Whatsapp Share Like Simpan

Bagi bayi, ASI tetaplah nutrisi utama yang paling baik bagi tumbuh kembangnya. Di 6 bulan awal kehidupannya, bayi sebaiknya hanya diberikan ASI secara eksklusif. Baru setelah berusia 6 bulan ke atas, ia sudah mulai diberi tambahan asupan nutrisi berupa makanan padat.

Namun dalam beberapa kondisi, ada bayi yang sulit mengalami kenaikan berat badan karena susah makan. Pada kasus seperti ini, Ibu boleh memberikan susu penambah berat badan anak sesuai rekomendasi dari dokter. Susu jenis ini akan membantu menaikkan berat badan bayi agar sesuai dengan berat dan tinggi ideal bayi sesuai usianya berkat adanya beberapa kandungan nutrisi berikut ini:

Protein

Protein merupakan nutrisi utama yang harus ada di dalam susu penambah berat badan anak, karena nutrisi ini sangat berpengaruh terhadap kekuatan otot dan pertumbuhan bayi. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Journal of the International Society of Sports Nutrition, protein juga dapat membantu menaikkan massa otot, sehingga akan berdampak juga pada massa tubuh. Jika massa tubuh tinggi, maka berat badan pun akan meningkat.

Untuk bayi berusia 7-12 bulan, kebutuhan protein hariannya adalah 18 gr. Meski begitu, protein di dalam susu ini hanyalah sebagai pelengkap saja. Bayi tetap membutuhkan asupan makanan yang mengandung kaya kandungan protein, seperti telur, daging, seafood, jamur, dan kacang-kacangan.

Karbohidrat

Susu penambah berat badan anak juga mengandung karbohidrat sebagai tambahan kalori yang akan membantu menambah berat badan bayi. Kalori merupakan jumlah energi yang dilepaskan oleh tubuh ketika menyerap dan mencerna makanan. Semakin tinggi jumlah kalori yang dikonsumsi oleh bayi setiap hari, maka energi yang diberi oleh tubuh pun jadi semakin banyak. Ketika bayi mengonsumsi kalori dengan jumlah yang lebih banyak dari yang ia butuhkan, tubuhnya pun akan menyimpan sisa kalori tersebut dalam bentuk lemak tubuh.

Artikel Sejenis

Sebagai informasi, pada 1 gr karbohidrat terdapat 4 kkal energi. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, bayi berusia 7-12 bulan membutuhkan asupan karbohidrat harian sebanyak 82 gr. Asupan karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, gandum, kentang, ubi, jagung, dan pasta.

Lemak

Lemak merupakan jenis nutrisi yang wajib terkandung di dalam susu penambah berat badan anak karena dapat dengan efektif menaikkan berat badan bayi. Supaya berat badan bayi bisa meningkat, ia akan membutuhkan asupan lemak harian sebanyak 36 gr. Selain dari susu, berikan juga sumber makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, keju, mentega, minyak ikan, dan minyak sayur.

Baca juga: 5 Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik dan Solusinya

Omega 6

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute Nutrients, asam lemak omega 6 adalah nutrisi yang dapat menambah massa lemak sehat di dalam tubuh. Pada penelitian ini juga disebutkan bahwa omega 6 yang terkandung di dalam darah akan berpengaruh pada peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu, susu penambah berat badan anak juga mengandung omega 6 agar berat badan bayi bisa meningkat sesuai batas ideal. Untuk bayi 7-12 bulan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan kebutuhan harian omega 6 harian sebanyak 7 gr.

Vitamin D dan Kalsium

Kalsium adalah salah satu mineral yang diperlukan dalam pembentukan dan kekuatan tulang bayi. Supaya kalsium dapat berfungsi dengan optimal, tubuh harus mempunyai cukup kadar vitamin D. Maka dari itu, susu penambah berat badan anak juga harus mengandung vitamin D. Nutrisi ini akan membantu penyerapan kalsium dan jenis mineral lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kepadatan mineral di dalam tulang.

Vitamin D yang terkandung di dalam susu penggemuk tubuh dapat membantu memperkuat dan memperkeras tulang bayi, sehingga massa tulang pun ikut meningkat. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kemenkes, kebutuhan vitamin D harian bayi usia 7-12 bulan adalah sebesar 10 mikrogram, sedangkan untuk kalsium adalah sebesar 250 gr.

Vitamin D bisa diperoleh dari sinar matahari, kuning telur, jamur, tiram, produk kedelai, sereal, yoghurt, dan ikan berlemak. Untuk kalsium, Ibu bisa mendapatkannya dari ikan teri, kacang kedelai, dan susu.

Tips Menyajikan Susu Penambah Berat Badan Anak

Memberikan susu penambah berat badan anak boleh diberikan ketika berat badan bayi berada di bawah batas normal. Namun Ibu tetap harus memperhatikan dosis yang tepat supaya susu tersebut tidak memicu kenaikan berat badan yang berlebih pada bayi. Pemberian susu penggemuk badan yang aman adalah secara bertahap, yaitu mulai dari 300 sampai 500 kkal per hari.

Pada satu gelas susu ini bisa mengandung kalori 200 kkal, sementara bayi membutuhkan kalori sebanyak 1000 - 2000 kkal sehari. Berdasarkan angka tersebut, maka pemberian susu penggemuk badan tidak boleh lebih dari 2000 kkal sehari. Bayi juga tetap harus diberi makanan padat yang mengandung kalori serta semua nutrisi penting untuk tumbuh kembangya sebagai sumber asupan utamanya.

 

Susu penambah berat badan anak hanya boleh diberikan pada bayi yang memang sulit makan dan memiliki berat badan di bawah ideal. Selain itu, pemberiannya juga harus dikonsultasikan terlebih dulu pada dokter supaya dosisnya tepat sesuai kebutuhan bayi. Susu ini juga hanyalah sebagai penambah, jadi Ibu tetap harus memberikan makanan padat yang kaya nutrisi.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar bayi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Hellosehat

Sehatq