Whatsapp Share Like Simpan

Kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan diri untuk melihat, memahami, dan mengungkapkan perasaan sesuai dengan keadaan yang dialami saat itu. Pada anak usia 1-3 tahun, kecerdasan emosionalnya masih belum terbentuk dengan baik. Meski bisa tumbuh secara alami, tapi ia tetap membutuhkan bantuan dari Ibu sebagai orang tua untuk mengembangkannya.

Menurut para ahli, kecerdasan emosional berperan terhadap kebahagiaan seseorang. Oleh karena itu, si Kecil perlu memiliki kemampuan emosional yang baik dengan dukungan Ibu melalui beberapa tips berikut ini:

Membantu Si Kecil Mengetahui Emosinya Sendiri

Langkah awal yang yang harus Ibu lakukan untuk membangun kecerdasan emosional buah hati adalah membantunya mengetahui emosinya sendiri terlebih dulu. Bantu ia untuk memahami perasaannya, seperti apakah ia sedang sedih, marah, senang, atau kecewa. Selain itu, jelaskan juga akibat yang dialami orang lain dengan perasaannya saat itu. Jika si Kecil sudah bisa memahami emosinya sendiri, bantulah ia untuk menyampaikannya dengan caranya sendiri, misalnya melalui gambar atau tulisan.

Untuk membantu menjelaskan tentang emosi kepada si Kecil, Ibu juga boleh menggunakan alat bantu seperti flash card atau gambar. Tunjukkan padanya gambar-gambar yang memperlihatkan berbagai ekspresi emosi, lalu biarkan ia memilih gambar yang menunjukkan emosinya saat itu. Setelah itu, ajak ia untuk menceritakan tentang emosi yang sedang dirasakannya.

Pastikan Ibu menanggapi cerita si Kecil dengan positif. Contohnya jika ia sedang merasa sedih, Ibu bisa menghiburnya untuk membuatnya ceria lagi dengan bercerita dongeng yang lucu. Tanggapan dari Ibu ini sangat berharga bagi buah hati, karena di matanya Ibu adalah seseorang yang akan selalu hadir untuknya apapun kondisi yang sedang ia hadapi.

Artikel Sejenis

Bercerita Tentang Emosi Ibu pada Si Kecil

Tak hanya si Kecil saja yang perlu menceritakan emosinya, Ibu juga sebaiknya melakukan hal yang sama. Hubungan timbal-balik ini dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosional si Kecil lho, Bu. Ceritakan padanya alasan yang menyebabkan Ibu merasa marah, sedih, senang, ataupun kecewa.

Apabila ingin menunjukkan emosi negatif, seperti kecewa atau sedih, Ibu sebaiknya menunjukkan cara mengontrol dan mengeluarkan emosi tersebut. Tujuannya, tentu, untuk mengajari si Kecil bagaimana caranya bersikap dengan benar saat sedang memiliki emosi tersebut.

Apabila si Kecil melakukan suatu hal yang tidak Ibu sukai, seperti merobek buku, sampaikan rasa keberatan Ibu dengan emosi yang positif. Ibu bisa memberikan nasihat dengan suara lembut dan nada tenang, alih-alih langsung memarahinya. Cara tersebut akan lebih mudah dipahami oleh si Kecil bahwa sikap tersebut tidak baik dan bisa membuat Ibu marah, sehingga ia seharusnya tidak melakukannya.

Memperkenalkan Perubahan Suasana di Rumah

Saat sedang berada di rumah, akan ada kemungkinan terjadinya perubahan suasana selama beberapa kali. Hal ini juga penting untuk Ibu ajarkan kepada si Kecil untuk membantu mengembangkan kecerdasan emosionalnya. Perkenalkan perubahan suasana yang terjadi di rumah dan lihatlah bagaimana emosinya dipengaruhi oleh suasana tersebut. Jika si Kecil memperlihatkan ekspresi bosan, Ibu bisa mengajaknya bermain atau melakukan aktivitas lainnya di luar rumah untuk mengganti suasana.

Baca juga: Tips Mengembangkan Kecerdasan Sosial Anak

Perkenalkan Suasana Hati di Luar Rumah

Selain di rumah, Ibu juga perlu memperkenalkan suasana hati di luar rumah sebagai cara mengembangkan kecerdasan emosional si Kecil. Bantu ia untuk mengenali perubahan emosi di berbagai tempat dan di setiap suasana. Ibu bisa menanyakan suasana hati yang ia rasakan pada suasana tertentu, misalnya saat berada di kerumunan.

Tanyakan bagaimana suasana hatinya saat itu. Jawaban dari si Kecil akan mempermudah Ibu untuk membantunya mengenali suasana yang membuatnya lebih merasa nyaman.

Mencoba Memahami Perasaan Orang Lain

Selain mengenali emosi pada dirinya sendiri, si Kecil juga perlu memahami perasaan orang lain. Tujuannya supaya ia tidak menjadi pribadi yang egois dan mau mengerti kondisi orang di sekitarnya. Misalnya saat ia merebut mainan anak lain. Tanyakan padanya bagaimana jika mainannya yang direbut, apa yang akan ia rasakan. Cara ini akan mempermudah Ibu untuk mengajarkan tentang empati pada buah hati sejak dini.

Ajarkan Cara untuk Mengekspresikan Emosi

Masing-masing emosi memiliki cara pengekspresian yang berbeda. Ajarkan buah hati untuk mengekspresikan emosinya dengan cara yang benar, karena dari sinilah kecerdasan emosional si Kecil akan terlatih dengan baik. Untuk emosi sedih, misalnya, jangan pernah melarangnya untuk menangis, sebab menangis merupakan sebuah bentuk ungkapan dari perasaan sedih.

Dampingi si Kecil saat ia menangis sambil mengucapkan kata-kata seperti, “Iya kamu sedih, ya. Boleh kok kalau mau menangis dulu. Nanti kalau sudah selesai Ibu peluk, ya.”. Biarkan ia untuk mengeluarkan emosinya, sebab jika terus dipendam, emosi tersebut akan menumpuk dan dapat menjadi bom waktu.

Ajak Si Kecil Bernegosiasi Tentang Emosinya

Saat buah hati sedang mengalami suatu emosi, ajaklah ia untuk bernegosiasi tentang hal yang ia inginkan dan keputusan terbaik yang harus diambil. Ia boleh menyampaikan keinginannya, tapi Ibu tetap harus membantu ia untuk mengambil keputusan yang tepat sebagai cara untuk menyalurkan emosinya. Contohnya saja saat ia marah. Ia boleh menyalurkan kemarahannya, tapi jangan sampai menyakiti diri sendiri dan orang lain, ataupun merusak barang-barang.

 

Kecerdasan emosional penting untuk dikembangkan sejak dini supaya si Kecil mampu memahami serta mengelola emosi dengan baik. Terus bersabar untuk membantu dan mendukung buah hati ya, Bu. Semoga kelak ia menjadi pribadi yang baik dan membawa kebahagiaan baik keluarga maupun orang di sekitarnya.

Untuk Ibu yang memiliki pertanyaan seputar anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba.


Sumber:

Generasimaju

Parentingclub