Whatsapp Share Like Simpan

Salah satu kondisi yang kerap dialami oleh ibu menyusui yaitu nyeri payudara saat hendak menyusui si Kecil yang baru lahir. Apakah Ibu pernah mengalaminya? Eits, tenang ya, karena kondisi ini memang dialami oleh sebagian besar Ibu yang baru melahirkan. Munculnya nyeri payudara ini bukan tanpa sebab lho. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa nyeri muncul, mulai dari payudara bengkak, saluran ASI tersumbat, hingga infeksi. 

Meskipun terdapat beberapa penyebab nyeri payudara, sebenarnya Ibu tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara mengatasi yang bisa Ibu lakukan di rumah. Cari tahu penjelasan lengkapnya dalam artikel ini, yuk! 

Penyebab Nyeri Payudara saat Menyusui

Untuk mengatasi nyeri payudara saat menyusui, Ibu juga perlu tahu terlebih dahulu apa saja faktor penyebab yang memicu munculnya kondisi ini. Berikut adalah beberapa penyebab nyeri payudara yang mungkin dialami Ibu saat menyusui, di antaranya:

  • Produksi ASI terlalu banyak

    Produksi ASI yang terlalu banyak bisa jadi salah satu penyebab nyeri payudara yang kerap dialami oleh para ibu menyusui. Ibu tidak perlu cemas jika hal ini terjadi karena rasa nyeri tersebut biasanya akan hilang secara perlahan, tepatnya saat payudara ibu menyusui sudah bisa menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan asupan si Kecil. 

    Umumnya nyeri payudara akibat produksi ASI terlalu banyak akan hilang dengan sendirinya dalam 3 bulan pertama menyusui. Namun, Ibu juga bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini saat produksi ASI mengalami peningkatan, di antaranya:

    Artikel Sejenis

    • Sebelum menyusui, Ibu bisa memerah atau pompa ASI untuk mengurangi arus ASI yang keluar saat si Kecil menyusu
    • Cobalah menyusui dengan posisi badan si Kecil sedikit duduk atau posisi kepala lebih tinggi dibandingkan badannya
    • Usahakan menyusui sebelum si Kecil merasa lapar atau sebelum waktu menyusui tiba
    • Saat sedang menyusui, Ibu bisa sambil memijat areola payudara untuk mengendalikan aliran ASI yang keluar
  • Payudara bengkak

    Penyebab ini muncul karena terlalu banyak ASI yang menumpuk di payudara Ibu. Hal ini dikarenakan produksi ASI cenderung lebih banyak dibandingkan dengan ASI yang dikeluarkan. Penumpukan ASI yang semakin banyak akan memicu pembengkakan rasa nyeri pada sekitar payudara.

    Jika kondisi ini tidak diatasi dengan tepat, maka pembengkakan bisa meningkatkan risiko mastitis atau abses payudara.Payudara yang bengkak juga menyebabkan si Kecil kesulitan menghisap ASI dengan baik. Untuk mengatasi kondisi ini, Ibu dapat melakukan beberapa tips di bawah ini:

    • Gunakan kedua payudara untuk menyusui
    • Lebih rutin menyusui si Kecil
    • Meningkatkan durasi menyusui selama si Kecil masih lapar
    • Memijat payudara saat menyusui
    • Mandi dengan air hangat untuk mendorong aliran ASI
    • Gunakan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri tersebut
    • Gunakan pompa ASI saat sedang tidak menyusui si Kecil

    Jika langkah di atas tidak mampu menangani pembengkakan dan nyeri payudara, sebaiknya Ibu periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

  • Dermatitis atau eksim

    Rasa nyeri sekaligus gatal pada payudara juga bisa terjadi akibat dermatitis atau eksim yang dialami oleh Ibu lho.  Biasanya kondisi ini disebabkan oleh penggunaan sabun, losion, atau krim yang tidak cocok dengan kulit Ibu. Meskipun sedang mengalami eksim, sebaiknya Ibu tetap menyusui si Kecil secara rutin. 

    Ibu juga dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang jadi pemicu eksim, menjaga kesehatan kulit, mencukupi kebutuhan nutrisi dan cairan, dan mengurangi stres dengan baik. Berikut ini langkah-langkah yang bisa ibu menyusui lakukan saat mengalami eksim, antara lain:

    • Meskipun muncul rasa gatal dan nyeri payudara, sebaiknya Ibu tetap menyusui si Kecil, guna menjaga produksi ASI dan mencegah pembengkakan payudara
    • Gunakan bantalan payudara (breast pad) untuk menyerap ASI yang keluar dan menjaga agar payudara tidak basah
    • Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat karena bisa menekan payudara dan membuatnya iritasi

    Bila eksim pada Ibu cukup mengganggu, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat penangan yang lebih baik. 

  • Infeksi jamur

    Nyeri payudara juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur Candida, yang sebenarnya hidup secara alami di tubuh kita. Namun, jika pertumbuhan jamur ini berlebih, maka bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan, salah satunya gatal dan nyeri payudara saat menyusui. 

    Pada masa menyusui, biasanya infeksi jamur yang Ibu rasakan merupakan hasil penularan dari mulut bayi yang sedang mengalami sariawan akibat infeksi jamur. Apabila kondisi ini muncul, sebaiknya Ibu dan si Kecil segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Sebab, nyeri payudara akibat infeksi jamur biasanya diobati dengan pemberian salep atau obat tertentu sesuai dengan anjuran dokter. 

  • Tongue-tie 

    Penyebab lain payudara terasa nyeri saat menyusui adalah tongue-tie. Tongue-tie merupakan kelainan bawaan pada mulut yang menyebabkan bayi tidak leluasa untuk menggerakkan lidahnya. Kondisi ini bisa membuat si Kecil tidak dapat mengisap payudara dengan baik, sehingga Ibu juga akan merasakan nyeri payudara. Bayi yang mengalami tongue-tie biasanya memunculkan gejala berikut ini: 

    • Berulang kali memasukkan dan mengeluarkan puting payudara dari mulutnya, sehingga proses menyusu jadi lebih lama
    • Saat menyusu, si Kecil cenderung seperti mengunyah, bukan menghisap seperti bayi pada umumnya
    • Sulit menggerakan lidah ke atas atau ke samping 
    • Lidah terlihat berbentuk seperti hati atau huruf V
    • Tidak bisa menjulurkan lidah melewati gigi depan

    Bila Ibu mengalami nyeri payudara karena tongue-tie, sebaiknya segera bawa si Kecil untuk diperiksa ke dokter agar mendapat penanganan yang lebih baik. 

  • Si Kecil tumbuh gigi

    Nyeri payudara juga bisa muncul ketika si Kecil sudah tumbuh gigi. Ini karena saat gigi mulai tumbuh, gusinya akan menjadi lunak dan nyeri, sehingga ia akan menggigit puting Ibu saat menyusu. Jika kondisi ini sedang dialami Ibu dan si Kecil, cobalah pijat dahulu gusi si Kecil dengan jari Ibu yang bersih dan sudah dicelupkan ke air dingin. Pijatan pada gusi si Kecil juga dilakukan setelah menyusui ya, Bu. Meski payudara terasa nyeri, Ibu dianjurkan untuk tetap memberikan si Kecil ASI secara optimal agar kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik.

  • Mastitis

    Penyebab nyeri payudara yang kerap dikeluhkan oleh sebagian besar ibu menyusui yaitu mastitis. Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara Ibu yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau saluran ASI tersumbat, sehingga memicu rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan. 

    Kondisi inilah yang sering kali membuat ibu menyusui merasa tidak nyaman dan kesulitan saat memberikan ASI. Lantas, bagaimana cara mengatasi mastitis? Cara yang paling efektif untuk mengatasi kondisi ini yaitu dengan tetap menyusui si Kecil meski payudara Ibu terasa nyeri. Sebab, berhenti menyusui justru akan memperburuk mastitis lho. Saat menyusui dalam keadaan mastitis, sebaiknya Ibu menerapkan langkah berikut ini:

    • Pastikan mulut si Kecil melekat dengan benar pada payudara
    • Cobalah mencari posisi menyusui yang nyaman
    • Pijat payudara dengan lembut saat menyusui
    • Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat
    • Perbanyak istirahat dan cukupi kebutuhan cairan harian
    • Saat nyeri payudara, kompres dengan rendaman air hangat atau mandi air hangat

    Namun, jika nyeri payudara tak kunjung hilang dan mengganggu proses menyusui, Ibu dianjurkan untuk segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi nyeri payudara yang biasa dialami oleh ibu menyusui. Kondisi ini memang cukup mengganggu dan menimbulkan rasa tak nyaman, namun Ibu sebaiknya tetap menyusui si Kecil secara rutin. Sebab, selain memberikan asupan nutrisi bagi si Kecil, menyusui juga menjadi momen bonding antara Ibu dan buah hati tercinta. 

Tak hanya itu, untuk mengatasi nyeri payudara akibat infeksi, Ibu juga sebaiknya mengonsumsi asupan nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar mengurangi infeksi yang muncul akibat kuman dan bakteri. Beberapa nutrisi untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh, di antaranya protein, vitamin C, vitamin E, dan zinc (seng). Nah, keempat nutrisi tersebut terkandung di dalam susu Frisian Flag MAMA yang penting untuk meningkatkan kualitas ASI, serta bermanfaat bagi kesehatan Ibu dan tumbuh kembang si Kecil. 

Susu Frisian Flag MAMA mempunyai 2 manfaat dalam 1 produknya yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui sekaligus, menjadikan konsumsi susu ini lebih praktis dan ekonomis. Susu Frisian Flag MAMA hadir dengan rasa cokelat yang lezat dan bisa Ibu sajikan dengan sajian susu dingin maupun panas sesuai selera. 

 Perlu Ibu ketahui juga bahwa Frisian Flag MAMA mengandung nutrisi untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Frisian Flag Mama merupakan sumber protein yang penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil dan juga daya tahan tubuh Ibu. Di dalamnya pun mengandung kalsium yang tinggi untuk kesehatan tulang Ibu dan si Kecil, tinggi zat besi untuk mencegah anemia, sumber serat inulin untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi, serta tinggi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung syaraf janin. Selain itu, Frisian Flag MAMA juga mengandung multivitamin dan multimineral lainnya.