Whatsapp Share Like
Simpan

Perkembangan anak selalu menjadi prioritas setiap orangtua. Tentunya para orangtua mengharapkan buah hati mereka tumbuh sehat dan normal sesuai usianya. Usia anak 1-5 tahun menjadi golden age atau masa keemasan di mana mereka tumbuh sangat cepat. Adalah hal yang wajar bila orangtua merasa khawatir saat anak menunjukkan perkembangan yang lambat. Tidak cukup hanya dengan melihat tinggi dan berat badan anak saja, perkembangan otaknya pun harus selalu dipantau karena itu menunjukkan tingkat kecerdasannya. Di bawah ini terdapat 8 penyebab yang membuat tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan usianya:

1. Kurang Asupan Protein

Sebagai orang Indonesia, nasi menjadi makanan pokok yang sudah turun-temurun sejak nenek moyang. Kalau belum makan nasi belum lengkap rasanya. Memang dengan makan nasi perut lebih cepat kenyang, sehingga porsi nasi diperbanyak sedangkan protein hanya sedikit. Hal inilah yang patut untuk dirubah.

Protein merupakan asupan yang sangat penting untuk perkembangan anak usia balita, karena protein akan membantu mereka untuk tumbuh tinggi dan pintar. Sedangkan terlalu banyak asupan karbohidrat bisa membuat kegemukan dan anak tidak bisa tumbuh dengan maksimal. Jadi mulai sekarang tambahkan porsi protein si Kecil dan kurangilah karbohidratnya.

2. Kurang Olahraga

Kebutuhan untuk berolahraga ternyata tidak hanya bagi orang dewasa saja, tapi juga balita. Anak yang aktif dan banyak bergerak jauh lebih baik dibandingkan yang pasif dan bermalas-malasan saja. Ajaklah anak untuk berolahraga bersama secara rutin. Selain demi tumbuh kembang anak, berolahraga bisa sekaligus membuat fisiknya sehat dan terhindar dari kegemukan. Gadget yang kini selalu diberikan pada anak balita untuk membuatnya diam harus mulai dikurangi supaya anak tidak malas bergerak. Batasi pemakaian gadget setidaknya sehari cukup 1-2 jam saja.

3. Rewel Saat Makan

Anak susah makan memang sudah sering ditemukan. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan hal ini selalu menjadi masalah besar bagi para orangtua. Ternyata anak yang susah dan sering rewel saat makan bisa berdampak pada perkembangannya. Ibu pun harus pintar-pintar menyiasatinya dengan cara memberikan pengertian bahwa makan itu merupakan kebutuhannya agar ia bisa tumbuh sehat. Ibu juga bisa memberikan suasana yang menyenangkan saat jam makan, seperti makan bersama sambil mendengarkan musik. Jangan lupa untuk juga menyertakan suplemen tambahan untuk melengkapi nutrisinya ya, Bu!

4. Kurang Tidur

Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk perkembangan anak usia balita, sebab saat tidur otot anak akan tumbuh lebih cepat. Oleh karena itu saat mereka kurang tidur, mereka tidak akan tumbuh bagaimana semestinya. Setidaknya si Kecil membutuhkan waktu tidur sebanyak 10-13 jam dalam sehari, Bu. Meski pada usia ini mereka akan sulit untuk diajak tidur karena ingin terus bermain, tapi para orangtua tetap harus memberlakukan jam tidur yang cukup bagi anak.

5. Sering Sakit

Anak yang sering sakit memang selalu membuat setiap orangtua merasa khawatir. Saat sakit anak menjadi tidak nafsu makan dan sulit tidur, padahal keduanya sangat penting untuk membuat anak berkembang semestinya. Ibu harus memberikan asupan gizi yang cukup bagi si Kecil. Selain itu jangan lupa untuk menyertakan vitamin untuk membuat anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap serangan virus dan bakteri dari luar.

6. Kurangnya Asupan Pengganti ASI

ASI memang menjadi asupan utama bagi bayi berusia 0-24 bulan, tapi bila sudah di atas usia tersebut mereka membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Gantilah ASI dengan makanan yang mengandung kalsium dan protein tinggi seperti keju dan yogurt. Kalsium dan protein sangat berperan dalam mempercepat tumbuh kembang anak sesuai usianya.

7. Paparan Gadget Terlalu Dini

Di zaman yang serba canggih ini keberadaan gadget seolah tidak dapat dipisahkan dari setiap individu, termasuk para orangtua. Sayangnya, terdapat kesalahan dari orangtua yang memperkenalkan gadget kepada buah hatinya terlalu dini. Gadget sering menjadi jalan pintas bagi orangtua yang ingin agar anak mau diam sejenak sehingga orangtuanya bisa melakukan aktivitas lain. Padahal jika anak terpapar gadget terlalu dini bisa membuat daya tangkap mereka jadi berkurang. Mereka juga jadi malas untuk bergerak dan berinteraksi dengan orang lain karena terlalu fokus pada gadget. Setidaknya anak baru boleh diperkenalkan gadget pada usia 2 tahun dan wajib didampingi oleh orang dewasa.

8. Kurang Stimulasi

Orangtua yang terlalu cuek dan malas juga bisa menjadi penyebab tumbuh kembang anak kurang maksimal. Bila anak kurang stimulasi, maka mereka pun jadi tumbuh lambat. Untuk itu prioritaskan waktu untuk memberikan stimulasi bagi si Kecil ya, Bu, karena anak adalah anugerah terbesar bagi setiap orangtua.

Begitu banyak hal yang harus dipelajari para orangtua untuk menjaga dan mendidik buah hatinya. Mengawasi tumbuh kembang anak saat usia balita merupakan awal perjalanan orangtua untuk membentuk anak demi masa depannya kelak. Terus semangat ya para Ibu dan Ayah!