Whatsapp Share Like Simpan

Mendampingi anak sekolah online ternyata tidak semudah yang dibayangkan ya, Bu. Meski materi pelajaran sudah disampaikan oleh guru secara daring, tapi anak terkadang masih belum memahaminya. Belum lagi kalau anak terserang rasa malas sehingga membuatnya ogah-ogahan belajar. Adakah solusi untuk mengatasi masalah ini?

Tidak perlu pusing, Bu, karena artikel ini akan membantu Ibu agar bisa berhasil mendampingi anak sekolah online melalui beberapa kiat berikut ini:

Jauhkan Diri dari Pemicu Stres

Sekolah online anak bisa terganggu jika Ibu atau anak mengalami stres. Dalam kondisi semacam ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu stres. Contohnya saja perubahan hidup yang mendadak, terlalu lama fokus pada satu hal, lama berada di rumah, dan tidak bisa berkegiatan di luar.

Saat anak sudah merasa jenuh belajar, biarkan ia beristirahat terlebih dulu dan melakukan kegiatan yang menyenangkan semau mereka. Biarkan juga ia berkreasi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Sebagai ganti berwisata, Ibu bisa membuat acara piknik di halaman rumah untuk menghilangkan rasa penat sejenak.

Rancang Jadwal Harian untuk Anak

Karena hanya di rumah saja anak akan menganggap ia bisa bersantai-santai. Untuk itu anak tetap perlu didisiplinkan dengan cara membuat jadwal harian. Hal ini akan berguna bagi orang tua untuk menciptakan rutinitas saat sekolah online. Buatlah jadwal dalam seminggu yang sudah disepakati dengan anak dan Ayah, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, belajar, dan selanjutnya sampai waktu tidur malam.

Artikel Sejenis

Semua anggota keluarga sebisa mungkin menaati jadwal ini, kecuali kondisi anak tidak memungkinkan untuk menaati semua jadwal tersebut. Misalnya saja anak merasa kurang mood untuk belajar di pagi hari. Ia boleh saja tidak belajar pada waktu itu, tapi harus ditukar di waktu lainnya.

Masukkan Kegiatan Membaca di Dalam Jadwal

Dari buku anak akan memperoleh banyak pengetahuan. Oleh karenanya, anak perlu diajak untuk rutin membaca selama mereka di rumah saja. Masukkan kegiatan membaca ke dalam jadwal keseharian anak. Tidak melulu buku pelajaran ya, Bu, tapi bisa juga buku cerita anak-anak yang sarat akan pesan moral dan ilmu pengetahuan yang bisa ia ambil untuk dipraktekkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dampingi ia saat membaca agar ia dapat memahami maksud yang terdapat di dalam buku tersebut. Bagi anak yang masih belum bisa membaca, bacakan buku tersebut untuknya sembari mengajarinya membaca secara perlahan.

Sesuaikan Waktu Belajar dengan Kemampuan Anak

Ingat, Bu, kemampuan anak itu berbeda-beda. Ada yang bisa belajar dalam waktu lama, tapi ada juga yang hanya mampu sebentar saja. Untuk itu waktu belajar anak harus disesuaikan dengan kemampuan anak ya, Bu.

Waktu belajar yang ideal bagi anak adalah 3-4 jam sehari. Jika anak tidak sanggup belajar selama 3 jam dalam satu waktu, maka ia bisa belajar secara bertahap. Jangan memaksanya untuk langsung belajar selama waktu tersebut. Di lain waktu belajar tersebut, anak bebas untuk melakukan kegiatan apa saja yang ia mau, seperti bermain, membaca buku, menonton TV, dan lainnya.

Untuk menghindari anak jenuh saat belajar di rumah, selipkan juga waktu break selama 15 menit di jam belajarnya. Saat break anak bisa sedikit menggerakkan badan, seperti menari, melompat, meregangkan badan, atau meluruskan punggung di lantai.

Baca juga: 6 Persiapan Penting Sebelum Si Kecil Masuk Sekolah

Siapkan Jaringan atau Kuota Internet

Untuk bisa sekolah online, tentunya akan membutuhkan jaringan internet. Artinya, Ibu harus mempersiapkan dana khusus untuk memasang jaringan internet di rumah, bisa berupa Wi-Fi ataupun kuota internet di gadget. Namun Ibu tetap perlu mengawasi penggunaannya pada anak. Tetapkan waktu dan batas pemakaian internet serta berikan sandi agar anak tidak mengakses internet yang bukan dirancang untuk anak-anak.

Pakai Materi pada Situs Pendidikan Resmi

Apabila anak masih belum memahami materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dan Ibu tidak mampu untuk mengajarinya, situs pendidikan resmi bisa menjadi solusi. Bekerja sama dengan Kemendikbud, pada situs tersebut telah tersedia materi yang dapat mendukung kegiatan sekolah online anak-anak yang bisa diakses secara gratis. Situs-situs tersebut antara lain Rumah Belajar, RuangGuru, dan Quipper School.

Ketiganya bisa digunakan oleh siswa mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Ibu hanya perlu mengunduh aplikasinya, lalu gunakan bersama dengan anak untuk mendukungnya dalam belajar selama di rumah.

Tetap Aktif Bergerak

Terlalu lama berada di rumah untuk sekolah online bisa membuat anak terlalu banyak duduk dan melakukan kegiatan di depan layar. Begitu pula dengan Ibu dan Ayah yang ikut mendampingi buah hati. Hal ini bisa membuat tubuh kurang bergerak. Akibatnya, badan bisa terasa kaku, pegal-pegal, lemas, dan jadi mudah sakit.

Untuk itu Ibu perlu tetap aktif bergerak bersama dengan semua anggota keluarga. https://www.shutterstock.com/image-photo/father-mother-teaching-children-do-their-1756135262Caranya bisa dengan olahraga sambil melihat video di YouTube, berjemur sambil senam pagi, berolahraga ringan di halaman, atau mengurus rumah. Badan yang aktif bergerak akan meningkatkan mood, memperbaiki metabolisme, tubuh terasa bugar, kuat, dan tidak mudah terserang penyakit.

Berbagi Tugas dengan Ayah

Mengajari anak belajar itu tugas kedua orang tua. Jadi, Ibu bisa berbagi tugas dengan Ayah, ya. Sesuaikan waktu mendampingi anak dengan kesibukan masing-masing. Misalnya pada siang hari adalah waktu bagi Ibu, sedangkan Ayah di malam hari setelah selesai bekerja. Dengan bergantian menemani anak belajar ini kedua orang tua menjadi tau sejauh mana perkembangan anak dari segi akademis.

Quality Time Bersama

Sebagai sebuah keluarga, penting untuk memiliki quality time alias waktu berkumpul bersama. Setelah anak selesai sekolah online, ajak ia untuk melakukan kegiatan bersama, misalnya saja membaca buku, bermain, bersih-bersih rumah, berolahraga, menonton TV, dan sebagainya. Cara ini akan sangat bermanfaat untuk mendekatkan hubungan antara Ibu dan anak.

Selalu sabar dalam mendampingi anak sekolah online ya, Bu. Hindari terlalu memaksanya agar cepat memahami pelajaran, karena ia pasti butuh proses dalam mencerna sesuatu. Selamat mencoba kiat-kiat di atas.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Ibupedia