Whatsapp Share Like
Simpan

Sembelit atau sering disebut susah buang air besar (BAB) merupakan keadaan yang umum dialami oleh kebanyakan bayi. Namun Ibu tidak boleh menganggapnya remeh dan membiarkannya berlarut-larut. Karena bisa mengganggu sistem pencernaan si Kecil. Sebaiknya Ibu membawa si Kecil ke dokter jika ia sembelit. Proses pencernaannya tidak akan lancar bila sembelit. Namun sebelumnya Ibu perlu tahu penyebab sembelit yang terjadi pada si Kecil.

Bila si Kecil tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu maka itu salah satu tanda ia susah buang air besar. Ciri lain yang perlu Ibu ketahui adalah tinja si Kecil yang keras dan sulit dikeluarkan. Kemungkinan lainnya adalah ketika kotoran si Kecil terlihat berbentuk bongkahan-bongkahan kecil dan keras. Nah, jika tanda-tanda di atas terjadi, Ibu perlu siaga untuk memberi penanganan langsung kepada si Kecil.

Selain itu masih banyak penyebab si Kecil susah buang air besar. Proses transisi makanan saat memasuki usia 7 bulan. Di usia ini si Kecil akan mulai dikenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Sistem pencernaan si Kecil belum bisa menyesuaikan dengan makanan yang lebih padat. Karena selama 6 bulan si Kecil hanya mengonsumsi ASI yang berupa cairan. Sehingga ASI yang berbentuk cairan lebih mudah dicerna dibanding makanan padat. Ibu perlu memerhatikan kandungan makanan untuk si Kecil. Bila makanan mengandung serat yang sedikit akan memicu si Kecil susah buang air besar.

Kekurangan cairan di dalam tubuh juga menjadikan si Kecil susah buang air besar. Kurangnya cairan akan membuat kotoran susah dikeluarkan karena kotorannya kering dan keras. Dalam kondisi kurang cairan, si Kecil akan malas memasukkan makanan dan minuman karena mulutnya bermasalah. Saat si Kecil malas minum akan mengakibatkan dehidrasi, pilek, infeksi telinga, atau infeksi tenggorokan. Dengan begitu Ibu disarankan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan si Kecil.

Kondisi kesehatan organ tertentu pada tubuh si Kecil juga berpotensi membuat sembelit. Pada usia 6 bulan beberapa penyebab sembelit yang umum terjadi antara lain kelainan organ saluran cerna sejak lahir, penyakit celiac, kadar kalsium yang tinggi dalam darah (hiperkalsemia), hipotiroid, penyakit hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang. Keracunan makanan dan alergi makanan juga bisa membuat si Kecil susah buang air besar. Bila terkait dengan organ tubuh Ibu perlu konsultasi dengan dokter atau pun pusat kesehatan.

Artikel Sejenis

Setelah mengetahui penyebab susah buang air besar pada si Kecil, Ibu juga perlu tahu cara mengatasinya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit si Kecil, berikut penjelasannya:

  • Berikan makanan kaya serat

    Tambahkan porsi makanan yang mengandung kaya serat dari sayuran dan buah-buahan. Campurkan sayuran ke dalam makanan si Kecil. Di selang waktu makan utama berikan si Kecil camilan buah-buahan. Berikan makanan yang kaya serat setiap hari agar si Kecil lancar buang air besarnya. Serat sangat membantu dalam proses metabolisme yang berguna untuk melancarkan pergerakan makanan dalam usus. Kandungan serat juga membantu usus untuk mengangkut makanan lain dan menghasilkan kotoran.

  • Biasakan duduk di toilet secara rutin

    Ajarkan si Kecil untuk buang air besar di toilet sekitar 3-5 menit setelah makan. Mintalah si Kecil duduk di toilet meskipun dia tidak ingin buang air besar. Buatlah suasana yang nyaman agar si Kecil merasa nyaman setiap buang air besar. Dengan cara ini si Kecil juga bisa merespon keinginannya sendiri untuk buang air besar di toilet.

  • Manfaatkan pelembut tinja

    Ibu juga bisa menggunakan pelembut tinja untuk membantu sembelit si Kecil. Namun untuk penggunaannya Ibu harus konsultasi dengan dokter agar menghindari kesalahan dosis dan lainnya. Usahakan Bu untuk selalu konsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan si Kecil. Karena dengan begitu Ibu akan mendapat penjelasan dan penanganan masalah yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

  • Memijat perut si Kecil

    Dalam kondisi susah buang air besar, si Kecil akan lebih rewel, susah makan, dan sering menangis. Ibu perlu memijat perut si Kecil agar merasa lebih nyaman. Pijatlah perutnya dengan berbagai gerakan sehingga dia merasa lebih baik dan tidak menangis lagi. Periksalah popok si Kecil apakah dia buang air besar atau tidak. Hal ini perlu dilakukan agar Ibu tahu apakah si Kecil buang air besar teratur atau tidak.

Bila si Kecil belum sembuh dari sembelitnya, Ibu sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Selalu perhatikan kesehatan si Kecil agar tubuhnya tetap sehat dan kuat. Tubuh si Kecil harus tetap sehat agar bisa tumbuh dengan baik.