Whatsapp Share Like Simpan

Saat memiliki rencana untuk berkeluarga, maka Ibu juga perlu memikirkan mengenai hak anak di rumah. Sama seperti orang dewasa, anak-anak tak hanya memiliki kewajiban yang harus ia lakukan, namun ada pula hak yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua kepadanya. Hak merupakan segala sesuatu yang harus didapatkan oleh anak sejak masih dalam kandungan Ibu. Misalnya, hak untuk hidup, hak memperoleh kehidupan yang baik, hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hak anak di rumah harus dipenuhi demi mendapatkan kehidupan yang layak bagi setiap anak. 

Hak anak di rumah juga sebenarnya bisa Ibu lihat dalam Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ini bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk menyeimbangkan antara kewajiban dan hak anak di rumah sedini mungkin. 

Hak Anak di Rumah 

Dalam Undang-undang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, diasuh, dan dididik oleh orang tuanya sendiri secara layak. Hak-hak tersebut dapat berpengaruhi dalam kehidupan anak hingga masa mendatang. Lantas, apa saja hak anak di rumah yang wajib dipenuhi oleh setiap orang tua? Simak penjelasannya di bawah ini yuk, Bu. 

  1. Hak untuk mengetahui orang tuanya

    Hak anak di rumah yang perlu dipenuhi adalah hak untuk mengetaui orang tuanya. Dalam hal ini, jika orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, maka anak berhak untuk diasuh oleh orang lain sebagai anak asuh atau anak angkat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sebab, hak anak di rumah ini tercantum dalam Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 7. 

  2. Hak untuk mendapatkan pendidikan

    Hak anak di rumah yang selanjutnya yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam pasal 9 disebutkan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat dan bakat anak. Hak ini juga berkaitan dengan kecerdasan anak yang akan berpengaruh hingga ia dewasa. Maka dari itu, jika melihat pada Undang-undang Perlindungan Anak, setiap orang tua wajib memberikan pendidikan sebaik-baiknya, terutama pada anak yang lahir dalam kondisi cacat. Orang tua wajib menyediakan pendidikan luar biasa dan khusus untuk memenuhi hak anak di rumah. 

    Artikel Sejenis

  3. Hak untuk mendapatkan perlindungan

    Hak anak di rumah yang tak boleh dilewatkan yaitu mendapat perlindungan dan rasa aman selama hidup, tumbuh, serta berkembang. Dalam Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 13 dijelaskan bahwa orang tua, wali, atau pihak mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak memberikan hak perlindungan kepada anak dengan sebaik-baiknya. Hak perlindungan ini meliputi perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi secara ekonomi ataupun seksual, perlindungan dari penelantaran, kekerasan, ketidakadilan, dan perilaku menyimpang lainnya. 

    Semua perlindungan ini berawal dari dalam rumah dan orang tua berperan penting dalam menyediakan hak tersebut. Anak mempunyai hak untuk mendapat perlindungan dan menentukan pilihan untuk hidupnya. Dalam sebuah keluarga, sebaiknya anak memiliki hak untuk bersuara dan berani menentukan hal-hal yang diinginkannya. Maka dari itu, untuk memenuhi hak anak di rumah ini, maka Ibu sebagai orang tua pun perlu memberikan contoh yang mendidik supaya si Kecil mengetahui mana yang baik dan buruk untuk kehidupannya kelak. 

    Baca juga: Manfaat Asam Amino Esensial (9AAE) Untuk Pertumbuhan Anak

  4. Hak memperoleh jaminan kesehatan

    Dalam Undang-undang Perlindungan Anak dijelaskan juga mengenai hak anak di rumah untuk memperoleh jaminan kesehatan yang layak. Hak ini juga disertai jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial anak. Saat anak sakit, sudah sepatutnya ia diobati atau dibawa ke dokter. Saat masih bayi, perlu diberi ASI dan imunisasi. Selain itu, perkembangan psikis anak juga perlu Ibu perhatikan, seperti memberikan rasa aman dan nyaman, menjauhkan anak dari hal-hal berbahaya, serta tidak memberikan asupan yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Hak anak di rumah untuk memperoleh jaminan kesehatan ini merupakan hak terpenting dalam kelompok hak atas tumbuh kembang anak yang optimal. 

  5. Hak untuk mendapatkan kesejahteraan

    Hak anak di rumah yang tak kalah penting yaitu hak untuk mendapatkan kesejahteraan. Seperti apa bentuknya? Ketika anak berhak mendapatkan pakaian yang layak, merasa nyaman bersama keluarga, mendapatkan uang jajan untuk bekal sekolah, hingga hak untuk bermain. Dalam pasal 11, disebutkan bahwa setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan teman sebaya, bermain, rekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasan anak demi pengembangan dirinya di masa mendatang. Setiap anak-anak membutuhkan waktu untuk bermain dan belajar, maka orang tua memiliki kewajiban untuk menyediakan kegiatan yang bermanfaat agar anak dapat belajar sambil bermain dengan layak. Oleh karena itu, hak anak di rumah dalam hal kesejahteraan perlu dipenuhi oleh setiap orang tua sejak dini. 

  6. Hak untuk mendapatkan asupan bernutrisi yang sehat

    Hak anak di rumah yang tak boleh terlewat yaitu hak untuk mendapatkan asupan bernutrisi untuk memenuhi gizi hariannya dengan seimbang. Hak ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya agar lebih optimal. Seperti pada enam bulan pertama kehidupannya, setiap anak berhak mendapatkan ASI eksklusif dari Ibu, lalu dilanjutkan dengan asupan bernutrisi dari Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah usianya di atas 6 bulan sampai 1 tahun. Hak untuk mendapatkan asupan bernutrisi ini terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. Pemenuhan hak anak di rumah dalam hal nutrisi dapat Ibu lakukan sesuai dengan pedoman gizi seimbang dari Kemenkes RI. Pedoman ini mencakup keseimbangan porsi antara makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan secara seimbang. Setiap porsi harus mengandung nutrisi yang beragam, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. 

Salah satu nutrisi yang sangat penting dan dibutuhkan tubuh adalah protein. Sebab, protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan dengan zat gizi lain, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangan, memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, mengangkut zat gizi, dan sebagai sumber energi. Protein disusun oleh asam amino untuk menjadi suatu kesatuan. Sebenarnya ada 20 jenis asam amino pembentuk protein. Namun, 9 di antaranya merupakan asam amino esensial yang sangat penting dan paling dibutuhkan oleh tubuh. Sebab, tubuh manusia tidak bisa memproduksi sendiri 9 asam amino esensial (9AAE) ini, sehingga membutuhkan asupan dari sumber asam amino yang berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan, serta hasil olahannya. 

Kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Asupan 9AAE ini bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+, kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ juga diperkaya 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.