Whatsapp Share Like Simpan

Para calon ibu pasti akan selalu mengamati perkembangan janin di dalam rahimnya. Memasuki usia kehamilan 5 bulan, janin sudah mulai banyak bergerak. Tendangan dan pukulan kecilnya memberikan rasa kebahagiaan bagi para Ibu. Rambut halus dan alisnya pun mulai tumbuh. Bagaimanakah dengan perkembangan lainnya? Jangan sampai melewatkan momen menakjubkan perkembangan janin dari minggu ke-21 hingga ke-24 ini ya, Bu:

Minggu ke-21

  • Berat badan janin sudah lebih berat dari plasenta, yakni sekitar 340 gram dan panjang 26 cm.
  • Pembentukan kelopak mata sudah selesai.
  • Vagina pada janin perempuan sudah terbentuk dan terus berkembang sampai masa kelahiran.
  • Tubuh janin mulai dipenuhi oleh lanugo (bulu-bulu halus) yang berfungsi menjaga suhu tubuh bayi sesuai yang dibutuhkan. Biasanya lanugo akan menghilang sendiri sebelum janin lahir.
  • Organ pencernaan sudah semakin matang.
  • Paru-parunya belum bekerja dengan baik, tapi ia sudah mulai latihan bernapas.
  • Oksigen diperoleh dari ibu melalui plasenta.

Minggu ke-22

  • Janin memiliki berat sekitar 453 gram dan panjang 27 cm.
  • Matanya mulai terbentuk, tapi pada bagian bawah belum memiliki pigmen.
  • Pencernaannya mulai berfungsi, sehingga janin mulai menelan cairan ketuban.
  • Kukunya mulai tumbuh.
  • Tubuh janin sudah proporsional, tapi berat badannya masih lebih ringan daripada bayi baru lahir.
  • Kelopak mata, alis, dan bibirnya mulai terlihat lebih jelas.
  • Indra pengecapnya mulai berfungsi.
  • Mulai bisa merasakan sentuhan.
  • Mulai bisa menghisap ibu jarinya.

Minggu ke-23

  • Indra pendengarannya sudah semakin sempurna. Janin mulai mampu mendengar suara pergerakan di dalam perut dan detak jantung Ibu. Ia juga bisa mendengar suara dari luar, seperti percakapan, musik, atau suara benda di sekitar Ibu.
  • Panjangnya sekitar 28 cm.
  • Janin sudah mampu menggerakkan lengan, kaki, jari tangan, serta jari kakinya. Ibu pun dapat merasakan gerakan di perut saat ia sedang aktif bergerak.

Minggu ke-24

  • Kulitnya memang masih tipis dan lemah, tapi janin sudah memiliki sedikit lemak.
  • Janin memiliki bobot 600 gram dan panjang 30 cm.
  • Paru-paru telah berkembang dan mulai menghasilkan zat surfaktan. Ini adalah zat yang berfungsi untuk melindungi paru-paru saat menghembuskan napas dan mencegah kebocoran kantung udara pada paru-paru.
  • Cabang-cabang pernapasan mulai terbentuk.
  • Perkembangan otak berlangsung sangat cepat.
  • Semakin terbentuknya sidik jari.
  • Organ vital lainnya juga sudah berkembang dengan lebih matang.

Gejala yang Dialami Ibu

Di usia kehamilan memasuki bulan ke-5, Ibu akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Perkembangan janin dapat menekan diafragma sehingga Ibu mungkin akan kesulitan bernapas.
  • Ibu bisa merasa kurang seimbang, karena ukuran perut yang kian membesar dapat mengganggu pusat gravitasi tubuh.
  • Peningkatan aliran darah dan perubahan hormon bisa menyebabkan gusi berdarah.
  • Rahim yang membesar semakin menekan kandung kemih dan membuat Ibu sering ingin buang air kecil.
  • Merasakan kram pada kaki yang penyebabnya bisa karena kelebihan berat badan, kekurangan vitamin, terlalu aktif bergerak, atau justru kurang bergerak.
  • Nyeri punggung, kram kaki, dan sering buang air kecil yang Ibu rasakan bisa berdampak pada kualitas tidur.

Posisi Tidur yang Aman

Selain memperhatikan perkembangan janin, Ibu juga harus memperhatikan posisi tidur yang aman saat memasuki usia kandungan di bulan ke-5. Perut yang kian membesar dapat membuat tidur menjadi kurang nyaman hingga terkadang menyebabkan insomnia. Tak hanya itu, posisi tidur yang salah juga dapat berdampak pada kesehatan Ibu dan janin.

Beberapa pakar kesehatan merekomendasikan posisi tidur bagi Ibu hamil sebagai berikut, Bu:

  • Posisi miring kiri. Posisi ini dikatakan tidak hanya memberikan rasa nyaman, tapi juga kesehatan Ibu dan janin turut terjaga. Posisi miring kiri tidak akan menekan vena cava inferior yang letaknya di tulang punggung kanan, sehingga janin dapat memperoleh nutrisi dan aliran darah yang lebih lancar.
    Posisi miring kiri juga baik untuk ginjal, karena akan membuat kinerjanya dalam membuang kelebihan cairan dan racun berjalan dengan lebih baik. Meski memang lebih dianjurkan dibanding posisi miring kanan, tapi tak ada salahnya untuk sesekali berganti posisi jika sudah merasa pegal, Bu.
  • Posisi miring dengan posisi kaki lebih tinggi. Bagi Ibu yang kakinya membengkak, bisa mencoba tidur dengan posisi ini, ya. Rebahkan diri pada posisi miring, lalu naikkan posisi kaki Ibu menggunakan bantal sebagai ganjalan. Posisi kaki yang lebih tinggi akan mengalirkan balik darah dari kaki ke jantung, sehingga kaki yang membengkak pun dapat berangsur kembali seperti semula.
  • Bersandar. Saat Ibu sedang bersantai, seperti membaca, menonton TV, atau sekedar beristirahat, sebaiknya Ibu duduk sambil bersandar. Letakkan bantal di samping pinggang dan belakang punggung agar bisa duduk lebih nyaman. Bisa juga dengan memakai bantal leher supaya tidak mengganggu dan waktu bersantai pun semakin nyaman.

Demikianlah perkembangan janin di usia kehamilan 5 bulan, Bu. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan diri ke dokter ya supaya Ibu dapat memantau setiap perkembangannya. Asupan nutrisi juga perlu diperhatikan, Bu. Salah satu caranya adalah dengan minum susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA. Susu ini telah diperkaya dengan protein, karbohidrat, lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral.

Artikel Sejenis

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

 

Sumber:

Alodokter, popmama, theasianparent, himedik