Share Like
Simpan

Karir seringkali menjadi alasan tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Sebetulnya,Ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif melalui ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, baik secara manual dengan jari maupun melalui pompa payudara, dan disimpan dalam kulkas.

Bagaimanakah cara penyimpanan dan pemberian ASI perah?

• Selama bekerja, setiap tiga jam sekali Ibu dapat memerah ASI dan memasukkannya ke dalam plastik atau botol penampung ASI, kemudian tulis tanggal dan jam penampungan
• Letakkan ASI perah dalam kulkas (pada kulkas bersuhu 4OC, ASI perah dapat bertahan selama lima hari; dalam freezer kulkas 1 pintu ASI perah dapat bertahan selama dua minggu, sedangkan bila freezer terpisah pada kulkas 2 pintu, ASI perah dapat bertahan selama 3-6 bulan)
• Perlu diingat jangan meletakkan ASI perah di bagian pintu kulkas karena suhu relatif tidak stabil bila kulkas sering dibuka tutup
• Berikan ASI perah sesuai tanggal pengambilan; yang paling awal diperah diberikan terlebih dahulu (first in first out)
• Cairkan di bawah air mengalir atau dengan merendam wadah ASI perah dalam wadah lain yang berisi air hangat
• Berikan ASI perah dengan sendok agar tidak terjadi bingung puting (kondisi bayi yang disusui dengan botol tidak mau disusui kembali dengan payudara karena aliran melalui dot lebih lancar)
• Saat di rumah, tetap susui si Kecil langsung dari payudara agar produksi ASI tetap produktif.

Tips memerah ASI:
• Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang untuk memerah ASI.
• Cucilah tangan dengan sabun sebelum memerah ASI, kemudian keringkan dengan lap / kertas tisu bersih.
• Siapkan wadah yang bersih dan steril untuk menampung ASI.
• Bersihkan payudara dengan air hangat, kemudian keringkan dengan lap / kertas tisu bersih
• Pijat payudara Ibu dengan lembut dan perlahan dengan cara:
o Tempatkan tangan Ibu di tepi areola atau daerah kecoklatan sekitar puting susu dengan posisi ibu jari berlawanan dengan jari telunjuk.
o Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu.
o Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh kelenjar susu dapat tertekan.