan berwarna kecokelatan atau gumpalan seperti anggur dari vagina
    • Nyeri panggul yang sangat parah

Jika Ibu mengalami tanda-tanda pendarahan implantasi seperti yang telah disebutkan, tetapi masih ragu apakah Ibu hamil atau tidak, cobalah lakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack. Namun, jika kehamilan sudah Ibu ketahui sejak awal dan mengalami pendarahan, sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan agar mencegah terjadinya komplikasi kehamilan.