Whatsapp Share Like Simpan

Mendapati bayi sering muntah tentu sangat membuat Ibu khawatir. Faktanya, muntah pada bayi di beberapa minggu awal kelahirannya itu hal yang normal, Bu. Meski begitu, Ibu perlu tahu kapan bayi muntah masih dianggap wajar atau menjadi pertanda sebuah penyakit yang memerlukan perawatan medis. Informasi di bawah ini akan membantu Ibu untuk mengetahui hal tersebut. Langsung simak, ya.

Penyebab Bayi Sering Muntah

Bayi berisiko sering mengalami muntah atau gumoh setelah menyusu pada beberapa bulan awal kehidupannya. Penyebabnya adalah katup kerongkongan bayi belum terbentuk dengan sempurna sehingga belum bisa bekerja secara maksimal. Katup tersebut baru akan berfungsi optimal setelah bayi menginjak usia 4-5 bulan. Sementara gumoh baru akan berhenti saat usianya sudah mencapai 1 tahun.

Di samping karena katup, bayi sering muntah juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Infeksi kandung kemih
  • Infeksi telinga
  • Memiliki masalah pencernaan
  • Flu
  • Batuk
  • Mabuk perjalanan
  • Terlalu lama menangis
  • Alergi makanan
  • Radang usus buntu
  • meningitis

Membedakan Muntah Normal & Tidak Normal pada Bayi

Bagaimana cara mengetahui bayi muntah dengan normal dan tidak normal? Berikut adalah penjelasannya:

  • Muntah Normal

Saat bayi masih berusia beberapa minggu, Ibu tidak perlu kaget apabila ia sering muntah karena di usia tersebut ia sedang beradaptasi dengan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Setelah menyusu, bayi seringkali akan mengeluarkan kembali susu yang telah diminumnya dalam jumlah sedikit. Muntah ini disebut sebagai gumoh atau secara medis disebut dengan refluks.

Artikel Sejenis

Susu yang telah ditelan akan turun ke kerongkongan, lalu masuk ke dalam lambung. Pada bagian kerongkongan dan lambung tersebut terdapat cincin otot yang merupakan gerbang masuk susu menuju lambung. Setelah susu masuk ke dalam lambung, maka cincin tersebut akan menutup. Namun apabila tidak menutup secara sempurna, susu akan kembali ke kerongkongan sehingga terjadilah gumoh. Gumoh sangat wajar dialami oleh bayi hingga usianya 3 bulan.

Lambung yang kecil akan mudah penuh sehingga dapat membuat bayi rentan mengalami gumoh. Maka dari itu, jika bayi menyusu terlalu banyak dan disertai dengan menelan udara ketika menyusu, maka refluks pun akan lebih mudah terjadi. Di samping itu, sfingter esofagus pada bayi belum berfungsi sempurna. Ketika usianya sudah bertambah, ukuran lambungnya turut membesar dan sfingter esofagus juga mulai berfungsi dengan baik, sehingga refluks pun akan otomatis menghilang.

  • Muntah Tidak Normal

Bayi disebut muntah yang tidak normal jika terdapat beberapa tanda berikut ini:

  • Bayi tampak sangat kesakitan
  • Muntah lebih dari satu kali setelah bayi mengalami cedera yang menjadi kemungkinan tanda gegar otak.
  • Muntahan berwarna kuning kehijauan sebagai tanda bayi mengalami gangguan usus.
  • Muntah disertai pembengkakan pada perut.
  • Muntah hebat berulang kali.
  • Muntah disertai dengan mata dan kulit yang menguning sebagai pertanda penyakit kuning.
  • Muntahan sering mengandung darah.

 

Baca juga: Anak Sering Muntah, Apa Penyebab dan Bagaimana Penanganannya?

Kapan Harus Waspada?

Selain adanya tanda-tanda muntah abnormal di atas, Ibu juga harus waspada saat bayi sering muntah disertai dengan beberapa ciri sebagai berikut:

  • Sering muntah menyembur.
  • Menunjukkan tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang buang air kecil, cenderung mengantuk, dan menangis tanpa air mata.
  • Sering rewel.
  • Berat badan sulit naik atau malah menurun.
  • Menyebabkan rasa tercekik atau gangguan pada sistem pernapasan.
  • Volume atau kekuatan muntahan semakin meningkat.
  • Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa menyusu.
  • Diiringi dengan diare, demam, atau muntahan mengandung lendir berdarah.

Mengatasi Bayi Sering Muntah

Pada bayi yang masih muntah secara normal, Ibu tidak perlu memberikan obat atau berkonsultasi pada dokter, karena umumnya tidak berdampak pada kondisi kesehatan bayi. Ibu hanya perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi kemungkinan bayi muntah:

  • Memberikan bayi cukup cairan supaya ia tidak mengalami dehidrasi.
  • Memberikan ASI atau susu sedikit demi sedikit.
  • Menegakkan bayi setelah menyusu sambil menepuk-nepuk punggungnya secara perlahan untuk membuatnya sendawa.

Apabila bayi muntah secara abnormal, maka Ibu perlu segera membawanya ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan bayi mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagai pertolongan pertama, Ibu bisa mengambil langkah berikut ini:

  • Tetap berusaha menyusui bayi. Jika sudah di atas 6 bulan, Ibu boleh menambahnya dengan air putih. Hindari memberikan bayi jus buah karena terkadang bisa memperparah kondisi bayi, terlebih jika ia mengalami diare.
  • Untuk menghindari dehidrasi, Ibu juga bisa memberikan oralit atau cairan elektrolit yang telah disetujui oleh dokter.
  • Menidurkan bayi agar ia lebih tenang dan menghilangkan keinginan untuk muntah.
  • Kembali susui bayi setelah ia berhenti muntah atau saat kondisi perutnya sudah membaik.
  • Susui sedikit demi sedikit.

 

Itulah beberapa penyebab mengapa bayi sering muntah, Bu. Perhatikan selalu tanda-tanda yang muncul supaya Ibu dapat mengetahui kapan harus membawa bayi ke dokter. Semoga informasi ini dapat membantu Ibu yang sedang khawatir terhadap buah hatinya yang sering muntah.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.


Sumber:

Klikdokter

Alodokter