Whatsapp Share Like Simpan

Kenapa bayi sering gumoh merupakan salah satu pertanyaan yang sering Ibu tanyakan, apalagi kalau hal ini dialami oleh si Kecil hampir setiap saat. Meskipun ada anggapan bahwa gumoh termasuk hal yang wajar, tapi nggak menutup kemungkinan kalau Ibu merasa khawatir saat melihat si Kecil mengalami kondisi tersebut. 

Karena itulah, nggak heran sebagian Ibu pasti bertanya-tanya kenapa bayi sering gumoh? Apa saja penyebabnya? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini, kita simak informasi lengkap seputar gumoh dalam artikel ini yuk, Bu! 

Kenapa Bayi Sering Gumoh?

Jawaban dari pertanyaan kenapa bayi sering gumoh bisa Ibu ketahui dari beberapa penyebab yang memicu kondisi ini. Artinya, ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan si Kecil gumoh. Berikut ini beberapa penyebab bayi sering gumoh, di antaranya:

  • Banyak menelan udara

    Umumnya, penyebab kenapa bayi sering gumoh yaitu karena terlalu banyak menelan udara saat menyusu. Saat menyusu, cairan ASI akan ditelan melalui mulut, lalu turun ke kerongkongan, kemudian sampai di lambung si Kecil. 

    Di antara kerongkongan dan lambung, ada cincin otot yang berfungsi sebagai gerbang masuk. Nah, cincin otot ini akan menutup ketika ASI sudah masuk ke dalam lambung, tujuannya untuk mencegah ASI naik kembali ke kerongkongan. 

    Artikel Sejenis

    Akan tetapi, saat usia bayi masih beberapa minggu sampai 5 bulan, cincin otot tersebut belum bisa menutup dengan sempurna, Bu, sehingga bisa memicu kenapa bayi sering gumoh karena ASI yang ditelan kembali ke kerongkongan. Kondisi inilah yang jadi penyebab utama kenapa bayi sering gumoh. 

  • Sistem pencernaan belum sempurna

    Biasanya gumoh sering dialami oleh bayi yang usianya masih beberapa minggu. Kondisi kenapa bayi sering gumoh ini disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum berkembang dengan sempurna. Namun, seiring pertambahan usia si Kecil, frekuensi gumoh biasanya akan berkurang dan berhenti dengan sendirinya, yaitu sekitar usia 4-5 bulan. 

    Penyebab dari kenapa bayi sering gumoh ini merupakan hal yang lumrah terjadi dan jarang menandakan masalah yang serius lho, Bu. Selama si Kecil tidak rewel dan tidak disertai gejala gangguan kesehatan lainnya, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan ya, Bu.

  • Bayi terlalu kenyang

    Kenapa bayi sering gumoh? Apa mungkin karena dia terlalu kenyang?” Apakah Ibu bertanya-tanya hal tersebut? Ternyata salah satu penyebab kenapa bayi sering gumoh adalah kekenyangan lho

    Kapasitas lambung bayi yang baru lahir rata-rata masih sangat kecil atau biasanya hanya sekitar 1 ons per tiap kilogram berat tubuhnya, Bu. Oleh sebab itu, kalau si Kecil terlalu banyak menyusu sampai melebihi kapasitas lambung, ia pasti akan kekenyangan dan bisa mengalami gumoh.

  • Gangguan mengunyah dan menelan

    Lantas, kenapa bayi sering gumoh meskipun usianya sudah di atas 5 bulan? Apabila buah hati Ibu mengalami hal ini, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah gangguan mengunyah dan menelan. Yup! Ada sebagian bayi yang berusia 6 bulan ke atas justru susah makan, mereka lebih suka minum susu. Nah, jika si Kecil mengalami kesulitan untuk mengunyah dan menelan, maka ia berisiko mengalami gumoh. 

    Oleh karena itu, saat si Kecil sudah mengonsumsi MPASI, sebaiknya Ibu harus memastikan tekstur makanannya sudah sangat halus atau lembut, khususnya bagi bayi yang masih berusia 6-7 bulan. Pada usia ini, si Kecil masih harus beradaptasi dengan MPASI pertama yang ia konsumsi, sehingga Ibu harus lebih telaten dan sabar, ya! 

  • Alergi makanan

    Tahukah Ibu? Ternyata salah satu penyebab kenapa bayi sering gumoh yaitu akibat alergi makanan. Sensitivitas yang terlalu tinggi pada makan dapat menyebabkan si Kecil mengalami kondisi tersebut. Untuk memastikan penyebab si Kecil sering gumoh karena alergi, Ibu perlu memerhatikan asupan yang dikonsumsi secara cermat. Dengan begitu, Ibu akan mengetahui alergen atau penyebab alergi si Kecil. 

Nah, sekarang Ibu sudah tahu kan kenapa bayi sering gumoh? Selanjutnya, Ibu juga perlu mengetahui tips mengatasi si Kecil yang sering gumoh. Cari tahu penjelasannya di bawah ini, yuk!

Tips Mengatasi Bayi Sering Gumoh

Setelah mengetahui kenapa bayi sering gumoh, diharapkan Ibu bisa mengatasi kondisi ini sesuai dengan faktor pemicunya. Meskipun sebagian besar tidak membutuhkan penanganan khusus, tapi sebaiknya Ibu harus tahu dulu pertolongan pertama saat si Kecil terlalu sering gumoh. Ibu bisa mencoba beberapa tips di bawah ini: 

  • Perbaiki posisi menyusui

    Di atas kan sudah dijelaskan ya, Bu, salah satu penyebab kenapa bayi sering gumoh itu adalah terlalu banyak menelan udara. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Ibu perbaiki posisi menyusui.

    Saat menyusui, pastikan posisi tubuh si Kecil dalam keadaan tegak, hindari posisi yang terlalu terlentang. Lakukan hal yang sama setelah proses menyusui selesai. Biarkan tubuh si Kecil tegak sekitar 30 menit atau lebih. 

  • Sendawakan si Kecil setelah menyusu

    Sebaiknya Ibu perlu membiasakan diri untuk menyendawakan si Kecil setelah menyusui. Tips ini berkaitan juga dengan penyebab kenapa bayi sering gumoh akibat udara yang terlalu banyak di dalam perut.

    Biasanya setelah bersendawa, si Kecil akan merasa lebih nyaman. Menghilangkan udara dengan cara bersendawa juga bisa memberikan lebih banyak ruang di dalam perut si Kecil untuk melanjutkan menyusu. 

  • Perhatikan frekuensi si Kecil menyusu

    Sebaiknya Ibu tidak berlebihan saat menyusui si Kecil ya. Kebutuhan ASI bayi baru lahir memang berbeda-beda, tetapi umumnya bayi baru lahir hanya membutuhkan ASI dalam jumlah yang sedikit. Jumlah ASI yang dibutuhkan si Kecil akan terus bertambah dalam beberapa hari pertama. Pada bulan pertama, biasanya bayi menyusu sebanyak 8-12 kali per hari. Saat ia berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya akan berkurang menjadi 7-9 kali sehari. Disarankan untuk menyusui si Kecil dalam jumlah sedikit, tetapi sering. 

Selain itu, jika penyebab kenapa bayi sering gumoh adalah alergi, sebaiknya Ibu dapat mengetahui alergen atau zat yang memicu alergi tersebut. Perhatikan makanan yang Ibu konsumsi sebelum muncul alergi pada si Kecil. 

Apabila Ibu kesulitan mengetahui kenapa bayi sering gumoh secara pasti, sebaiknya minta bantuan dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih baik, apalagi jika si Kecil mengalami gumoh disertai dengan gejala lain, seperti penurunan berat badan, sulit menyusu, sering rewel, perut kembung, dan lain sebagainya. 

Meskipun si Kecil mengalami gumoh, bukan berarti Ibu harus berhenti memberikan ia ASI, ya. Ibu tetap harus memberikan si Kecil asupan nutrisi yang berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk meningkatkan kualitas ASI agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil lebih prima.

Ibu bisa mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Yang tak kalah penting, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 180 kalori dan 9 gram protein dalam 1 gelasnya. Dengan mengonsumsi 2x sehari, Ibu sudah bisa mendapatkan 15% asupan energi dari Frisian Flag Primamum. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan tidak bikin enek sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Selain itu, Ibu juga bisa mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan bantuan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa langsung mencoba fitur Rapor Tumbuh Kembang di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz