Whatsapp Share Like Simpan

Satu kekhawatiran yang sering melanda orang tua yang baru saja memiliki anak adalah memastikan berat badan ideal bayi. Segala faktor yang ada sedari kecil sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak kedepannya. Berat badan yang berlebih dapat mengganggu perkembangan saraf motorik bayi, sementara berat badan yang sangat kurang bisa menjadi pertanda kurangnya asupan gizi yang sangat penting bagi kesehatan.

Dalam memperhatikan pertumbuhan si buah hati, orang tua dapat menggunakan berat badan sebagai salah satu indikator untuk mengamati proses tumbuh kembangnya. Setiap waktu berat badan bayi pastinya akan terus bertambah mengikuti tinggi badannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memantau dengan teratur perkembangan tersebut. Ibu dapat membawa bayi ke klinik atau Posyandu untuk menimbang berat badannya dengan membawa KMS yang diberikan saat ia lahir. Namun jika Ibu merasa memiliki jadwal kegiatan yang terlalu padat, Ibu dapat menggunakan metode berikut untuk mengukur berat badan ideal bayi sendiri dirumah.

Rata-rata Berat & Tinggi Badan Bayi

Untuk membantu para orang tua mengawasi pertumbuhan bayinya, World Health Organization (WHO) mempublikasikan standar pertumbuhan dan berat badan bayi ideal. Menurut WHO, rata-rata berat badan bayi yang baru lahir adalah sekitar 3,2 hingga 3,4 kg. Kebanyakan bayi yang lahir pada waktunya memiliki berat mulai dari 2,6 hingga 3,8 kg. Rata-rata berat badan bayi terkecil yang lahir pada waktunya adalah 2,5 kg dan berat terbesarnya rata-rata 4 kg.

Robert M. Kliegman, seorang dokter spesialis anak asal Amerika Serikat, memiliki patokan rata-rata berat badan bayi ideal sebagai berikut:


Artikel Sejenis

Usia

Berat badan ideal rata-rata

0 bulan

3-3,5 kg

5 bulan

2x BB saat lahir

1 tahun

3x BB saat lahir

2 tahun

4x BB saat lahir

Selain itu ada juga patokan kenaikan berat badan ideal bayi pada tahun pertama kelahirannya yang dibuat oleh dr. Kliegman. Berikut daftarnya:

  • 700-1.000 gr/bulan pada triwulan I
  • 500-600 gr/bulan pada triwulan II
  • 350-450 gr/bulan pada triwulan III
  • 250-350 gr/bulan pada triwulan IV

Untuk dapat mengetahui berat badan ideal bayi, Ibu juga perlu mengetahui tinggi tubuh idealnya. Dr. Kliegman juga membuat patokan rata-rata tinggi badan (TB) ideal anak sebagai berikut:

Usia

Tinggi badan ideal rata-rata

0 bulan

50 cm

1 tahun

1,5x TB saat lahir

4 tahun

2x TB saat lahir

6 tahun

1,5x TB usia 1 tahun

Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi

Ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh besar pada berat badan ideal bayi saat mereka baru saja lahir:

  1. Waktu kelahiran. Faktor ini sangat menentukan besarnya berat badan bayi. Bayi yang lahir prematur biasanya memiliki berat badan yang lebih kecil, sementara bayi yang lahir melewati masa perkiraan memiliki berat badan lebih besar.
  2. Kebiasaan merokok dari sang ibu. Ibu yang merokok biasanya memiliki bayi yang lebih kecil.
  3. Ibu mengidap diabetes. Ibu yang memiliki diabetes pada masa kehamilan biasanya melahirkan bayi dengan berat diatas berat badan bayi ideal rata-rata.
  4. Nutrisi yang dikonsumsi Ibu. Selain itu, nutrisi yang dikonsumsi oleh Ibu selama masa kehamilan juga memiliki pengaruh. Ibu yang kekurangan nutrisi selama masa kehamilan biasanya memiliki bayi yang lebih kecil, begitu pula sebaliknya. Ibu yang mendapatkan asupan berlebih selama masa kehamilan cenderung memiliki bayi yang lebih besar.
  5. Faktor keturunan atau sejarah keluarga. Beberapa bayi terlahir dengan berat badan tertentu karena faktor genetik yang diwariskan dari orangtua.
  6. Jenis kelamin. Menurut statistik, bayi perempuan memiliki berat badan rata-rata lebih kecil daripada berat badan bayi laki-laki.
  7. Kelahiran kembar. Bayi yang terlahir tunggal memiliki kemungkinan memiliki berat badan lebih besar dari bayi kembar.

Baca juga: 5 Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik dan Solusinya

Rumus Menghitung Berat Badan Ideal

Dalam dua minggu pertama setelah kelahiran, wajar jika bayi yang baru mengkonsumsi ASI kehilangan beberapa berat badannya. Menurut statistik, bayi yang sering minum dari botol dapat kehilangan hingga lima persen berat badannya. Sementara bayi yang secara eksklusif minum ASI secara langsung dari Ibu dapat kehilangan hingga sepuluh persen berat badannya. Namun Setelah dua minggu biasanya bayi dapat kembali mendapatkan berat badannya seperti sedia kala.

Pada masa satu bulan pertama, kebanyakan bayi akan mendapatkan kenaikan berat badan. Pada masa ini, bayi Ibu sudah tidak lagi membutuhkan waktu tidur seperti awal-awal baru lahir dan mulai membangun pola kebutuhan asupan. Pada enam bulan pertama, bayi biasanya mendapatkan kenaikan berat badan sekiat 0,4 kg setiap bulannya. Berat badan bayi ideal hingga masa enam bulan pertama adalah sekitar 7,3 kg bagi bayi perempuan dan 7,9 kg bagi bayi laki-laki.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara menghitung berat badan ideal bayi yang mudah? Berikut adalah beberapa rumus yang bisa digunakan untuk memperkirakan BB anak:

  • Usia 3-12 bulan:
    (usia dalam bulan + 9) : 2 = BB ideal (dalam kg)
    Contoh:
    Bayi berusia 4 bulan akan memiliki BB ideal sebagai berikut:
    (4 + 9) : 2 = 6.5 kg
  • Usia 1-6 tahun:
    (usia dalam tahun x 2) + 8 = BB ideal (dalam kg)
    Contoh:
    Anak berusia 3 tahun akan memiliki BB ideal sebagai berikut:
    (3 x 2) + 8 = 14 kg
  • Usia 7-12 tahun:
    (usia dalam tahun x 7 - 5) : 2 = BB ideal (dalam kg)
    Contoh:
    Anak berusia 9 tahun akan memiliki BB ideal sebagai berikut:
    (9 x 7 - 5) : 2 = 29 kg

Perlu Ibu ingat bahwa rumus di atas hanyalah sebagai tolak ukur dalam mengukur berat badan anak. Ibu tetap harus melihat grafik yang terdapat pada KMS untuk melihat batasan berat badan ideal bayi.

Nutrisi untuk Menaikkan Berat Badan Bayi

Bila ternyata berat badan nya ada di bawah warna hijau menandakan bayi memiliki berat badan di bawah ideal usianya. Ibu perlu memberikan sumber makanan yang mengandung nutrisi untuk menaikkan berat badan pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas. Berikut beberapa sumber nutrisi yang ia butuhkan:

  • Protein
    Protein merupakan salah satu unsur inti dalam susunan sel makhluk hidup. Sebanyak 20% dari total berat badan manusia berasal dari protein. Jadi bila bayi kekurangan protein, maka beratnya pun akan berkurang sebanyak 20% dari seharusnya. Fungsi protein pun sangat banyak bagi tubuh, diantaranya adalah sebagai sumber energi, menghasilkan hormon dan enzim, memperkuat daya tahan tubuh, dan membangun, memelihara, serta meregenerasi jaringan.
    Protein dibagi menjadi dua, hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari hewan sedangkan protein nabati berasal dari tumbuhan. Namun yang paling mendukung berat badan adalah protein hewani yang bisa didapatkan dari telur, daging-dagingan (ayam, sapi, kambing), dan ikan. Ibu juga tetap boleh memberikan protein nabati yang bisa didapat dari jamur, kentang, brokoli, bayam, kacang-kacangan, bayam, dan jagung.
  • Karbohidrat
    Karbohidrat sangat dibutuhkan bayi di masa tumbuh kembang. Tidak hanya sebagai sumber energi, karbohidrat juga baik sebagai nutrisi untuk menaikkan berat badannya. Namun karbohidrat yang sebaiknya dipilih adalah karbohidrat kompleks atau yang disebut juga dengan pati karena mengandung kalori tinggi. Kalori akan sangat efektif dalam menaikkan berat badan. Beberapa sumber makanan dengan kandungan pati diantaranya adalah gandum utuh, pasta, sayuran, kacang polong, sereal, roti, dan tepung.
  • Lemak
    Bila orang dewasa dianjurkan untuk menghindari lemak, berkebalikan dengan anak-anak, terutama bagi yang memiliki berat badan di bawah ideal. Mengonsumsi makanan berlemak tinggi merupakan cara tercepat dalam menaikkan berat badan karena kandungan kalorinya paling tinggi dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Namun tentu saja Ibu tidak boleh sembarangan memberikan lemak pada bayi. Pilihlah lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan seperti yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, ikan, dan minyak zaitun.
  • Gula Alami
    Ibu sebaiknya juga tetap memberikan bayi asupan gula yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhannya. Gula juga sangat bagus untuk membantu menambah beratnya, tapi sebaiknya pilih gula alami seperti fruktosa dan laktosa. Fruktosa bisa ditemukan pada buah, sedangkan laktosa bisa ditemukan pada produk susu.

Ibu juga bisa memberikan madu pada anak di atas usia 1 tahun karena madu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pada minuman ringan, kue, dan permen memang mengandung banyak gula halus dan bisa menaikkan berat badan. Namun makanan semacam itu hanya mengandung sedikit nutrisi, sehingga kenaikan berat badan anak menjadi tidak sehat.

Coba rumus di atas untuk mengetahui berat badan ideal bayi ya, Bu. Ibu juga harus terus memantau pertumbuhannya dengan selalu berkonsultasi kepada Dokter Spesialis Anak (DSA) yang Ibu percaya. Berikan nutrisi yang mencukupi setiap hari agar kebutuhannya selalu terjaga dan mencapai berat badan ideal bayi sesuai usianya.

Jika Ibu masih punya pertanyaan lainnya seputar tumbuh kembang dan kesehatan anak, konsultasikan saja di laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.