Whatsapp Share Like Simpan

Protein merupakan salah satu zat makro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Baik protein hewani maupun protein nabati memiliki fungsi khas yang tidak dimiliki oleh zat gizi lainnya, yaitu membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Mungkin Ibu bertanya-tanya, mengapa protein sangat penting? Karena protein ini nantinya akan dipecah di dalam tubuh menjadi bentuk lebih sederhana yang disebut asam amino, termasuk 9 asam amino esensial (9AAE). Proses pemecahan protein menjadi 9 asam amino esensial ini dibutuhkan agar tubuh lebih mudah mencerna nutrisinya demi kesehatan organ tubuh. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) dari protein hewani ini sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Perlu Ibu ketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Padahal, kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. 

Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil. Untuk mendapatkan manfaat dari 9 asam amino esensial (9AAE) dari protein hewani ini, Ibu bisa memberikan beberapa sumber makanan berprotein tinggi seperti berikut:

Susu

Susu termasuk sumber protein hewani yang penting dikonsumsi si kecil saat memasuki usia 1 tahun. Hal ini karena susu dapat membantu mencukupi kebutuhan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Di dalam susu sudah terkandung nutrisi yang cukup lengkap, termasuk 9 asam amino esensial (9AAE) dengan jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat. Salah satu susu bubuk pertumbuhan yang bisa jadi pilihan adalah Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. Hadir dalam tiga varian rasa vanilla, madu, dan cokelat yang pastinya disukai si Kecil. 

Telur

Jika ingin memberikan protein hewani yang paling mudah untuk si Kecil, maka telur adalah jawabannya, Bu. Telur bisa ditemui di mana saja dan harganya pun relatif terjangkau. Tak sekedar tinggi protein, telur juga kaya akan kandungan nutrisi lainnya, mulai dari asam lemak omega 3, vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit.

Artikel Sejenis

Ikan Salmon

Kandungan nutrisi dan manfaat ikan yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi ya, Bu. Salmon diketahui mengandung protein yang kadarnya lebih banyak dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, yaitu sekitar 20,4 gram protein di setiap 100 gram ekor ikan salmon. Di samping sebagai sumber protein hewani, salmon juga mengandung vitamin D untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang, asam lemak omega 3 yang berperan penting dalam perkembangan saraf otak, serta asam amino yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

Ikan Kembung

Ikan yang bernutrisi tinggi tidak harus berharga mahal kok, Bu. Jika ingin yang lebih terjangkau bagi kantong, Ibu bisa memilih ikan kembung. Tak kalah dengan salmon, ikan yang satu ini juga kadar proteinnya cukup tinggi, yaitu sekitar 18, 6 gram di setiap 100 gram ekor. Bahkan, kandungan omega 3 kembung lebih besar dibandingkan dengan salmon. Kalau kadar omega 3 pada salmon sebanyak 1,4 gram, kadar omega 3 pada kembung adalah sebanyak 2,6 gram. Ini artinya, kembung juga merupakan sumber protein hewani yang sangat baik bagi si Kecil.

Ikan Tuna

Pilihan ikan lainnya sebagai sumber protein hewani adalah tuna. Di dalam 100 gram tuna terdapat 28 gram protein, sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh si Kecil. Lalu, ada juga kandungan lainnya yang berupa lemak, vitamin B6, B12, D, dan zat besi yang akan memberikan manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, menyehatkan mata, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Daging Merah

Protein hewani juga bisa didapat dari daging merah, salah satunya adalah daging sapi tanpa lemak. Saat Ibu memilih daging sapi tanpa lemak sebanyak 85 gram, Ibu akan mendapatkan protein sebanyak 25 gram. Dari daging sapi Ibu juga membantu mencukupi nutrisi anak berupa vitamin B3, B6, B12, zinc, dan zat besi. Dari kandungan tersebut, daging sapi akan memberikan manfaat untuk memperkuat imunitas tubuh dan mencukupi jumlah sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Selain itu, daging sapi juga mengandung berbagai senyawa khas, seperti kreatin, taurin, glutathione, dan asam linoleat terkonjugasi yang berfokus pada fungsi otot.

Daging Putih

Daging ayam termasuk salah satu daging putih yang banyak disukai anak-anak, kan, Bu? Ini karena daging ayam memiliki rasa yang enak dan gurih. Selain rasanya yang gurih, mudah didapat, serta mudah diolah, daging ayam juga termasuk sumber protein hewani yang berkualitas lho. Namun, untuk mendapatkan kadar protein yang banyak, maka Ibu sebaiknya memilih bagian dada ayam. Untuk setengah potong dada ayam terkandung vitamin B6, B12, E, zat besi, potassium, zinc, dan kalsium. Bagian ini kandungan lemaknya juga hanya sedikit, yaitu sebanyak 3 gram, sehingga akan lebih sehat untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Yogurt

Yogurt termasuk protein hewani hasil olahan dari susu yang difermentasi dengan menambahkan bakteri asam laktat. Pilihlah jenis greek yogurt yang telah melalui proses penyaringan sehingga memberikan tekstur yang lebih kental. Ibu juga sebaiknya memilih yogurt yang tidak mengandung gula tambahan supaya tidak menyebabkan kegemukan pada si Kecil. Di dalam 100 gram yogurt terkandung 10 gram protein. Selain itu, ada juga kandungan vitamin B, kalsium, asam laktat, zinc, dan probiotik.

Keju

Keju terbuat dari susu sapi atau kambing mengandung protein hewani dan berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin A, B2, B12, magnesium, kalsium, fosfor, dan zinc. Kadar proteinnya sendiri sebanyak 25 gram di setiap 100 gram keju. Untuk si Kecil, Ibu sebaiknya memilih keju cottage yang rendah lemak dan kalori. Keju ini bisa dijadikan olesan untuk roti gandum atau diolah menjadi camilan yang menyehatkan.

Itulah daftar protein hewani berkualitas yang disarankan untuk dikonsumsi oleh buah hati secara rutin, Bu. Pemenuhan asupan protein hewani dan nutrisi lainnya ini harus Ibu maksimalkan di dua tahun pertama si kecil. Sebab, 80 persen pembentukan dan perkembangan otak serta sistem saraf terjadi di periode ini. Oleh karena itu, usia si kecil sejak lahir hingga dua tahun termasuk pondasi dan faktor penentu kecerdasan anak di masa mendatang. Selain protein, asam lemak omega 3 dan omega 6 juga berperan dalam pembentukan sel otak. Nah, sudah semakin yakin kan, Bu untuk memberikan investasi nutrisi yang banyak di periode emas pertumbuhan anak? Selain berperan dalam kecerdasan, asupan protein hewani yang cukup juga bisa mengurangi risiko si kecil mengalami stunting dan penyakit lainnya. Maka dari itu, kebutuhan protein hewani harus dipenuhi sebaik mungkin agar tumbuh kembang si kecil lebih optimal. Jika tumbuh kembangnya optimal, maka si kecil pun akan lebih siap bersaing ketika ia dewasa nanti. 

Ibu juga perlu berikan sumber protein hewani, protein nabati, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral secara bervariasi supaya si Kecil tidak merasa bosan. Untuk pengolahannya sebaiknya tidak dengan cara digoreng karena akan mengandung lemak jahat yang berbahaya bagi tubuh si Kecil. Lebih baik olah makanan tersebut dengan cara dikukus atau dipanggang saja ya, Bu. Yuk, biasakan memberikan si Kecil makanan bergizi setiap hari! 

Konsultasikan seputar gizi dan tumbuh kembang anak juga bisa dilakukan di laman Tanya Pakar. Di sana para ahli akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Namun sebelumnya, Ibu harus sudah registrasi lebih dulu untuk bisa bertanya.