Share Like
Simpan

Hai, Bu! Apakah ada perubahan yang Ibu rasakan pada si Kecil semenjak ia menginjak usia 4-5 tahun?  Ya, pada usia ini, otak si Kecil mulai berkembang, dan umumnya mulai terlihat bisa berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama.

Sayangnya, jaman sekarang begitu banyak distraksi atau pengganggu ya, Bu. Tak seperti kita dulu, sepertinya sekarang anak lebih banyak hiburannya. Kalau di rumah, anak saya dulu suka gampang sekali tergoda sama yang namanya TV, tablet, dan komputer. Aduh, suka gemas deh kalau mendengar alasan si Kecil yang suka menunda-nunda waktu gara-gara sedang asyik bermain atau nonton kartun kesukaannya.

Harus diakui, Bu. Fokus belajar di jaman sekarang memang lebih menantang, ya. Tak hanya karena kurikulum yang lebih sulit, namun juga distraksinya pun lebih beragam. Nah lho, sepertinya sulit ya untuk si Kecil menghadapinya! Oleh sebab itu, saya kali ini ingin membagi tips untuk membantu si Kecil supaya bisa fokus dalam belajarnya nanti, Bu. Selamat menikmati!

Buat Rutinitas Belajar

Nah, kalau dulu, saya suka memberikan pengertian kepada si Kecil kalau setiap anggota keluarga di rumah ini punya tugas penting. Jadi, tugasnya waktu itu  adalah belajar. Setelah dia sudah mengerti, baru saya buatkan rutinitas belajar di jam tertentu setiap harinya. Lalu, jika si Kecil iri melihat adiknya bermain sementara mereka harus belajar, coba saja libatkan adiknya dengan memberikan buku mewarnai. Jadi, mereka bisa belajar berdua, deh!

Mengatasi Distraksi

Ini tidak boleh terlewatkan, Bu. Saat si Kecil sedang belajar, pastikan Ibu telah mematikan TV dan komputer, serta menjauhkan gadget serta komputer dari hadapannya. Ibu juga harus mencontohkannya dengan tidak bermain games di gadget atau menonton TV di depannya, Bu. Jika memungkinkan, Ibu juga bisa memasang musik pengiring yang tenang sambil dia belajar nanti. Dari yang saya baca, beberapa riset menunjukkan kalau musik klasik bisa dijadikan pilihan karena dianggap dapat meningkatkan konsentrasi saat belajar nanti, Bu. Namun, semuanya tentu tergantung dari minat dan kepribadian si Kecil.

Buat Tempat Belajar Yang Kondusif

 Bu, jangan heran kalau si Kecil susah berkonsentrasi kalau saat dia sedang belajar, eh ada harum makanan kesukaannya dari dapur atau adik-adiknya sedang asyik bermain sambil tertawa keras. Oleh karena itu, yuk coba ciptakan sebuah area belajar yang nyaman, lengkap dengan keperluan belajarnya, serta buku-bukunya. Usahakan tempat tersebut tenang dan jauh dari gangguan suara ya, Bu.

Ikut Mengerjakan “PR”

Agar si Kecil tambah konsentrasi, tak ada salahnya nih Ibu ikut ‘’mengerjakan PR”. Mungkin Ibu perlu membereskan pekerjaan kantor, menghitung pengeluaran, atau menyortir tagihan dan surat-surat?  Lakukan saja di depan si Kecil yang sedang belajar. Melihat Ibu yang juga berkonsetrasi akan mendorong daya fokusnya untuk bertambah.

Beraktivitas fisik

Menurut penelitian, ternyata waktu 4 menit untuk beraktivitas fisik dapat membantu si Kecil  supaya bisa fokus selama 50 menit lho, Bu. Jadi, selain menyuruhnya belajar, tak ada salahnya Ibu mengajak si Kecil  rehat sejenak dengan bermain bola, bermain ayunan di taman, atau mengendarai sepeda di sela-sela waktu belajarnya.

Berikan “Reward”

Memberikan hadiah kepada si Kecil memang positif dan dapat membuat si Kecil semangat untuk belajar. Tapi, daripada hanya memberikan reward secara materi, coba berikan juga hadiah lain, seperti waktu bersama berdua. Misalnya, dengan menemaninya di arena bermain 30 menit lebih lama setelah dia selesai belajar.

Bagaimana, tak sulit kan, Bu? Selamat belajar bersama si Kecil!