Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, si Kecil susah makan? Ibu tidak sendiri. Ada banyak sekali Ibu yang mengeluhkan anaknya susah makan, terutama saat anaknya berusia 1-3 tahun. Di usia ini sebenarnya merupakan hal yang wajar bila anak menjadi seorang picky eater atau suka pilih-pilih makanan. Dalam satu waktu, misalnya, hanya makanan tertentu saja yang disukainya dan ia akan menolak beragam makanan lain yang ditawarkan. Namun di waktu lain, ia akan menyukai makanan lainnya dan makanan yang biasa ia sukai sudah tidak tersentuh lagi.

Sebagai Ibu tentunya sangat khawatir saat buah hatinya susah makan. Bagaimana bila nutrisinya tidak tercukupi dan ia mengalami stunting? Bagaimana bila berat dan tinggi badannya jadi terhambat karena kurangnya asupan makanan yang masuk ke perutnya? Pertanyaan semacam itu pun jadi momok bagi para Ibu. Tenang, Bu, ada 6 tips mengatasi anak susah makan yang bisa Ibu ikuti. Ini dia daftarnya:

Berikan Camilan Pendamping

Selain pola makan 3 kali sehari, si Kecil juga sebaiknya diberikan camilan sebanyak 2 kali. Namun bila ia baru tidak mau makan berat, Ibu boleh menambahkan jatah camilannya. Tidak asal camilan ya, Bu, tapi yang sehat dan sebaiknya mengenyangkan, seperti potongan buah, yogurt, biskuit gandum, atau keju rendah lemak. Camilan bisa diberikan di antara jam makannya dan tidak boleh mendekati waktu makan, karena bila perutnya sudah terisi oleh camilan maka ada kemungkinan ia tidak mau makan makanannya.

Susu Sebagai Tambahan Nutrisi

Saat anak susah makan dalam kondisi yang akut atau benar-benar menolak semua makanan, Ibu bisa mengakalinya dengan memberikan susu bubuk. Susu tambahan ini sudah dilengkapi dengan berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Namun sebaiknya jangan pilih susu siap minum. Meski rasanya segar dan enak, tapi susu semacam ini kurang memiliki nilai gizi.

Frisian Flag 123 PRIMANUTRI adalah susu bubuk yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya Frisian Flag 123 PRIMANUTRI mendukung si kecil untuk Cepat Tangkap, Aktif Bergerak dan Tumbuh Sesuai. Mengandung Omega 3 dan 6, minyak ikan, zat besi, asam sialat dan sphingomyelin untuk mendukung si Kecil Cepat Tangkap, Juga mengandung Vitamin A, C, E, Seng, Selenium dan serat pangan inulin untuk mendukung si Kecil Aktif Bergerak serta Protein, Kalsium dan Vitamin D3 untuk mendukung si Kecil Tumbuh Sesuai. Disarankan diberikan sebanyak 3 kali sehari sebagai tambahan nutrisi harian si Kecil.

Artikel Sejenis

Buat Makanan Semenarik Mungkin

Bisa jadi si Kecil tidak mau makan karena tidak berselera dengan penyajian makanan yang Ibu berikan. Untuk menyiasatinya, hiasi makanannya semenarik mungkin, Bu. Misalnya saja dengan membentuk sumber karbohidrat, sayuran, dan lauknya menjadi bentuk-bentuk hewan atau tokoh kartun favoritnya. Ada banyak cetakan makanan yang tersedia di toko untuk mempermudah Ibu menghias makanan si Kecil.

Cara lain untuk membuat makanannya terlihat menarik adalah dengan memberikan peralatan makan yang baru. Ajak si Kecil ke toko dan biarkan ia memilih sendiri peralatan makan yang disukainya. Dengan begitu anak pun jadi semangat untuk makan.

Variasikan Menu Makanannya

Alasan lain anak susah makan biasanya karena ia merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja. Sebisa mungkin variasikan menu makanannya setiap hari ya, Bu. Untuk karbohidrat Ibu tidak harus memberikan nasi, tapi bisa diganti dengan mie, kentang, roti, atau pasta. Begitu pula dengan lauk dan sayuran sebaiknya diganti setiap hari. Ini juga sebagai cara untuk memperkenalkan aneka makanan kepada si Kecil agar ia tidak picky eater terus-menerus.

Ganti Suasana Makan

Desakan dari Ibu untuk terus makan atau suasana yang menjemukan bisa menjadi salah satu alasan anak tidak mau makan. Jangankan anak kecil, Ibu pun bisa merasakan bosan saat harus makan di tempat dan suasana yang sama, bukan? Nah, sebagai solusinya, Ibu bisa mengganti tempat makan si Kecil. Misalnya saja makan di kebun belakang sambil piknik sederhana atau makan sambil diiringi oleh musik yang menyenangkan. Selain itu Ibu juga bisa menyuapi si Kecil sambil bercerita atau bernyanyi. Cara lainnya adalah dengan makan bersama-sama di meja makan sambil mengatakan bahwa makanannya enak sekali agar si Kecil tertarik untuk ikut makan.

Atur Jam Makan

Satu tips terakhir yang tak kalah penting tapi sering terabaikan untuk mengatasi anak susah makan adalah pengaturan jam makan. Ibu harus menentukan pada jam berapa saja anak mendapatkan jatah makannya. Misalnya saja sarapan jam 08.00, makan siang jam 13.00, dan makan malam jam 18.00. Jam-jam tersebut harus Ibu penuhi secara rutin agar si Kecil pun terbiasa dan memahami bahwa pada jam tersebut ia akan makan. Di samping itu, Ibu juga perlu memberitahukan pada si Kecil 5-10 menit sebelum makan bahwa sebentar lagi ia harus makan. Dengan begitu anak jadi bisa beristirahat sejenak setelah bermain dan mempersiapkan diri untuk makan.

Itulah tips-tips yang bisa Ibu lakukan saat anak susah makan. Mungkin tidak akan langsung berhasil, tapi dengan pendekatan perlahan dan terus-menerus maka si Kecil pun akhirnya mau makan. Pemeriksaan berat dan tinggi badan pun harus dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah si Kecil membutuhkan penanganan tambahan atau tidak. Tetap bersabar dan semangat memberikan nutrisi seimbang bagi buah hati tercinta untuk tumbuh kembangnya ya, Bu!

Sumber: https://hellosehat.com