Whatsapp Share Like Simpan

Setiap Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil, terutama di 1000 hari pertama atau dua tahun pertama kehidupannya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan Ibu adalah pertumbuhan fisik anak agar lebih kuat dan tinggi. Untuk memantau pertumbuhannya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan, seperti membuat pengukuran tinggi badan anak di rumah. 

Pengukuran tinggi badan anak yang dibuat sendiri akan memudahkan Ibu untuk memantau pertumbuhan si Kecil dari hari ke hari. Sebab, tumbuh kembang masing-masing anak berbeda, sehingga Ibu tidak bisa menyamakan tinggi badan si Kecil dengan temannya yang lain. Namun, Ibu dapat mengetahui tinggi badan ideal anak-anak dengan mengikuti panduan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI yang mengacu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO), patokan tinggi badan anak yang ideal dibedakan menurut usia dan jenis kelamin. 

Tinggi badan ideal untuk anak laki-laki berdasarkan usianya adalah:

  • Usia 1 tahun: 72-78 cm
  • Usia 2 tahun: 82-92 cm
  • Usia 3 tahun: 83-95 cm
  • Usia 4 tahun: 84-97 cm
  • Usia 5 tahun: 85-98 cm

Sementara, tinggi badan ideal untuk anak perempuan berdasarkan usianya adalah:

  • Usia 1 tahun: 70-78 cm
  • Usia 2 tahun: 80-92 cm
  • Usia 3 tahun: 82-95 cm
  • Usia 4 tahun: 83-96 cm
  • Usia 5 tahun: 84-97 cm

Tinggi badan anak merupakan salah satu tolak ukur status gizi dan pertumbuhan si Kecil. Tinggi badan yang kurang pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, pertumbuhan yang belum sempurna, kurang gizi, atau adanya penyakit tertentu yang menghambat pertumbuhan fisiknya. Penting bagi Ibu untuk memantau pertumbuhan si Kecil dengan cara membuat pengukuran tinggi badan anak. Ini berguna untuk mengetahui jika ada gangguan yang dialami si Kecil, sehingga Ibu pun bisa langsung mengatasi kondisi tersebut sejak awal. 

Artikel Sejenis

Cara Membuat Pengukuran Tinggi Badan Anak di Rumah

Saatnya Ibu mengasah kreativitas dengan membuat pengukuran tinggi badan anak dengan bentuk hewan yang menggemaskan, seperti jerapah. Selain menyenangkan, pengukuran tinggi badan anak ini akan sangat bermanfaat sekaligus mempercantik ruangan di rumah. Ibu bisa memilih dinding yang masih kosong untuk membuat gambar jerapah berukuran besar sebagai alat pengukur tinggi badan si Kecil. Ada beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan, antara lain:

  1. Pilih jenis hewan untuk di-print atau digambar

    Ibarat membuat penggaris yang sangat besar untuk mengukur tinggi badan si Kecil, pastikan Ibu memilih gambar hewan dengan ukuran yang besar pula. Salah satu hewan yang bisa dipilih adalah jerapah karena ukurannya cukup besar dan lehernya panjang, sehingga sangat cocok untuk dijadikan pengukuran tinggi badan anak dengan ukuran centimeter. 

  2. Buat gambar badan si Kecil

    Ibu juga bisa membuat gambar atau avatar tubuh si Kecil atau mengajaknya membuat gambar dirinya sendiri di atas kertas. Kemudian, kertas tersebut ditempelkan di samping jerapah sebagai pengukuran tinggi badan anak. 

  3. Tandai alat pengukur

    Setelah menempelkan jerapah di dinding, saatnya Ibu tandai tingginya dengan angka-angka menggunakan ukuran centimeter mirip dengan alat pengukuran tinggi badan anak yang ada di dokter. Pastikan untuk menunjukkan angka kelipatan 10 dengan lebih jelas supaya memudahkan Ibu untuk memantau kenaikan tinggi badan si Kecil. 

  4. Siapkan gambar hewan-hewan kecil sebagai tanda 

    Langkah selanjutnya adalah menggambar hewan-hewan dari yang terkecil hingga tertinggi sebagai tanda atau benchmark di beberapa ukuran angka. Tempelkan gambar hewan-hewan tersebut menggunakan selotip atau double tip di beberapa kelipatan angka. Misalnya, tempelkan gambar kelinci di angka 60 centimeter, kemudian gambar rusa di angka 150 centimeter, dan seterusnya hingga hewan yang tinggi. Dengan begitu, memantau pengukuran tinggi badan anak membuatnya lebih antusias dan menyenangkan. 

  5. Catat pengukuran tinggi badan anak 

    Langkah terakhir yang paling penting adalah mencatat pengukuran tinggi badan anak secara rutin. Sebagai contoh, saat si Kecil melakukan pengukuran tinggi badan, tandai dengan menggunakan gambar atau foto dia yang ditempelkan di dinding beserta tanggalnya. Langkah ini berguna untuk mengetahui berapa kenaikan tinggi badan anak dari minggu-minggu sebelumnya. Selain itu, mencatat pengukuran tinggi badan anak juga bermanfaat jika ada gangguan pertumbuhan yang dialami si Kecil. 

Perlu Ibu ketahui, saat melakukan pengukuran tinggi badan anak, pastikan lengan si Kecil tegap berada di antara tubuhnya, posisi wajahnya menghadap lurus ke depan, dan kakinya berdiri dengan tegap. 

Baca juga: Manfaat Asam Amino Esensial (9AAE) Untuk Pertumbuhan Anak

Cara Mengoptimalkan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak 

Pengukuran tinggi badan anak juga harus dioptimalkan dengan cara lain agar pertumbuhan fisik si Kecil lebih ideal. Upaya mengoptimalkan tinggi badan harus dilakukan sejak usia dini hingga si Kecil mencapai usia masa pubertas. Sebab, tinggi badan anak akan mencapai puncaknya pada akhir masa tersebut. Berikut ini ada beberapa cara mengoptimalkan tinggi badan anak, antara lain:

  1. Olahraga bersama

    Olahraga dapat membangun kekuatan tulang dan otot si Kecil. Salah satu cara untuk membiasakan si Kecil olahraga dan bermain yaitu dengan cara mengajaknya melakukan kegiatan ini secara bersama-sama. Buatlah jadwal rutin setiap minggunya untuk melakukan olahraga bersama si Kecil dan anggota keluarga lainnya. Kegiatan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bonding untuk mendekatkan ikatan antara Ibu dan si Kecil. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa menaikkan tinggi badan anak, di antaranya berenang, bermain basket, lompat tali, squat, jumping jack, dan lain-lain. 

    Saat melakukan olahraga ini, usahakan sesuai dengan kemampuan dan usia si Kecil ya, Bu. Buatlah suasana olahraga dengan seru dan menyenangkan agar kegiatan ini menjadi rutinitas yang bisa dilakukan hingga jangka panjang. Setelah berolahraga secara rutin, saatnya Ibu memantau pengukuran tinggi badan anak yang ada di rumah untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan fisiknya. 

  2. Pastikan si Kecil cukup tidur 

    Waktu tidur yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan mental dan fisik si Kecil lho, Bu. Si Kecil butuh waktu tidur yang cukup agar tubuhnya dapat beristirahat, segar, dan mendapatkan energi baru. Oleh karena itu, bayi dan anak-anak memerlukan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Waktu tidur yang cukup dapat berpengaruh juga terhadap perkembangan kognitif anak, yaitu kemampuan untuk berpikir dan memahami, mengolah informasi, belajar bahasa, dan lainnya. Selain itu, tidur yang cukup juga dapat memperkuat sistem imun tubuhnya agar terhindar dari risiko berbagai penyakit. Waktu tidur inilah yang berkaitan dengan pengukuran tinggi badan anak yang lebih optimal. Maka dari itu, pastikan si Kecil mendapat waktu dan kualitas tidur yang baik ya, Bu. 

  3. Berikan asupan bernutrisi tinggi

    Seperti yang Ibu ketahui, makanan yang bernutrisi tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil agar lebih optimal. Ada banyak jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh si Kecil, di antaranya protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Penuhi asupan nutrisi ini dengan seimbang agar Ibu dapat melakukan pengukuran tinggi badan anak yang lebih ideal. Salah satu nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak adalah protein. Sebab, protein memiliki fungsi khusus yang tidak dimiliki oleh zat gizi lainnya, yaitu membangun dan memelihara organ serta jaringan tubuh. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana yang disebut asam amino. Ada beberapa jenis asam amino yang bermanfaat untuk tubuh, namun jenis yang paling penting adalah 9 asam amino esensial atau disebut juga 9AAE.

    Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 

Untuk mengoptimalkan pengukuran tinggi badan anak yang ideal, Ibu bisa menambahkan asupan bernutrisi dari susu pertumbuhan seperti Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Susu pertumbuhan ini mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang disukai anak-anak.