Whatsapp Share Like Simpan

Ciri-ciri masa subur dapat terlihat dari beberapa gejala yang bisa Ibu rasakan sendiri atau menggunakan alat tes khusus. Mengetahui masa subur merupakan hal yang perlu diketahui saat hendak merencanakan kehamilan. Bagi Ibu yang sedang menjalankan program hamil, maka wajib mengetahui apa saja ciri-ciri masa subur guna memaksimalkan rentang waktu tersebut untuk berhubungan seks. Hal yang paling umum terjadi, masa subur wanita dimulai ketika siklus haid atau menstruasi telah selesai. Pada waktu subur ini pun terdapat jendela subur yang tergantung pada lamanya siklus menstruasi, sehingga setiap wanita mempunyai waktu berbeda-beda. Selain untuk merencanakan kehamilan, mengenali ciri-ciri masa subur juga dapat dimanfaatkan untuk memahami siklus menstruasi dan memerhatikan ada tidaknya gangguan kesuburan.

Apa Saja Ciri-ciri Masa Subur?

Seperti yang telah disebutkan, ciri-ciri masa subur pada setiap wanita berbeda-beda, bahkan sebagian ada yang tidak merasakan ciri-ciri tersebut. Waktunya pun berbeda, ada yang mengalami masa subur tepat di tanggal tertentu setiap bulannya, namun ada pula yang mengalami perubahan tanggal masa subur di setiap bulan. 

Pada kondisi normal, wanita usia produktif umumnya memiliki siklus haid atau menstruasi sekitar 28-32 hari dengan masa subur sekitar 12-16 hari sebelum masa haid atau menstruasi berikutnya. Supaya lebih jelas, berikut ini ciri-ciri masa subur yang bisa Ibu perhatikan:

  • Ciri-ciri masa subur: Perubahan suhu basal tubuh

    Suhu basal tubuh adalah suhu saat tubuh istirahat atau suhu paling rendah dalam satu hari. Biasanya, suhu basal tubuh diukur saat baru bangun tidur. Pada kondisi normal, suhu basal tubuh akan konsisten pada awal siklus menstruasi. Akan tetapi, saat mendekati masa subur, suhu tubuh mungkin akan sedikit menurun, kemudian meningkat saat ovulasi. Perubahan suhu tubuh ini terjadi karena hormon estrogen yang meningkat saat masa ovulasi.

    Suhu tubuh basal sebelum ovulasi berkisar antara 36,1–36,4ºC. Sementara, peningkatan suhu basal tubuh pada ovulasi biasanya sekitar 0,4–1 derajat atau antara 36,4–37ºC.

    Artikel Sejenis

  • Ciri-ciri masa subur: Perubahan cairan serviks

    Setiap wanita mungkin mengeluarkan cairan serviks dengan tekstur atau kekentalan yang berbeda. Namun, cairan serviks pada masa subur umumnya akan lebih lengket dan berwarna bening keputihan menyerupai putih telur. Saat ovulasi, kadar cairan serviks juga akan lebih banyak dibandingkan biasanya. Perubahan cairan serviks ini memudahkan sperma untuk menuju rahim. 

  • Ciri-ciri masa subur: Perubahan pada serviks

    Ciri-ciri masa subur juga bisa terlihat dari perubahan pada leher rahim atau serviks. Perubahan ini terlihat seperti lebih lembut, basah, dan terbuka. Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, perubahan ini bisa dicek dengan cara memasukkan jari telunjuk yang bersih ke dalam vagina untuk memeriksa serviks. 

    Baca juga: Berkenalan dengan Asam Amino Pembentuk Protein

  • Ciri-ciri masa subur: Nyeri payudara

    Ciri-ciri masa subur yang paling sering dialami oleh sebagian besar wanita adalah rasa nyeri pada payudara. Ciri ini merupakan dampak dari perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh sebelum dan sesudah masa ovulasi.

  • Ciri-ciri masa subur: Peningkatan hasrat seksual

    Wanita yang sedang dalam masa ovulasi juga kerap mengalami peningkatan hasrat seksual. Meski demikian, ciri-ciri masa subur ini memang sulit jika hanya dijadikan satu-satunya tolak ukur, mengingat peningkatan hasrat seksual juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti suasana hati yang ceria.

  • Ciri-ciri masa subur: Sakit ovulasi

    Pada sebagian wanita, ciri-ciri masa subur juga ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat, seperti ditusuk pada bagian bawah perut. Kondisi ini disebut sakit ovulasi atau dalam dunia medis disebut mittelschmerz. Biasanya ciri-ciri masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba. Jika rasa sakit itu muncul di tengah siklus, maka itulah yang disebut dengan mittelschmerz atau sakit ovulasi. Ini adalah salah satu ciri terakhir yang mungkin bisa diidentifikasi saat memasuki waktu subur. Rasa sakit ovulasi ini biasanya dialami setiap bulan, tetapi tidak dialami pada semua wanita. 

Cara Lain Memprediksi Masa Subur

Catat jadwal haid atau menstruasi

Untuk mengetahui ciri-ciri masa subur, Ibu juga dapat mencatat kapan haid atau menstruasi dimulai dan berakhir selama beberapa bulan. Jika siklus haid normal dan teratur, Ibu akan mengalami ovulasi sekitar 14 hari sebelum haid selanjutnya. 

Alat prediksi kesuburan

Alat prediksi kesuburan dapat mengukur tingkat hormon pelutein (luteinizing hormone) dalam urine. Umumnya, wanita akan mengalami ovulasi sekitar 10–12 jam setelah hormon pelutein meningkat. Jika siklus haid 28 hari, kemungkinan peningkatan hormon pelutein bisa terjadi 14-15 hari setelah haid. Alat prediksi kesuburan juga mampu mendeteksi hari paling subur selama masa subur.

Ciri-ciri masa subur ini bisa Ibu ketahui dengan menggunakan fitur kalkulator kesuburan. Fitur ini akan mempermudah Ibu untuk mengecek masa subur dengan hanya memasukkan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid rata-rata yang Ibu alami, biasanya 28 hari. 

Baca juga: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

Nutrisi Agar Cepat Hamil

Setelah mengetahui apa saja ciri-ciri masa subur, maka saatnya Ibu optimalkan asupan nutrisi agar cepat hamil. Sebab, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan nutrisi tertentu dapat membantu memperbaiki tingkat kesuburan. Lantas, apa saja jenis nutrisi yang dimaksud? Simak penjelasannya di bawah ini yuk! 

  1. Vitamin B kompleks

    Vitamin B kompleks diyakini dapat membantu ovarium untuk melepaskan sel telur menjelang masa subur. Jenis vitamin B yang penting untuk menjaga kesuburan adalah vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B6. Vitamin B kompleks bisa Ibu dapatkan dari gandum utuh, sayuran hijau, daging, telur, kacang-kacangan, ikan, daging, dan susu serta produk olahannya.

  2. Vitamin C dan E

    Bagi wanita yang sedang melakukan program hamil perlu tambahan nutrisi berupa vitamin C dan vitamin E. Kedua vitamin ini juga perlu dikonsumsi oleh pasangan Ibu lho. Vitamin C dan vitamin E dapat menentukan kualitas sperma dan meningkatkan peluang hamil. Vitamin C bisa didapatkan dari jambu, kiwi, tomat, pepaya, jeruk, ubi, cabai, paprika, dan brokoli. Sementara, vitamin E bisa didapat dari kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, dan hazelnut, serta buah-buahan, seperti alpukat, mangga, dan kiwi.

  3. Vitamin D

    Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, kesehatan organ reproduksi wanita dan pria tergantung pada cukup atau tidaknya asupan vitamin D setiap harinya. Sebab, salah satu efek kekurangan vitamin D yaitu dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan.

  4. Kalsium

    Kalsium dipercaya dapat membantu memaksimalkan kerja sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Selain itu, mencukupi asupan kalsium juga dapat mencegah hilangnya kepadatan tulang, terutama saat Ibu hamil. Manfaat ini bisa Ibu dapatkan dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu, keju, yoghurt, ikan teri, almond, kacang kedelai, dan tahu.

  5. Zat besi

    Ibu harus memastikan asupan zat besi terpenuhi secara tepat. Sebab, jika asupan zat besi tidak tercukup, maka kemungkinan Ibu akan mengalami anemia. Anemia cenderung mengganggu siklus haid dan siklus yang tidak teratur dapat mengganggu kesuburan. Zat besi banyak terkandung dalam daging, sayuran hijau, kacang polong, udang, dan oatmeal.

  6. Zinc 

    Zinc berperan dalam menjaga keteraturan siklus ovulasi dan tingkat kesuburan wanita. Zinc bisa diperoleh dari gandum utuh, susu dan produk olahannya, kerang, udang, telur, kentang, dark chocolate, serta kacang-kacangan.

Selanjutnya, setelah masa kehamilan tiba, Ibu bisa mengoptimalkan asupan nutrisi dengan mengonsumsi susu khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui secara rutin. Susu Frisian Flag MAMA bisa jadi nutrisi tambahan karena mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.