Whatsapp Share Like
Simpan

Banyak ibu yang khawatir bila berat badan bayi mereka hanya berkisar di angka yang sama saja alias susah naik. Wajar saja, sebab kenaikan berat badan merupakan salah satu  tolak ukur untuk memastikan bahwa bayi mengalami pertumbuhan yang baik. Meski sudah diberikan banyak asupan, tapi masalah ini masih mungkin terjadi. Kira-kira, apa yang menjadi penyebabnya? Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?

Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

Ada beberapa penyebab yang membuat berat badan bayi berhenti di angka yang sama dalam waktu lama, Bu. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya:

  • Bayi terlalu aktif. Setelah bisa banyak bergerak, bayi seolah-olah tidak memiliki rasa lelah dan selalu ingin bergerak. Terlebih jika usianya sudah di atas 6 bulan. Ia akan belajar untuk duduk dan merangkak yang keduanya akan dapat menguras banyak energi bayi. Jika bayi hanya makan sedikit, maka pasokan energi yang didapat dari makanan menjadi banyak terpakai untuk aktivitasnya dibandingkan untuk tumbuh kembangnya.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2013, bayi usia 6 bulan membutuhkan energi sebanyak 725 kkal. Supaya bayi tetap memiliki energi yang cukup untuk tumbuh kembangnya, maka berikan MPASI yang mengandung lebih banyak kalori.

  • Bayi tumbuh ke atas. Tidak hanya berat badannya saja, panjang badan bayi pun turut tumbuh seiring usianya bertambah. Pada satu waktu, bisa saja pertumbuhan panjang badannya cukup pesat, sehingga berat badannya hanya bertambah sedikit. Ibu bisa mencermati hal ini dengan rutin mengukur panjang badan bayi untuk mengetahui seberapa banyak bayi bertumbuh.
  • Susah makan. Sudah menjadi kasus umum kalau bayi susah makan saat fase MPASI. Ada yang menolak makan dalam jangka waktu cepat, tapi tak sedikit juga yang susah makan dalam jangka waktu lama. Padahal seharusnya di usia ini bayi harus lebih banyak makan, tapi ada banyak alasan yang justru membuat bayi hanya mau makan sedikit. 

Itulah mengapa tekstur makanan padat harus diberikan secara bertahap supaya MPASI-nya berhasil. MPASI dengan tekstur yang lebih kasar akan mengandung kalori yang lebih banyak untuk meningkatkan berat badan bayi. Untuk itu Ibu harus terus berupaya untuk meningkatkan tekstur MPASI sesuai bertambahnya usia bayi.

  • Bayi mengalami gastroesophageal reflux (GER). Gastroesophageal reflux adalah gangguan otot yang terjadi di antara saluran esofagus dan perut yang terbuka. Jika bayi mengalami hal ini, ia akan sering muntah saat menyusu ataupun makan sehingga membuat ia kehilangan asupan nutrisi. Gangguan ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia bayi, tapi jika masih belum membaik ada baiknya bagi Ibu berkonsultasi kepada dokter.
  • Mengidap penyakit tertentu. Beberapa penyakit dapat mengakibatkan berat badan bayi susah untuk naik, seperti diare dan TBC. Solusinya hanyalah dengan menyembuhkan penyakitnya terlebih dulu, setelah itu lakukan terapi agar berat badannya meningkat kembali.

Tips untuk Meningkatkan Berat Badan Bayi

Yuk, coba beberapa tips di bawah ini untuk membantu meningkatkan berat badan bayi:

Artikel Sejenis

  1. Tetap berikan ASI. Walaupun sudah mulai makan, tapi di usia ini bayi masih tetap membutuhkan ASI. Intensitasnya sudah tidak sesering sebelum makan, tapi di antara waktu makannya ASI tetaplah menjadi sumber nutrisi bayi yang ia butuhkan hingga usia 2 tahun. Terlebih bagi bayi yang susah makan dan masih menyesuaikan dengan makanan padat, ASI merupakan sumber nutrisi utamanya.
  2. Batasi pemberian cemilan. Selain makan makanan utama, bayi juga harus diberikan cemilan. Namun pemberian cemilan ini tentunya harus dibatasi, tidak boleh terlalu banyak dan mendekati jam makan karena dapat membuat bayi malas makan dan menyusu. Berikan cemilan sebanyak satu kali sehari saja dan pilihlah yang mengandung nutrisi.
  3. Berikan makanan yang mengandung lemak baik. Lemak baik merupakan jenis nutrisi yang dapat meningkatkan berat badan dan sehat untuk tubuh. Ibu dapat memberikan beberapa makanan yang mengandung lemak baik sebagai menu MPASI atau cemilan bayi, seperti ikan berlemak (salmon, tuna, makarel, sarden), alpukat, keju, yogurt, dan kacang-kacangan.
  4. Berikan minyak zaitun. Minyak zaitun dapat digunakan untuk memberikan lemak tambahan ke dalam MPASI bayi. Gunakan minyak zaitun untuk mengolah makanannya sebagai pengganti minyak goreng.

Berat badan bayi yang meningkat memang sangat menggembirakan. Namun asalkan tumbuh kembangnya baik dan ia terlihat sehat, maka tidak perlu terlalu mengkhawatirkan masalah berat badannya yang sangat sulit untuk baik ya, Bu. Hal yang penting adalah terus memberikan ia makanan bernutrisi lengkap agar tumbuh kembangnya dapat optimal.

Laman Tanya Pakar hadir untuk membantu Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.

Sumber:

id.theasianparent.com

mommiesdaily.com

hellosehat.com