Whatsapp Share Like Simpan

Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari asupan nutrisi, stimulasi, aktivitas, dan kesehatan. Di 1000 hari pertama atau dua tahun pertama kehidupan si Kecil, Ibu perlu mengoptimalkan perkembangan otaknya karena 80 persen otak dibentuk di fase tersebut. 1000 hari pertama ini bisa menjadi fondasi penting yang akan menentukan kecerdasan si Kecil di masa mendatang. 

Banyak orang tua yang mengutamakan asupan nutrisi untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak. Padahal, ada faktor lain yang tak kalah penting lho Bu, yaitu memaksimalkan waktu bermain bersama si Kecil. Sebuah penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa permainan yang disebut interaksi berbalas (serve and return) merupakan faktor yang efektif sekaligus menyenangkan untuk membangun fondasi yang kuat dalam perkembangan otak anak. Bahkan, permainan interaksi berbalas (serve and return) ini bisa membuat Ibu bersenang-senang juga lho. Lantas, apa itu permainan interaksi berbalas (serve and return) dan bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini yuk!

Apa Itu Interaksi Berbalas untuk Perkembangan Otak Anak?

Interaksi berbalas (serve and return) ibarat permainan tenis meja atau pingpong, permainan ini ada interaksi timbal balik yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Nah, bayangkan Ibu dan si Kecil sedang bermain tenis meja atau badminton, ada pihak yang melempar dan pihak lainnya menangkap. Si Kecil menunjukkan ketertarikan terhadap suatu benda, orang, atau aktivitas. Sementara, Ibu membalas respon si Kecil tersebut dengan mengakui dan mengapresiasi ketertarikan si Kecil. Itulah maksud dari permainan interaksi berbalas (serve and return) yang dapat meningkatkan perkembangan otak anak. 

Permainan interaksi berbalas (serve and return) ini biasanya terlihat saat si Kecil tertarik pada suatu hal dengan menunjukkan ekspresi yang berbeda, kontak mata, gerak tubuh, atau celotehan. Ibu sebagai penerima dapat merespon interaksi tersebut dengan cara berbicara kepada si Kecil, bermain ciluk ba, berbagi mainan, atau berbagai candaan yang membuat si Kecil tertawa. 

Sederhananya, permainan ini merupakan bentuk interaksi dua arah yang harus dilakukan setiap orang tua agar si Kecil merasakan perhatian dan kasih sayang yang nyata. Selain itu, permainan ini juga dapat meningkatkan kepekaan si Kecil terhadap hal-hal yang terjadi di sekelilingnya, sehingga berpengaruh terhadap pembelajaran jangka panjang. Interaksi dua arah dalam permainan ini dapat mengajarkan si Kecil untuk mengendalikan emosi dan stresnya. Oleh karena itu, permainan tersebut menjadi salah satu faktor untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak secara efektif.

Artikel Sejenis

5 Cara Melakukan Interaksi Berbalas (Serve and Return)

Setelah mengetahui pentingnya permainan interaksi berbalas (serve and return) untuk perkembangan otak anak, maka tidak ada salahnya Ibu untuk mencoba permainan tersebut dengan 5 langkah berikut ini: 

  1. Perhatikan ketertarikan yang ditunjukkan si Kecil

    Demi meningkatkan perkembangan otak anak saat bermain interaksi berbalas (serve and return), Ibu perlu memperhatikan apa saja ketertarikan yang ditunjukkan si Kecil saat itu. Apakah si Kecil fokus terhadap sesuatu, menunjuk hal tersebut, atau justru berekspresi terhadap hal itu? Aksi tersebut bukan tanpa sebab lho, Bu, itu bisa jadi sebuah ‘serve’ yang ditunjukkan oleh si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memperhatikan tingkah laku si Kecil agar bisa meresponnya. 

  2. Respon dengan cara mendukungnya

    Setelah melihat ketertarikan si Kecil terhadap suatu hal, saatnya Ibu merespon dengan penuh empati. Ibu dapat menanggapinya dengan sebuah pelukan, perkataan, ekspresi, bermain dengan si Kecil, atau bahkan mengambil objek yang mereka lihat. Dengan melihat adanya respon timbal balik dari Ibu, maka si Kecil pun merasa ada yang mengerti dengan maksud dia, sehingga ia akan membalas respon Ibu kembali dengan lebih antusias. Maka dari itu, permainan ini membuat perkembangan otak anak semakin meningkat. 

    Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

  3. Sebutkan apa yang si Kecil sukai

    Setelah menanggapi ketertarikan si Kecil pada suatu hal, saatnya Ibu menyebutkan apa yang si Kecil lihat, lakukan, dan rasakan. Hal ini akan membantu meningkatkan perkembangan otak anak dengan efektif, bahkan sebelum ia memahami kata-kata Ibu. Sebagai contoh, jika si Kecil menunjuk ke arah boneka, Ibu juga bisa menunjuknya dan berkata “Ya, itu beruangmu sayang”.

  4. Beri waktu si Kecil untuk merespon secara bergiliran

    Saat bermain interaksi berbalas (serve and return), bukan berarti Ibu hanya merespon si Kecil saja ya. Usahakan untuk melakukan interaksi berbalas ini secara timbal balik atau bergiliran, agar tercipta komunikasi dua arah yang menyenangkan. Proses ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak anak karena ia akan berusaha mencerna dan mempelajari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan.

  5. Biarkan si Kecil mengeksplorasi 

    Saat bermain, biasanya si Kecil akan menunjukkan tanda bahwa ia sudah tidak tertarik melakukan aktivitas. Tandanya bisa berupa melepaskan mainan, mengambil benda lain yang lebih menarik, atau bahkan pergi begitu saja. Jika hal tersebut terjadi, biarkan si Kecil melakukannya ya Bu, karena ia sedang mengeksplorasi hal-hal yang menarik perhatiannya. Ibu hanya perlu mendukung si Kecil agar semakin aktif. Dengan begitu, perkembangan otak anak pun semakin terasah. 

Tingkatkan Perkembangan Otak Anak dengan Asupan Nutrisi

Seperti yang Ibu ketahui, perkembangan otak anak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain membiasakan permainan interaksi berbalas (serve and return), Ibu juga perlu mengoptimalkan asupan nutrisi yang dikonsumsi si Kecil setiap harinya. Nutrisi yang seimbang merupakan kunci terpenting dalam meningkatkan perkembangan otak anak hingga jangka panjang. Sebab, nutrisi-nutrisi yang dikonsumsi tersebut memberikan pengaruh langsung pada otak dan sistem saraf si Kecil. 

Salah satu nutrisi yang penting adalah asam amino esensial atau 9AAE. Tahukah Ibu bahwa asam amino esensial (9AAE) ini merupakan bentuk sederhana dari protein yang lebih mudah diserap oleh tubuh. 9 asam amino esensial (9AAE) harus dipenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang cukup agar perkembangan otak anak lebih optimal. 9 asam amino esensial (9AAE) ini meliputi ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Selain itu, tubuh tidak bisa memproduksi 9 asam amino esensial (9AAE) ini sendiri, sehingga membutuhkan asupan dari sumber protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Sedangkan, kacang-kacangan, sayuran dan buah merupakan protein nabati yang memiliki asam amino pembatas, akibatnya asam amino yang lain tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Asupan asam amino esensial (9AAE) yang tidak lengkap pun akan berdampak terhadap tumbuh kembang si Kecil lho, Bu. Pasalnya, sebuah penelitian dari jurnal J Nutr. dalam National Center for Biotechnology Information membuktikkan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Oleh karena itu, asam amino esensial (9AAE) termasuk nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain penting untuk perkembangan otak anak, asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si Kecil. 

Meskipun asam amino esensial (9AAE) sangat penting, bukan berarti nutrisi lainnya tidak penting lho, Bu. Ada banyak nutrisi yang dapat mengoptimalkan perkembangan otak anak, seperti asam lemak omega 3, omega 6, zat besi, zinc, kalsium, kolin, yodium, serta berbagai vitamin dan mineral lainnya. Oleh karenanya, penting bagi Ibu untuk memenuhi asupan nutrisi seimbang agar perkembangan otak anak dan tumbuh kembangnya lebih optimal.

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+, kandungan nutrisi di dalam susu bubuk pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya, demi mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil. Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ diperkaya oleh 9 nutrisi penting lain, di antaranya minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Hadir dalam tiga varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang pasti disukai si Kecil.