Whatsapp Share Like Simpan

Sembelit pada bayi memang termasuk kondisi yang umum, tetapi Ibu sebaiknya tidak menganggap remeh atau membiarkan kondisi ini berlarut-larut, ya. Sebab, sembelit pada bayi yang lebih serius bisa jadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan si Kecil. Kalau dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil akan terganggu lho, Bu.

Untuk mengatasi sembelit pada bayi, akan lebih mudah jika Ibu mengetahui dulu tanda-tanda dan penyebabnya. Dengan begitu, Ibu bisa melakukan cara penanganan dan pencegahan yang tepat. Yuk, kita simak informasi lengkapnya di bawah ini. 

Tanda Sembelit pada Bayi

Meskipun tergolong umum terjadi, tetapi Ibu perlu hati-hati bila sembelit pada bayi muncul dalam waktu yang cukup lama. Sebab, perubahan pola BAB bayi bisa juga menandakan bahwa ia mengalami masalah kesehatan tertentu lho, Bu. 

Berikut adalah beberapa tanda sembelit pada bayi yang perlu Ibu waspadai, antara lain:

  • Si Kecil BAB kurang dari 2 kali dalam seminggu, namun pada bayi usia 0-5 bulan dan mengonsumsi ASI, BAB seminggu sekali masih dianggap normal.
  • Bentuk kotoran atau feses lebih keras dari biasanya, walaupun frekuensi BAB tidak berubah.
  • Si Kecil terlihat kesakitan saat BAB
  • Terdapat darah pada kotoran atau fesesnya 

Selain tanda-tanda di atas, sembelit pada bayi juga bisa terlihat saat si Kecil lebih rewel dan menangis sambil mengangkat kakinya. Pada kondisi yang lebih serius, munculnya bercak darah pada popok bayi bisa jadi tanda adanya perdarahan pada saluran pencernaan, misalnya karena robeknya dinding rektum si Kecil akibat feses yang terlalu keras.

Artikel Sejenis

Ibu juga perlu waspada dan membawa si Kecil ke dokter jika sembelit pada bayi berlangsung lebih dari 2 minggu atau disertai gejala lain, seperti:

  • Muntah
  • Demam
  • Berat badan turun
  • Benjolan di anus
  • Terdapat luka di anusnya 

Baca Juga : Terlalu Banyak Serat Membuat Sembelit?

Penyebab Sembelit pada Bayi

Untuk mengetahui cara mengatasi sembelit pada bayi, Ibu harus tahu dulu apa saja faktor yang bisa menyebabkan sembelit atau konstipasi. Nah, berikut ini beberapa penyebab paling umum sembelit pada bayi, antara lain:

  • Si Kecil baru dikenalkan dengan makanan padat

    Sembelit pada bayi biasanya terjadi saat si Kecil sedang mengalami masa transisi dari yang sebelumnya hanya minum ASI ke makanan padat. Sistem pencernaannya masih belum terbiasa dengan kehadiran makanan padat di dalam lambung, sehingga muncul sembelit pada bayi. Selain itu, perhatikan pula faktor penambah risiko lainnya, misal jenis makanan padat yang kurang serat. 

  • Si Kecil mengalami kekurangan cairan

    Kekurangan asupan cairan juga bisa menyebabkan sembelit pada bayi lho, Bu. Selain itu, terkadang sebagian bayi juga akan susah menerima makanan dan minuman karena mulut mereka bermasalah, misalnya saat sedang tumbuh gigi atau mengalami sariawan.

  • Si Kecil mengalami kondisi medis tertentu

    Penyebab lain sembelit pada bayi yaitu adanya kondisi medis tertentu yang dialami si Kecil. Ada beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan, misalnya kelainan organ saluran pencernaan sejak lahir, alergi susu, penyakit celiac, dan penyakit lainnya. 

Baca Juga: Peran Afeksi Anak Orang Tua dalam Tumbuh Kembang

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Setelah mengetahui penyebab dan tanda sembelit pada bayi, Ibu juga perlu tahu cara mengatasinya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit si Kecil, berikut penjelasannya:

  • Berikan makanan kaya serat

    Tambahkan porsi makanan yang mengandung kaya serat dari sayuran dan buah-buahan. Campurkan sayuran ke dalam makanan si Kecil. Di selang waktu makan utama berikan si Kecil camilan buah-buahan. Berikan makanan yang kaya serat setiap hari agar si Kecil lancar buang air besarnya. Serat sangat membantu dalam proses metabolisme yang berguna untuk melancarkan pergerakan makanan dalam usus. Kandungan serat juga membantu usus untuk mengangkut makanan lain dan menghasilkan kotoran.

  • Biasakan duduk di toilet secara rutin

    Ajarkan si Kecil untuk buang air besar di toilet sekitar 3-5 menit setelah makan. Mintalah si Kecil duduk di toilet meskipun dia tidak ingin buang air besar. Buatlah suasana yang nyaman agar si Kecil merasa nyaman setiap buang air besar. Dengan cara ini si Kecil juga bisa merespon keinginannya sendiri untuk buang air besar di toilet.

  • Memijat perut si Kecil

    Dalam kondisi susah buang air besar, si Kecil akan lebih rewel, susah makan, dan sering menangis. Ibu perlu memijat perut si Kecil agar merasa lebih nyaman. Pijatlah perutnya dengan berbagai gerakan sehingga dia merasa lebih baik dan tidak menangis lagi. Periksalah popok si Kecil apakah dia buang air besar atau tidak. Hal ini perlu dilakukan agar Ibu tahu apakah si Kecil buang air besar teratur atau tidak.

Bila si Kecil belum sembuh dari sembelitnya, Ibu sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Selalu perhatikan kesehatan si Kecil agar tubuhnya tetap sehat dan kuat. Tubuh si Kecil harus tetap sehat agar bisa tumbuh dengan baik.

Kesehatan pencernaan si Kecil dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang ia konsumsi. Untuk itu, Ibu perlu menyeimbangkan asupan nutrisi prima yang tepat agar ia terhindar dari sembelit. Selain memberikan MPASI yang bergizi seimbang, Ibu juga tetap harus memberikan si Kecil asupan ASI secara rutin sesuai pada anjuran usia penerimaannya.

Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein Asam Amino Esensial lengkap, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi ya Bu!

Karena itulah, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil secara keseluruhan, penting bagi Ibu untuk selalu memantau progress pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Saat ini sudah ada kemudahan dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima

Melalui fitur ini, Ibu bisa memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Yuk, langsung coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz