Whatsapp Share Like Simpan

Protein nabati dapat menjadi alternatif bagi para Ibu yang buah hatinya memiliki alergi terhadap protein hewani. Kandungan protein yang berasal dari nabati (tumbuhan) juga tak kalah banyak kok, Bu. Pilihannya pun sangat beragam sehingga bisa diberikan secara bervariasi setiap hari. Di dalam protein nabati juga terkandung asam amino yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Jadi, untuk mendapatkan ragam manfaatnya, berikan ia sumbernya dari beberapa makanan berikut ini:

Alpukat

Alpukat lebih dikenal akan kandungan lemak baiknya sebagai sumber energi dan menambah berat badan pada anak memiliki berat badan di bawah ideal. Namun ternyata buah ini juga mengandung protein lho, Bu. Tak hanya itu saja, alpukat juga masih memiliki kandungan nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, vitamin B6, C, E, K, kalium, zat besi, folat, dan mangan yang bermanfaat untuk menjaga fungsi saraf dan otak.

Bayam

Dilansir dari World Healthiest Food, bayam adalah sayuran yang tergolong sebagai superfood berkat tingginya nutrisi yang terkandung di dalamnya. Bayam tidak hanya merupakan sumber protein, tapi juga vitamin A, B2, B6, C, E, K, mangan, kalsium, tembaga, dan folat. Jadi, dengan mengonsumsi bayam, anak akan mendapatkan banyak sekali manfaat, Bu.

Jamur

Untuk variasi lauk pauk anak sehari-hari, coba berikan ia jamur, Bu. Rasanya tak kalah lezat dari daging, bahkan kandungan proteinnya pun sama dengan daging sapi. Selain itu, jamur juga mengandung vitamin D, selenium, fosfor, folat, dan serat. Ada beberapa varian jamur yang enak untuk dikonsumsi anak. Diantaranya adalah jamur tiram, kancing, merang, shitake, dan portobelo.

Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang bergizi tinggi dan baik untuk dikonsumsi oleh anak. Tak hanya mengandung protein nabati, kacang ini juga kaya akan kandungan serat yang terdiri dari dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, sementara serat tidak larut berperan dalam menjaga gula darah di dalam tubuh. Kandungan nutrisi lainnya di dalam hijau adalah vitamin A, B, C, E, K, zat besi, fosfor, zinc, kalsium, kalium.

Artikel Sejenis

Kacang Tanah

Jenis kacang lainnya yang baik untuk dikonsumsi anak adalah kacang tanah. Sumber protein nabati ini juga kaya akan kandungan nutrisi lainnya, seperti lemak jenuh, vitamin B3, mangan, folat, dan magnesium. Kandungan mangan tersebut akan bermanfaat untuk pembentukan jaringan ikat dan tulang, penyerapan kalsium, regulasi gula darah, serta metabolisme karbohidrat dan lemak. Sedangkan folat baik untuk kecerdasan otak dan magnesium untuk membangun sel tulang baru.

Kedelai

Kedelai rendah kandungan lemak jenuh, sehingga aman untuk dikonsumsi karena tidak menyebabkan kegemukan dan kolesterol jahat. Selain itu, di dalam sumber protein nabati ini juga terkandung nutrisi penting lainnya, mulai dari vitamin C, folat, kalsium, tiamin, kalium, magnesium, zat besi, dan fosfor. Dari semua nutrisi tersebut, kedelai akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Kacang Merah

Keluarga kacang lainnya yang tidak boleh sampai dilewatkan adalah kacang merah. Kacang merah merupakan sumber protein nabati yang sangat menyehatkan karena banyaknya nutrisi yang terkandung didalamnya. Kandungan nutrisi tersebut adalah karbohidrat kompleks, zat besi, kalium, dan serat. Dengan mengonsumsi kacang merah, anak akan mendapatkan beberapa manfaat, seperti untuk menyehatkan pencernaan, kesehatan jantung, terhindar dari anemia.

Almond

Siapa yang tak kenal almond? Sebutan lain dari kacang badam ini sudah populer akan khasiatnya bagi tubuh. Ini karena almond mengandung banyak nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin E, zat besi, kalsium, dan serat. Artinya, almond akan memberikan khasiat, mulai dari menunjang pertumbuhan, pembentukan jaringan, menjaga kesehatan kulit, fungsi otak dan mata, hingga untuk pertumbuhan tulang.

Edamame

Edamame atau kedelai Jepang mirip seperti kedelai lokal. Bedanya, edamame dipanen sebelum matang dan cenderung berukuran lebih besar. Untuk kandungannya sendiri, edamame mengandung protein, karbohidrat, fosfor, kalsium serat, dan lipid. Cukup rebus edamame selama beberapa menit untuk dijadikan cemilan sehat bagi anak. Rasanya manis dan pastinya sangat sehat bagi tubuh.

 

Tempe

Dikarenakan rasanya yang enak dan kandungan gizinya yang menyehatkan, makanan asli Indonesia ini sudah populer hingga ke mancanegara. Tempe yang terbuat dari kedelai yang difermentasi kaya akan kandungan protein nabati, zat besi, kalsium, dan serat. Ini menjadikannya bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, menjaga suplai sel darah merah, dan mengoptimalkan pertumbuhan tulang.

Tahu

Sama seperti tempe, tahu juga merupakan olahan kacang kedelai yang tinggi kandungan protein nabati. Jika tempe memiliki tekstur yang lebih padat, tekstur tahu lebih lembut karena terbuat dari sari fermentasi kedelai. Rasanya juga enak, sehingga pasti akan sangat disukai oleh anak-anak. Selain protein, di dalam tahu terdapat kandungan nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, lemak, fosfor, serat, dan kalsium.

Quinoa

Secara teknis, quinoa termasuk sebagai keluarga biji-bijian. Banyak pengamat gizi yang menyebutnya sebagai superfood lho, Bu. Tentu saja, karena kandungan gizi di dalamnya tidak main-main. Sebut saja protein, zat besi, serat, mangan, dan magnesium. Belum lagi semua jenis asam amino esensial yang sangat anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Quinoa dapat dijadikan sebagai pengganti nasi, tapi bisa juga dimasukkan ke dalam makanan lainnya, seperti kue kering, oatmeal, sereal, maupun salad.

 

Banyaknya pilihan sumber protein nabati bagi anak akan sangat memudahkan Ibu dalam mencukupi kebutuhan asupan protein harian buah hati. Diharapkan dengan mengonsumsi cukup protein tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan optimal dan kesehatan anak terjaga dengan baik. Apabila anak memiliki alergi pada salah satunya, maka Ibu sebaiknya berkonsultasi pada dokter dalam pemberiannya.

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar bayi atau MPASI, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu, ya.


Sumber:

Hellosehat