Whatsapp Share Like Simpan

Nafsu makan si Kecil terkadang sulit ditebak. Tak heran jika banyak Ibu yang mencari cara agar buah hatinya mau makan kembali, salah satunya dengan memberikan vitamin penambah nafsu makan. Namun, apakah vitamin penambah nafsu makan memang dapat membuat si Kecil jadi lebih sering makan? Ternyata hal ini perlu dibahas lebih lanjut lagi, Bu. Sebab, konsumsi vitamin penambah nafsu makan yang tak sesuai dengan kondisi kesehatan dan dosis yang tepat akan membahayakan tubuh si Kecil. Untuk itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui fakta dan mitos vitamin penambah nafsu makan untuk anak. 

Mitos: Konsumsi vitamin penambah nafsu makan yang banyak bisa membuat si Kecil lebih sering makan

Faktanya, Banyak vitamin penambah nafsu makan berbentuk suplemen yang dipercaya dapat meningkatkan selera makan anak. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa nafsu makan yang sudah normal dapat lebih ditingkatkan dengan pemberian suplemen vitamin penambah nafsu makan. 

Melansir laman resmi Mayo Clinic, suplemen vitamin penambah nafsu makan sebenarnya tidak diperlukan oleh anak yang kondisinya sehat dan tumbuh normal. Jika Ibu sudah memenuhi asupan nutrisi si Kecil secara seimbang dan menjaga berat badannya, maka ia tidak membutuhkan suplemen vitamin penambah nafsu makan. 

Konsumsi vitamin penambah nafsu makan secara berlebihan pun justru tidak baik terhadap kesehatan tubuh lho, Bu. Akibatnya, si Kecil akan mengalami gangguan kesehatan dan tumbuh kembang yang lebih serius. Apalagi jika Ibu memberikan vitamin penambah nafsu makan tanpa menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dan dosis yang diperlukan oleh si Kecil. 

Suplemen vitamin penambah nafsu makan tidak bisa diberikan sembarangan pada anak. Mengutip dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan anak yang berusia di bawah 5 tahun perlu mengonsumsi vitamin penambah nafsu makan: 

Artikel Sejenis

  • Bila anak mengalami penyakit asma, diare, dan kondisi kekurangan gizi lainnya
  • Anak sangat susah makan dan asupan gizi dalam makanannya sangat rendah
  • Anak sedang mengalami pola makan tertentu, misalnya vegetarian 
  • Anak termasuk picky eater 
  • Anak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji
  • Anak terlalu banyak minum soda 

Pastikan vitamin yang dikonsumsi harus sesuai dengan usia si kecil. Selain itu, kandungan vitamin dan mineralnya tidak melebihi takaran saji per hari. Namun, jika Ibu tetap ingin memberikan suplemen vitamin penambah nafsu makan meski si Kecil sehat, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga ia membutuhkan asupan vitamin yang berbeda pula. 

Nutrisi yang Berperan Sebagai Penambah Nafsu Makan

Seperti yang telah disebutkan, suplemen vitamin penambah nafsu makan sebaiknya diberikan kepada si Kecil sesuai dengan resep dokter. Daripada konsumsi suplemen, akan lebih baik jika si Kecil memenuhi asupan nutrisi dengan seimbang. Nah, berikut ini ada beberapa nutrisi yang berperan sebagai penambah nafsu makan, di antaranya: 

Asam lemak omega 3

Asam lemak omega 3 dipercaya dapat menjadi nutrisi penambah nafsu makan. Asam lemak omega 3 juga dapat dimanfaatkan sebagai cadangan energi. Kehadirannya sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksi sendiri asam lemak omega 3. Sumber asam lemak omega 3 yang tinggi banyak terkandung dalam minyak ikan.

Minyak ikan dikenal sebagai vitamin penambah nafsu makan yang aman dikonsumsi anak-anak. Selain itu, minyak ikan juga bisa meningkatkan kinerja saluran pencernaan dan mengurangi risiko perut kembung. 

Selain minyak ikan, asam lemak omega 3 juga bisa Ibu dapatkan dari makanan laut, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sayuran hijau. 

Zinc 

Zinc termasuk nutrisi yang biasa ada di dalam suplemen vitamin penambah nafsu makan. Kondisi hilangnya nafsu makan pada anak bisa disebabkan karena kekurangan nutrisi, termasuk zinc. Penelitian menunjukkan bahwa bila anak yang kekurangan gizi mengonsumsi suplemen vitamin penambah nafsu makan yang mengandung zinc dalam jangka waktu setidaknya 5 bulan dapat membantu menambah nafsu makan dan memperbaiki asupan nutrisi. 

Ibu bisa mendapatkan manfaat zinc dari susu, makanan laut seperti lobster, tiram, kepiting, dan kerang, daging merah, daging putih, kacang-kacangan, biji-bijian, jamur, dan telur. 

Zat besi

Zat besi berperan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme tubuh agar lebih sehat. Nutrisi ini juga penting untuk membuat sel berfungsi secara optimal dan memproduksi beberapa hormon. Tak heran jika zat besi biasa masuk ke dalam suplemen vitamin penambah nafsu makan anak. Ibu bisa mendapatkan manfaat zat besi dari beberapa jenis makanan, seperti makanan laut, daging merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan susu. 

Selain ketiga nutrisi tersebut, vitamin penambah nafsu makan juga biasa dilengkapi dengan nutrisi lain, seperti vitamin B1, vitamin D, dan kalsium yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Meskipun setiap jenis nutrisi bermanfaat, tetapi Ibu juga harus menyeimbangkan asupan nutrisinya secara seimbang. Pastikan memenuhi kebutuhan gizi harian si Kecil yang meliputi protein, karbohidrat, serat, lemak, berbagai vitamin dan mineral. 

Salah satu nutrisi yang sangat penting dan dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil adalah protein. Sebab, protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, di antaranya fungsi pertumbuhan dan perkembangan, membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh, sebagai sumber energi, dan mengangkut zat gizi lain di dalam tubuh. 

Di dalam tubuh, protein akan diubah menjadi bentuk lebih sederhana yang mudah dicerna, yaitu asam amino. Asam Amino Esensial atau disebut juga 9AAE merupakan nutrisi yang penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan asupan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Tahukah Ibu bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis Asam Amino Esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. 

Lantas, bagaimana jika kekurangan satu jenis Asam Amino Esensial? Maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. 

Dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan asam amino esensial dalam tubuh. Penelitian itu menunjukkan pentingnya asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sebagai nutrisi penting untuk pertumbuhan anak. 

Kandungan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya, guna mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz