Share Like
Simpan

Sebagai orang tua, kesehatan balita dan kemajuan di tiap Momen Wow si Kecil tentu amat berharga bagi Ibu, ya. Namun bagaimana jika si Kecil mengalami kondisi khusus seperti disleksia seperti yang dialami oleh anak saya, Bu? Saya pun berkonsultasi dengan dokter anak untuk mencari tahu apa yang terjadi pada si Kecil. Disleksia merupakan bentuk ketidakmampuan dalam mempelajari sesuatu. Biasanya, penderita disleksia bermasalah dalam memproses informasi yang mereka dapatkan. Beberapa dari mereka sering mengalami kesulitan dalam menyatukan bunyi dari huruf-huruf yang berjejer sehingga membuatnya harus berusaha lebih keras saat membaca, menulis, menghitung, hingga berbicara.

Menurut dokter, ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk membantu kondisi kesehatan si Kecil. Berikut beberapa di antaranya:

1. Membacakan Buku yang Menarik Minat si Kecil

Karena penderita disleksia mengalami kesulitan dalam mencerna informasi, sebagai orang tua, saya bisa membantunya dengan membacakan buku yang menarik minat si Kecil. Namun, karena kemungkinan besar ia belum mampu mencerna isi buku bila saya hanya membacakan sekali, saya harus bersabar dan membaca kembali buku itu untuknya agar perlahan ia mengerti, Bu.

Selain itu, dokter juga menyarankan saya untuk membimbing si Kecil membaca sendiri buku yang ia sukai dan mendiskusikan isi buku bersama-sama. Tujuannya untuk memastikan bahwa si Kecil memahami apa yang ia baca. Supaya si Kecil terus bersemangat belajar membaca dan memahami isi buku, saya juga diminta untuk terus menyemangatinya agar ia termotivasi.

2. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Karena ia memiliki keterbatasan dalam mencerna informasi, si Kecil butuh berkonsentrasi lebih saat berusaha memahami sesuatu. Untuk itu, saat sesi konsultasi kesehatan balita, dokter juga menyarankan saya untuk menciptakan lingkungan yang tenang untuk tempat si Kecil belajar. Di samping itu, saya juga disarankan untuk mendampingi ia selama belajar dan mengerjakan tugas supaya bisa segera memberikannya bantuan saat ia kesulitan.

3. Ajak Menonton Film atau Kartun Bersama

Di sesi konsultasi kesehatan anak itu, dokter juga menyarankan saya untuk melatih daya konsentrasi si Kecil lewat cara-cara menyenangkan, Bu. Misalnya, dengan mengajak ia menonton film atau serial kartun bersama. Setiap habis menonton, saya diminta untuk bertanya pada si Kecil apa yang ia tahu dari film tadi dan memintanya untuk menceritakannya kembali. Meski sederhana, menurut dokter hal ini cukup membantu balita kesayangan saya meningatkan kemampuan konsentrasinya.

Benar memang bahwa tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan disleksia. Namun, penanganan sejak dini bisa membantu si Kecil melatih kemampuannya dalam memahami informasi dan berkonsentrasi, Bu. Ini sebabnya, bila menemukan beberapa gejala yang menunjukkan si Kecil mengalami disleksia, segeralah melakukan konsultasi kesehatan balita, ya, Bu.