Whatsapp Share Like Simpan

Ibu pasti ingin melihat si Kecil tumbuh menjadi anak yang jujur, menghargai sesama, peduli, tanggung jawab, dan memiliki sifat-sifat baik lainnya, kan? Sifat-sifat tersebut bisa Ibu ajarkan kepada si Kecil melalui pendidikan karakter anak usia dini. Pendidikan karakter adalah pengajaran yang menekankan pada nilai-nilai untuk membentuk kepribadian anak. Kemampuan ini sangat penting karena anak yang cerdas tidak hanya dilihat dari kemampuan akademisnya saja (IQ), tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola emosi (EQ) yang berpengaruh dalam kehidupannya sehari-hari. Di sinilah pentingnya peran Ibu sebagai orang tua yang harus mengajarkan pendidikan karakter pada anak-anak sejak awal. 

Banyak karakter yang bisa Ibu ajarkan kepada si Kecil, seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, kesabaran, saling menghargai, empati, simpati, kepedulian, rasa ingin berbagi terhadap sesama, adil, kemampuan menyelesaikan masalah, dan masih banyak karakter lainnya yang bisa ditanamkan sejak dini. Berbeda dengan pendidikan akademis atau formal, pendidikan karakter tidak perlu memiliki kurikulum tersendiri, melainkan dapat disisipkan pada mata pelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan karakter tak hanya diajarkan oleh orang tua saja, tetapi juga guru dan orang-orang di sekitar si Kecil. 

Ibu bisa mengajarkan pendidikan karakter dari kebiasaan sehari-hari, sebagai contoh, saat si Kecil berusaha menyelesaikan satu permainan tantangan, saatnya Ibu ajarkan untuk tidak mudah menyerah agar sikap gigih tertanam dalam dirinya. Selain itu, jika si Kecil sudah memasuki usia prasekolah, Ibu bisa mengajarkan ia untuk jujur saat menyelesaikan satu pelajaran atau pekerjaan rumah. 

Seberapa Penting Pendidikan Karakter pada Anak?

Pendidikan karakter sangat penting diajarkan kepada anak-anak karena dapat mencerminkan perilaku dan nilai-nilai baik yang dimiliki oleh si Kecil hingga berpengaruh di masa depan. Pada praktiknya, pendidikan karakter yang baik akan membuat anak melakukan hal dengan sadar, berkomitmen, dan kompeten. Lewat pendidikan karakter yang tepat, anak bisa memiliki sifat-sifat baik, seperti jujur, toleran, bekerja keras, mandiri, kreatif, menghargai orang lain, cinta damai, peduli, bertanggung jawab, dan lainnya. Karakter-karakter ini berguna untuk mengembangkan potensi baik untuk dirinya sendiri maupun kehidupan di lingkungan sekitar. Banyak cara untuk menerapkan pendidikan karakter pada anak, misalnya dalam aktivitas sehari-hari, olahraga, bermain dengan teman, di sekolah, saat melakukan hobi, dan aktivitas lainnya. 

Dalam mengajarkan pendidikan karakter pada anak, penting bagi Ibu untuk bersikap sabar, empati, saling menghargai, dan memberikan contoh yang baik. Dengan begitu, si Kecil pun merasakan kasih sayang yang Ibu berikan dan menerapkan karakter-karakter positif dalam keseharian. Cara mendidiknya pun tidak seperti guru mengajarkan pelajaran di sekolah, sebaiknya mengajari anak dengan melakukan praktik secara langsung. Misalnya, saat mengajari si Kecil sopan santun, sebaiknya Ibu mulai membiasakan si Kecil untuk mengucapkan kata terima kasih, tolong, dan minta maaf kepada orang lain. Tak hanya itu lho, Bu, pendidikan karakter juga bisa diterapkan saat Ibu membiasakan si Kecil menjaga kebersihan rumah dengan tidak buang sampah sembarangan. Ajaklah si Kecil untuk membersihkan area rumah secara bersama-sama. Dengan mengajarkan dari hal-hal kecil tersebut, si Kecil pasti akan terbiasa dan karakter baik akan tertanam dengan sendirinya. 

Artikel Sejenis

Apa Manfaat Pendidikan Karakter pada Anak?

Usia dini merupakan masa paling penting untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. Jika orang tua, guru, dan orang-orang di sekitar anak memberikan pengajaran dan contoh yang baik, maka si Kecil pun akan mendapatkan beragam manfaat, di antaranya:

  1. Membentuk karakter diri

    Pendidikan karakter yang baik dapat menciptakan kepribadian anak yang menyeluruh, yang tidak hanya pintar dan cerdas dalam hal akademis saja, tetapi juga memiliki karakter yang maju, jujur, berani, memiliki tekad dalam memegang prinsip hidup. 

  2. Melatih mental dan moral

    Pendidikan karakter juga dapat mencegah terjadinya kondisi mental yang lemah dan moral yang tidak baik. Dengan meningkatkan kecerdasan emosional, mental, dan moral yang baik, si Kecil pun akan tumbuh menjadi individu yang dapat bersosialisasi dan dapat menciptakan suasana belajar serta bermasyarakat dengan lebih positif. 

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

  3. Mengetahui peluang dan bahaya lingkungan

    Pendidikan karakter juga memberi pengetahuan kepada si Kecil untuk mengetahui apa saja masalah atau bahaya yang ada di masyarakat, agar dapat mengatasinya dengan benar. Sebab, karakter yang baik dapat menjadi benteng dalam memerangi perilaku berbahaya. 

  4. Baik dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab

    Pendidikan karakter juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir si Kecil untuk mengambil keputusan dengan baik. Dengan begitu, si Kecil pun akan memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dengan rasa tanggung jawab, jika ada masalah atau bahaya muncul.

    Namun, perlu Ibu ingat bahwa anak yang memiliki karakter yang baik belum tentu selalu benar. Ada kalanya si Kecil melakukan kesalahan. Selama kesalahan tersebut masih di batas normal, maka itu adalah hal yang wajar. Bagaimanapun, tidak ada anak yang tumbuh menjadi pribadi yang sempurna. Akan tetapi, pendidikan karakter yang baik akan membantu si Kecil untuk menjadi pribadi yang memiliki karakter positif dalam bermasyarakat. 

Cara Membentuk Karakter Anak Usia Dini

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan RI (Kemendikbud) menjelaskan bahwa menumbuhkan rasa aman dan nyaman merupakan dasar yang utama dalam membentuk karakter anak. Dengan begitu, akan tumbuh rasa berharga dan bernilai pada diri anak. Ada dua faktor yang memengaruhi pembentukan karakter pada anak, yaitu faktor bawaan dalam diri anak dan faktor pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, prinsip moral yang diterima, bimbingan, serta hubungan antara orang tua dan anak. Maka dari itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak. 

Proses pembentukan karakter diawali dengan peran Ibu dan Ayah sebagai sosok yang berpengaruh untuk menjadi panutan si Kecil. Sebagian besar anak-anak akan lebih mudah meniru perilaku dibandingkan menuruti nasihat yang diberikan Ibu, Ayah, atau orang di sekitarnya. Di usia emasnya, si Kecil akan belajar mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, sehingga kebiasaan Ibu dan Ayah setiap hari akan memengaruhi karakter si Kecil di kemudian hari. Meskipun si Kecil akan melihat dari kebiasaan sehari-hari, namun proses pembentukan karakter bisa dibangun lebih baik dengan pengajaran yang Ibu berikan. Ibu harus memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada si Kecil tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Si Kecil juga perlu diajarkan untuk dapat memilih sesuatu yang baik, sehingga ia dapat mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya. Maka dari itu, Kemendikbud RI menganjurkan Ibu untuk menerapkan suasana pengajaran yang menganut prinsip 3A, yaitu asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan). Dengan begitu, si Kecil akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika mendapat perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam lingkungan yang nyaman. 

Selain menerapkan pendidikan karakter, penting bagi Ibu untuk memenuhi asupan nutrisi si Kecil agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Sebab, kecerdasan si Kecil dalam menerima dan mengolah informasi yang ia dapatkan bergantung pada perkembangan otak dan sistem sarafnya. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan nutrisi dari makanan bergizi dan susu pertumbuhan seperti Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.