Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu, orang-orang tua jaman dulu selalu menganjurkan bayi sebaiknya disendawakan setelah menyusu. Ternyata anjuran ini sangat benar, karena kebiasaan ini berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut bayi. Saat bayi menyusu, biasanya ada udara yang masuk ke perut bayi. Makin banyak udara yang masuk, semakin kembunglah perut bayi. Akibatnya, bayi akan merasa tidak nyaman dan akan menyebabkan rewel.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan muntah karena udara dan makanan yang sudah bercampur di lambung. Bahayanya, muntahan bayi bisa masuk ke hidung dan paru-paru yang membuat bayi tersedak. Umumnya menyendawakan bayi perlu dilakukan hingga usia bayi 6 bulan. Setelah itu, biasanya bayi sudah bisa bersendawa sendiri. Hal yang harus Ibu perhatikan adalah teknik menyendawakan si Kecil dengan benar. Bagaimana caranya? Berikut adalah empat cara menyendawakan bayi yang perlu Ibu coba:

Posisi Setengah Duduk

Ibu bisa memegang bayi dalam posisi duduk tegak atau semi tegak. Pada saat bersamaan, lakukan tekanan lembut di perut bayi. Dada dan kepala bayi pada posisi yang menjorok ke depan. Sanggah lehernya lalu tepuk-tepuk lembut secara perlahan-lahan pada bagian lambungnya. Biasanya bayi sering mengeluarkan sedikit susu saat bersendawa (gumoh), jadi siapkan tisu atau kain untuk membersihkan sisa susu.

Cara ini juga bermanfaat bagi bayi yang sering gumoh dalam jumlah banyak. Namun kelemahannya, posisi seperti ini biasanya memerlukan waktu agak lama sampai bayi bisa bersendawa. Melakukannya pun relatif tidak mudah karena posisi bayi setengah duduk.

Menaruh di Pundak

Inilah cara menyendawakan bayi yang banyak dilakukan Ibu karena mudah dan cepat terlihat hasilnya. Caranya, gendong bayi dan letakkan di pundak Ibu dengan wajah menghadap ke belakang. Lalu pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang satunya memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa. Untuk menghindari baju Ibu terkena gumoh, sebaiknya lapisi dulu pundak Ibu dengan kain bersih.

Posisi Telungkup

Telungkupkan bayi di pangkuan Ibu, lalu tepuk-tepuklah bagian punggungnya. Ketika Ibu melakukannya, usahakan supaya posisi dada bayi lebih tinggi dari perutnya. Cara ini juga bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih rileks.

Metode Tick Tock

Gerakan metode ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui sendawa. Caranya, pegang bayi di bawah ketiaknya, lalu tahan bagian kepala dan leher bayi dengan jari. Setelah itu biarkan kaki bayi menjuntai/mengayun-ayun dengan bebas. Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah Ibu. Miringkan bayi Ibu dari samping ke samping dengan hati-hati/pelan-pelan. Saat mencoba cara ini, buat suasana menyenangkan baginya, misalnya dengan bersenandung tick tock-tick tock seperti suara jam. Kemudian saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari hadapan muka Ibu, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air liur.

Itulah beberapa cara menyendawakan bayi yang bisa Ibu praktekkan. Jika bayi Ibu minum susu dari botol, maka ia perlu lebih sering bersendawa dibandingkan saat menyusu langsung ke payudara. Penyebabnya adalah botol susu memiliki lebih banyak gelembung udara, sehingga resiko udara yang tertelan pun lebih besar. Untuk menyiasatinya, Ibu bisa mencoba langkah-langkah di bawah ini:

  1. Pilihlah botol susu yang memiliki label anti-kolik yang khusus dirancang untuk mengurangi kadar udara di dalamnya.
  2. Sesuaikan ukuran dot dengan mulut si Kecil. Jangan kebesaran atau kekecilan karena semakin meningkatkan masuknya gelembung udara pada mulutnya.
  3. Posisikan bayi setengah duduk untuk mengurangi udara yang masuk ke mulut.

Bila Ibu sudah mencoba cara menyendawakan bayi di atas selama beberapa menit tapi si Kecil tidak juga bersendawa, mungkin ia memang sedang tidak ingin bersendawa. Coba ganti posisi saat ia tampak tidak nyaman. Bila masih belum berhasil juga, Ibu bisa mencoba memandikan si Kecil dengan air hangat untuk membuatnya relaks. Setelah itu pijat perutnya untuk mengeluarkan udara dari lambung. Caranya adalah dengan melakukan gerakan pijat yang memutar searah jarum jam secara perlahan-lahan. Lakukan pijatan sambil mengajaknya berbicara atau bernyanyi agar suasananya lebih menyenangkan, Bu.

Kapan Bayi Bisa Bersendawa Sendiri?

Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, ia akan bisa untuk bersendawa sendiri. Biasanya bayi mulai bisa bersendawa spontan saat memasuki usia 4 hingga 6 bulan. Di usia tersebut bayi sudah pintar menyusu dengan lebih efektif sehingga tidak banyak menelan udara.

Cara menyendawakan bayi yang sudah disebutkan di atas umumnya berhasil bagi banyak Ibu. Namun jika bayi Ibu sulit untuk bersendawa, apalagi ditambah dengan rasa tidak nyaman dan rewel karena kembung, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Selamat mencoba ya, Bu.

Sumber: https://www.alodokter.com