Whatsapp Share Like Simpan

Ibu suka mengajak anak bermain? Ternyata bermain bukan hanya kegiatan yang menghibur dan menyenangkan saja lho. Bermain bisa menjadi media untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil, termasuk mengasah kemampuan motorik dan pertumbuhan fisiknya. Bahkan, bermain juga bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri si Kecil lho, Bu. Pastikan Ibu mendampingi anak bermain agar kegiatannya tersebut bisa memberikan efek positif, sekaligus terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, seringkali anak bermain permainan yang tidak sesuai dengan usia dan justru membahayakan dirinya sendiri. Ada pula permainan yang justru membuat si Kecil kecanduan, akibatnya ia terlalu fokus bermain dan lupa dengan kegiatan lain, seperti belajar dan makan. Oleh karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memilih permainan yang tepat dan memantau anak bermain sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Sebelum mengetahui apa saja jenis permainan yang bisa si Kecil lakukan, sebaiknya Ibu mengetahui terlebih dahulu manfaat anak bermain untuk tumbuh kembangnya. 

Manfaat Bermain untuk Anak

Mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil bukan hanya dari nutrisi yang ia konsumsi saja, tetapi juga dari permainan-permainan yang memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang dan kesehatannya. Berikut ini ada beberapa manfaat anak bermain yang perlu Ibu ketahui, antara lain:

Meningkatkan kemampuan motorik

Kebiasaan anak bermain yang melibatkan aktivitas fisik, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan cenderung memiliki kemampuan motorik yang baik. Keterampilan motorik merupakan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, seperti kepala, bibir, lidah, tangan, kaki, dan jari-jari. Meskipun kemampuan motorik akan mulai terbentuk seiring beranjaknya usia, namun kemampuan ini akan semakin terasah jika Ibu mengajak anak bermain. Permainan yang dapat menstimulasi kemampuan motorik kasar, di antaranya menyusun balok, menggambar dan mewarnai, bermain bola, naik sepeda, bermain sepatu roda, skipping, dan masih banyak lagi.

Meningkatkan kemampuan kognitif

Kemampuan kognitif meliputi proses mengingat, memecahkan masalah, dan juga mengambil keputusan. Mengajak anak bermain bukan hanya meningkatkan kemampuan motorik dan pertumbuhan fisik saja, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak. Melansir laman resmi healthline.com, sebuah studi menemukan bahwa anak yang banyak menghabiskan waktu untuk bermain cenderung memiliki tingkat intelektual yang lebih tinggi dibandingkan anak yang jumlah waktu bermainnya sedikit. Ada banyak jenis permainan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif si Kecil, seperti bermain puzzle, balok, bermain peran, membedakan warna, bermain huruf, tebak lagu, dan lainnya. 

Mendukung pertumbuhan fisik

Seperti yang diketahui, kebiasaan anak bermain yang melibatkan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tubuhnya. Sebab, permainan tersebut akan melatih otot, tulang, dan jaringan lainnya untuk berfungsi dengan baik. Sebagai contoh, saat si Kecil terbiasa bermain lompat tali, permainan bola, atau permainan olahraga yang melibatkan fisik anak, tentu akan mempengaruh kesehatan tubuh si Kecil. Pastikan untuk selalu memantau ketika anak bermain, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ya, Bu. Selain itu, pilihlah jenis mainan yang sesuai dengan kemampuan dan usia si Kecil. 

Artikel Sejenis

Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

Mengasah kemampuan imajinasi

Tahukah Ibu, kemampuan imajinasi anak berkaitan dengan fungsi otak kanan yang mendukung kecerdasan si Kecil. Kemampuan imajinasi yang baik pada masa kanak-kanak akan memberikan kontribusi yang baik pula saat beranjak dewasa. Sebab, imajinasi dapat membuat si Kecil memiliki inisiatif ide, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan sosialisasi yang baik. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan kemampuan imajinasi adalah bermain peran, seperti dokter dan pasien, guru dan murid, penjual dan pembeli, dan lainnya. 

Mengasah kemampuan bahasa

Kemampuan bahasa dapat berkembang saat anak bermain. Terutama saat ia memilih permainan yang lebih banyak mengutamakan kegiatan verbal, seperti bercerita, mendongeng, mainan scrabble, dan bernyanyi. Sebab, permainan ini membantu merangsang kemampuan si Kecil untuk semakin lancar dalam berbicara dengan artikulasi yang jelas. Bahkan, bermain juga bisa meningkatkan kemampuan si Kecil untuk belajar bahasa lain selain bahasa Ibu. 

Meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi

Saat anak bermain dengan teman-temannya, maka kemampuan sosial dan komunikasinya pun akan semakin meningkat. Melalui cara bermain bersama, si Kecil akan belajar cara memulai percakapan, cara berkomunikasi dengan santun, menunjukkan empati, hingga proses memecahkan masalah. Sesekali ajaklah si Kecil untuk bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah agar dapat berinteraksi dengan orang lain, terutama teman sebayanya. 

Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

Seperti yang diketahui, kemampuan memecahkan masalah juga bisa dilatih ketika anak bermain. Ada banyak jenis permainan yang mendorong si Kecil untuk memecahkan sebuah teka-teki, seperti permainan berhitung, pertanyaan dan jawaban, permainan pola, puzzle, balok, dan lainnya. Kemampuan memecahkan masalah sangat penting dimiliki oleh setiap anak karena efeknya akan berpengaruh hingga jangka panjang. Jika kemampuan memecahkan masalah si Kecil cukup baik, maka ia pun akan dengan mudah mencari solusi dari setiap masalah atau persoalan yang dihadapi. 

Saatnya Anak Bermain dengan Permainan Ini! 

Setelah mengetahui manfaat bermain, saatnya Ibu ajak anak bermain dengan permainan seru dan menyenangkan, seperti: 

  1. Balon terbang

    Ibu bisa mengajak anak bermain balon terbang di dalam maupun luar ruangan, cara mainnya pun cukup mudah karena Ibu hanya memerlukan balon tiup berbagai warna. 

    • Langkah 1: pegang tangan si Kecil dan gerakkan bola ke atas
    • Langkah 2: Perlihatkan si Kecil cara menggerakkan bola ke atas supaya tidak jatuh 
    • Langkah 3: Berikan ekspresi yang antusias dengan ucapan “ayo terbang!” saat si Kecil berusaha untuk menjaga balon tetap terbang dan tidak jatuh ke bawah
    • Langkah 4: Buat momen bermain menjadi seru dan menyenangkan dengan cara menunjukkan sikap yang sedikit dramatis dan candaan saat Ibu berusaha membantu balon tetap terbang
  2. Menari

    Ingin mengajak anak bermain yang seru dan menyenangkan? Saatnya Ibu ajak si Kecil untuk menari dengan diiringi lagu yang meningkatkan semangatnya. 

    • Langkah 1: Mainkan lagu favorit si Kecil
    • Langkah 2: Tunjukkan beberapa gerakan sederhana dan ajak si Kecil untuk bergerak mengikuti irama lagu
    • Langkah 3: Tiru gerakan si Kecil untuk membuatnya semakin semangat
    • Langkah 4: Ibu juga dapat menggunakan properti tambahan untuk membuat momen menari lebih menyenangkan, seperti menjadikan guling sebagai gitar
  3. Mainan gelembung balon

    Mainan gelembung balon bisa jadi pilihan Ibu untuk mengajak anak bermain di luar ruangan. Ibu bisa mengajak si Kecil bekerja sama untuk membuat cairan gelembung busa dari sabun yang ada di rumah lho.

    • Langkah 1: Buatlah cairan gelembung balon berbusa dari campuran cairan pencuci piring atau pakaian dan air 
    • Langkah 2: Gunakan sedotan sebagai alat peniup
    • Langkah 3: Tiup cairan gelembung ke berbagai arah, ajak si Kecil untuk menangkap dan memecahkan gelembung tersebut 
    • Langkah 4: Tunjukkan sikap yang semangat agar si Kecil antusias saat menangkap balon-balon tersebut

Berikan Nutrisi Penting saat Anak Bermain

Bermain memang memberikan manfaat untuk anak, akan tetapi manfaat dari bermain saja tidak cukup lho. Ibu perlu memenuhi asupan nutrisi yang seimbang agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Salah satu nutrisi yang penting adalah asam amino esensial (9AAE). Kebutuhan 9 asam amino esensial (9AAE) ini sangat dibutuhkan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga membutuhkan asupan dari sumber makanan berprotein tinggi, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. Protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh.

Si Kecil membutuhkan asupan asam amino esensial dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembangnya lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Sebab, penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. 

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang mengandung nutrisi berkualitas untuk mendukung potensi tumbuh kembang optimal anak. Frisian Flag PRIMAGRO 1+ diperkaya juga oleh 9 nutrisi penting lain, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain agar si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.