Whatsapp Share Like
Simpan

Saat berbelanja di pasar tradisional dekat rumah pagi tadi, saya melewati sebuah lapak buah segar. Di sana saya melihat jejeran alpukat yang sedang ranum, Bu. Hmmm... menggoda sekali kelihatannya. Kemudian, saya pun membeli sebanyak dua kilogram. Agak banyak memang. Sebab, selain untuk saya dan suami, rencananya buah ini juga akan saya suguhkan untuk bayi kami. Manfaat alpukat untuk bayi cukup banyak lho, Bu.

Menurut Live Chat bersama ahli gizi di laman Facebook Ibu&Balita, alpukat termasuk salah satu buah terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita di masa tumbuh kembangnya. Sebab, buah ini mengandung beragam Vitamin dan Mineral penting yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang balita, seperti Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Zat Besi, Asam Folat, Kalium, dan Antioksidan.

Berikut adalah beberapa manfaat alpukat untuk bayi yang bisa didapatkan jika dikonsumsi secara rutin. Simak yuk, Bu:

Sumber Protein

Dibandingkan buah lainnya, alpukat memiliki kandungan yang paling tinggi. Protein sendiri diketahui membawa banyak manfaat bagi tubuh. Diantaranya adalah sebagai antibodi untuk menangkal zat asing yang masuk ke tubuh, pembentukan struktur sel, membantu pertumbuhan, memperbaiki jaringan dan sel tubuh yang rusak, dan mengangkut lemak, vitamin, mineral, dan oksigen ke seluruh tubuh.

Mendukung Perkembangan Otak

Manfaat alpukat untuk bayi selanjutnya adalah untuk mendukung perkembangan otaknya. Manfaat ini bisa didapat berkat kandungan asam lemak omega 3 yang ada di dalamnya. Jika perkembangan otak bayi berjalan baik, maka ia pun akan cepat belajar dan berprestasi di masa depan.

Artikel Sejenis

Melindungi Hati dan Jantung

Menurut ahli gizi, bila bayi rutin mengonsumsi alpukat sejak dini, organ-organ vital di tubuhnya seperti jantung dan hati akan lebih kuat dan terlindungi dari risiko kerusakan, Bu. Sebab, di samping mengandung kolesterol baik yang membantu memperkuat pembuluh jantung dan meringankan kerja organ hati, alpukat mengandung senyawa Antioksidan kuat bernama Glutathione. Senyawa tersebut dikatakan ampuh melawan radikal bebas dan berbagai virus yang berisiko membahayakan tubuh, termasuk virus hepatitis yang mengancam organ hati bayi.

Mempercepat Penyembuhan Luka

Sejak makin aktif bermain dan mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya, risiko bayi mengalami luka dan lecet karena terjatuh ataupun terpeleset jadi semakin besar, Bu. Selain dengan memberikan obat luar, Ibu juga bisa lho mempercepat proses penyembuhan luka di tubuh bayi dengan memberinya alpukat untuk dikonsumsi.

Berkat adanya kandungan Vitamin K, manfaat alpukat pada bayi dapat membantu mempercepat berhentinya pendarahan yang ia alami. Sementara, kandungan Vitamin E di dalamnya membantu regenerasi sel-sel kulit berlangsung lebih cepat agar luka bayi segera tertutupi lapisan kulit baru.

Menangkal Radikal Bebas

Mengingat polusi udara di perkotaan sudah cukup parah, Ibu mungkin pernah ya khawatir apakah sistem imun di tubuh bayi mampu melindungi tubuh mungilnya dari bahaya polusi dan radikal bebas? Dulu, saya juga demikian, Bu.

Namun, kini saya tak lagi khawatir. Menurut penjelasan ahli gizi, selain bermanfaat memperkuat otot jantung dan meringankan beban kerja organ hati, Antioksidan Glutathione pada alpukat juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi secara menyeluruh terhadap ancaman radikal bebas yang membahayakan kesehatan.

Memperlancar Proses Pencernaan

Di samping tiga manfaat di atas, manfaat alpukat untuk bayi juga dapat menghindarkannya dari risiko konstipasi dan menjaga sistem pencernaannya tetap sehat, Bu. Sebab, alpukat membantu mengatur kadar asam pada perut sehingga sistem pencernaan bayi lebih lancar. Dengan kata lain, selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita, alpukat juga menjaga sistem metabolisme tubuh bayi berjalan dengan baik.

Memperkecil Risiko Obesitas

Kandungan karbohidrat di dalam alpukat hanya sedikit, sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula dalam tubuh bayi. Hal ini akan mencegah bayi kelebihan mengonsumsi gula sekaligus dapat memperkecil risiko obesitas. Dengan demikian, buah alpukat sangat baik untuk dijadikan menu MPASI bayi tanpa perlu khawatir ia akan menjadi gemuk.

Mengatur Tekanan Darah

Berkat kandungan folat dan kalium di dalamnya, manfaat alpukat untuk bayi adalah dapat membantu mengatur tekanan darah. Sebagai dampaknya, ia akan terhindar dari serangan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jika terus dikonsumsi hingga ia beranjak dewasa, maka tekanan darahnya akan cenderung normal dan berisiko kecil mengalami stroke ataupun serangan jantung.

Mencegah Anemia

Alpukat tidak mengandung zat besi tinggi. Namun kandungan vitamin C, vitamin B6, folat, dan riboflavin pada alpukat berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi yang diketahui baik untuk mencegah anemia. Zat besi juga berperan penting dalam mengoptimalkan kecerdasan dan perkembangan motorik bayi.

Nah, banyak sekali kan, Bu, manfaat alpukat untuk bayi? Oleh sebab itu, yuk, rutin sajikan buah ini di rumah! Untuk bayi, penyajian alpukat bisa disesuaikan dengan usianya. Pada usia 6 hingga 8 bulan sajikan dengan tekstur yang cair, kemudian lebih kental pada usia 9 bulan ke atas. Rasanya yang tidak begitu manis dan teksturnya yang empuk sangat pas untuk diberikan kepada bayi. Dijamin ia akan suka!

Fitur Tanya Pakar hadir bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak yang akan dijawab langsung oleh para ahli di bidangnya. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu sebelum menggunakan fitur tersebut ya, Bu!

Sumber:
Alodokter.com