Whatsapp Share Like Simpan

Sumber protein nabati dapat menjadi alternatif bagi para Ibu yang ingin memberikan variasi pada menu makanan si Kecil. Kandungan protein yang berasal dari nabati alias tumbuhan ini tak kalah banyak kok, Bu. Pilihannya pun sangat beragam, seperti berbagai jenis sayuran hingga kacang kacangan.

Akan tetapi, Ibu juga perlu ingat bahwa dalam masa tumbuh kembang anak, protein hewani lebih baik dibandingkan protein nabati dan harus tercukupi dengan baik agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih prima. Namun sayangnya, konsumsi protein hewani anak Indonesia masih rendah, sehingga kasus stunting dan gangguan pertumbuhan lainnya cukup tinggi, Bu.

Perlu Ibu ketahui juga bahwa portein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) yang lengkap, sedangkan protein nabati hanya mengandung 6 AAE dan kurang akan kandungan metionin, lisin, serta leusin. Metionin sangat esensial dalam perkembangan jaringan tubuh, lisin berperan dalam penyerapan kalsium, sintesis protein, dan produksi enzim, serta leusin berperan dalam memproduksi hormon pertumbuhan. Nah, sebelum kita membahas mengenai pentingnya protein hewani, kita simak dulu beberapa sumber protein nabati yang bisa dikonsumsi oleh si Kecil, antara lain:

Alpukat

Alpukat lebih dikenal akan kandungan lemak baiknya sebagai sumber energi dan menambah berat badan pada anak memiliki berat badan di bawah ideal. Namun, ternyata alpukat juga mengandung protein lho, Bu. Tak hanya itu saja, alpukat juga masih memiliki kandungan nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, vitamin B6, C, E, K, kalium, zat besi, asam folat, dan mangan yang bermanfaat untuk menjaga fungsi saraf dan otak.

Bayam

Dilansir dari World Healthiest Food, bayam adalah jenis sayuran yang tergolong sebagai superfood berkat tingginya nutrisi yang terkandung di dalamnya. Bayam tidak hanya merupakan sumber protein nabati , tapi juga vitamin A, B2, B6, vitamin C, E, K, mangan, kalsium, tembaga, dan folat. Jadi, dengan mengonsumsi bayam, anak akan mendapatkan banyak sekali manfaat, Bu.

Artikel Sejenis

Jamur

Untuk variasi lauk pauk anak sehari-hari, coba berikan ia jamur sebagai sumber protein nabati, Bu. Rasanya tak kalah lezat dari daging, bahkan kandungan proteinnya pun sama dengan daging sapi. Selain itu, jamur juga mengandung vitamin D, selenium, fosfor, asam folat, dan serat. Ada beberapa varian jamur yang enak untuk dikonsumsi anak. Diantaranya adalah jamur tiram, kancing, merang, shitake, dan portobelo.

Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan salah satu sumber protein nabati yang bergizi tinggi dan baik untuk dikonsumsi oleh anak. Tak hanya mengandung protein nabati, kacang ini juga kaya akan kandungan serat yang terdiri dari dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Kandungan nutrisi lainnya di dalam hijau adalah vitamin A, B, vitamin C, E, K, zat besi, fosfor, zinc, kalsium, kalium.

Kacang Tanah

Jenis kacang lainnya yang baik untuk dikonsumsi anak adalah kacang tanah. Sumber protein nabati ini juga kaya akan kandungan nutrisi lainnya, seperti lemak jenuh, vitamin B3, mangan, folat, dan magnesium.

Kedelai

Kedelai termasuk sumber protein nabati yang rendah kandungan lemak jenuh, sehingga aman untuk dikonsumsi karena tidak menyebabkan kegemukan dan kolesterol jahat. Selain itu, di dalam sumber protein nabati ini juga terkandung nutrisi penting lainnya, mulai dari vitamin C, folat, kalsium, tiamin, kalium, magnesium, zat besi, dan fosfor. Dari semua nutrisi tersebut, kedelai akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Kacang Merah

Keluarga kacang lainnya yang tidak boleh sampai dilewatkan adalah kacang merah. Kacang merah merupakan sumber protein nabati yang sangat menyehatkan karena banyaknya nutrisi yang terkandung didalamnya. Kandungan nutrisi tersebut adalah karbohidrat kompleks, zat besi, kalium, dan serat.

Kacang Almond

Siapa yang tak kenal almond? Sebutan lain dari kacang badam ini termasuk sumber protein nabati dan sudah populer akan khasiatnya bagi tubuh. Ini karena almond mengandung banyak nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin E, zat besi, kalsium, dan serat.

Edamame

Sumber protein nabati selanjutnya adalah edamame. Edamame mengandung protein, karbohidrat, fosfor, kalsium serat, dan lipid. Cukup rebus edamame selama beberapa menit untuk dijadikan cemilan sehat bagi anak. Rasanya manis dan pastinya sangat sehat bagi tubuh.

Tempe

Dikarenakan rasanya yang enak dan kandungan gizinya yang menyehatkan, makanan asli Indonesia ini sudah populer hingga ke mancanegara. Tempe merupakan sumber protein nabati yang terbuat dari kedelai yang difermentasi kaya akan kandungan protein nabati, zat besi, vitamin B12, kalsium, dan serat..

Tahu

Sama seperti tempe, tahu juga merupakan sumber protein nabati dari kedelai yang bergizi. Jika tempe memiliki tekstur yang lebih padat, tekstur tahu lebih lembut karena terbuat dari sari fermentasi kedelai. Selain protein, di dalam tahu terdapat kandungan nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, lemak, fosfor, vitamin B12, serat, dan kalsium.

Banyaknya pilihan sumber protein nabati bagi anak akan sangat memudahkan Ibu dalam mencukupi kebutuhan asupan protein harian buah hati. Namun, si Kecil juga perlu memenuhi asupan protein hewani karena mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. Lalu, seberapa penting protein hewani dibandingkan sumber protein nabati di atas? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Pentingnya Sumber Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

Sumber protein nabati memang baik untuk kesehatan. Namun bagi anak usia 1-3 tahun yang sedang dalam masa tumbuh kembang, mereka butuh asupan protein hewani lebih banyak dan besar karena mengandung 9 AAE (9 Asam Amino Esensial) yang lengkap, sedangkan sumber protein nabati hanya mengandung 6 AAE saja. Asam amino esensial ini merupakan protein luar biasa yang mudah diserap oleh tubuh si Kecil guna mendukung tumbuh kembangnya.

9 AAE harus dikonsumsi secara rutin setiap hari karena tubuh si Kecil tidak bisa memproduksinya sendiri ya, Bu. Menurut penelitian dari J.Nutr, kekurangan 1 jenis 9 AAE akan menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan anak sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis 9 AAE bisa menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan anak sebanyak -50%. Ibu pasti tidak ingin si Kecil mengalami kondisi tersebut,kan?

Tapi Ibu tidak perlu khawatir ya, karena 9 AAE yang lengkap bisa didapatkan dari sumber protein hewani, seperti telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Nah, selain dari real food tersebut, Ibu juga bisa memberi si Kecil nutrisi serupa dengan rutin mengonsumsi susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+.

Frisian Flag PRIMAGRO 1+ merupakan susu bubuk pertumbuhan yang diformulasi khusus anak 1-3 tahun dengan berbagai kandungan nutrisi prima. Selain 9 AAE, Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung nutrisi untuk meningkatkan akal kreatif, seperti 4x DHA lebih tinggi, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya dengan 5 nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

Untuk memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil, fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima bisa jadi solusi yang tepat. Sebab, fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima memudahkan Ibu untuk mengetahui berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar perut, dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Melalui fitur ini, Ibu bisa tahu juga grafik pertumbuhan anak yang ideal dari WHO dan CDC. Yuk, langsung manfaatnya fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz