Share Like
Simpan

“Bu, aku sakit perut, sekolahnya libur dulu ya?” Setelah dibolehkan libur, beberapa jam kemudian ia lincah berlarian di dalam rumah sambil menonton televisi. Pernahkah Ibu mengalami hal demikian? Saya mengalaminya waktu si Kecil masih berusia 6 tahun dulu.

Waktu itu, saya perhatikan si Kecil jadi agak malas setiap akan berangkat sekolah. Mulai dari susah dibangunkan, kalau pun sudah bangun ia tidak kunjung beranjak ke kamar mandi. Jadilah saya harus teriak-teriak setiap pagi. Kan, capek juga.

Setelah saya perhatikan polanya, saya kemudian sadar. Perilaku dadakannya ini dimulai semenjak ia pindah ke sekolah yang baru. Alasan kami memindahkannya adalah supaya lebih dekat jaraknya dengan rumah. Namun, kok si Kecil justru tidak bersemangat dengan jarak tempuh yang dekat itu.

Cari tahu penyebabnya

Anak yang meminta izin untuk tidak masuk  sekolah dengan alasan sakit perut atau pusing memang wajar, Bu. Mungkin ia sedang merasa jenuh dengan rutinitasnya. Namun, apabila meminta bolos hampir setiap minggu, rasanya patut dipertanyakan, ya. Jika demikian, sudah saatnya Ibu mencari tahu mengapa si Kecil jadi malas masuk ke sekolah.

1. Saat si Kecil berkali-kali meminta bolos sekolah, Ibu perlu perhatikan apakah ada yang membuatnya merasa terganggu dan cemas di sekolah. Atau mungkin ada sesuatu di perjalanan menuju sekolah.

2. Seberapa memaksa ia untuk bolos sekolah? Jika sampai menangis meraung-raung di bawah lantai sambil memegangi kaki Ibu, segera ajak bicara dan cari tahu alasannya.

3. Sudah berapa kali hal ini terjadi? Korek informasi sedalam mungkin melalui guru ataupun teman dekatnya jika si Kecil menolak memberi tahu alasannya.

Cara mengatasinya

Bolos sekolah sekali-kali memang tidak apa-apa, namun kalau terlalu sering bisa berdampak si Kecil ketinggalan pelajaran. Saya tidak ingin hal demikian terjadi, karena itu, saya mencari cara bagaimana membuatnya mau pergi ke sekolah dengan semangat lagi.

1. Ketika si Kecil meminta bolos dengan alasan sakit perut atau pusing, sebaiknya ajak ia berobat ke dokter. Dikhawatirkan memang benar ada yang salah dengan perut atau anggota tubuhnya yang lain.

2. Jika ternyata kondisinya baik-baik saja, jangan dimarahi, Bu. Takutnya, ia malah merasa tertekan dan enggan untuk berbicara sama sekali. Ajak ia untuk mengatakan apa yang terjadi secara baik-baik. Tanyakan apakah ada yang membuatnya tidak nyaman dan terganggu di sekolah.

3. Setelah Ibu tahu penyebabnya dan memang benar ada yang membuatnya cemas dan terganggu di sekolah, saatnya Ibu menemui wali kelas si Kecil. Konsultasikan hal ini dan cari jalan keluarnya bersama.

4. Apabila ternyata si Kecil hanya malas pergi ke sekolah, dan bukan disebabkan oleh faktor lain, bujuk ia untuk masuk sekolah. Sambil membujuknya, jelaskan dampak yang akan terjadi apabila ia berkali-kali membolos.

5. Hal yang terpenting ketika Ibu mengizinkannya untuk bolos sekali adalah jangan membiarkannya “bersenang-senang” di rumah. Terdengar agak kejam ya, Bu? Namun, membiarkan si Kecil untuk bolos dan bebas melakukan apapun akan membuatnya betah di rumah dan semakin malas untuk pergi ke sekolah. Berikan syarat jika ingin bolos, ia harus belajar dan membaca buku selama 2 jam sebelum dan setelah makan siang.

Saat si Kecil berada dalam kondisi seperti ini, rasa nyaman dan dukungan dari Ibu maupun Ayah adalah yang paling dibutuhkan olehnya. Jadi, teruslah dampingi ia melewati masa-masa perkembangannya ya, Bu. Memaksa si Kecil hanya akan membuatnya trauma dan merasa terancam. Selamat mencoba, Bu!