Whatsapp Share Like
Simpan

Setelah menyusui, kadang Ibu berpikir, “Sudah cukupkah ASI yang kuberikan? Sudah kenyangkah bayi mungilku ini?”. Untuk mengetahui hal tersebut, Ibu perlu memperhatikan beberapa hal atau melihat tanda-tanda yang ditunjukkan bayi. Kadang bayi memberikan ‘sinyal’ khusus agar Ibu tahu bahwa ia sudah kenyang atau masih lapar. Keahlian mengenal ini bisa Ibu pelajari seiring dengan berjalannya waktu. Untuk membantu Ibu, inilah beberapa tanda bayi lapar dan sudah kenyang:

Bagaimana Tanda Saat Bayi Lapar?

Setiap bayi memiliki cara berbeda untuk menunjukkan kalau ia merasa lapar. Setelah beberapa saat, Ibu akan semakin mahir mengenali tanda-tanda unik tersebut yang dapat berupa:

  • Mulut, bibir, dan lidah bergerak, misalnya membuat gerakan mengisap, membuka dan menutup mulut, serta menjulurkan lidah.
  • Bayi akan menggerakkan kepalanya dari kiri ke kanan (atau sebaliknya), seperti mencari sesuatu; disebut dengan reflex rooting. Bila Ibu menyentuh sisi kepala bayi dan bayi mencari sesuatu untuk dihisap, berarti ia lapar.
  • Bayi akan meletakkan tangannya di mulut dan menghisapnya.
  • Menghentak-hentakkan kakinya.
  • Terlihat gelisah dan tidak nyaman.
  • Menarik-narik pakaian Ibu.
  • Sering mengusap mulut dan lidahnya.

Jika bayi menangis kurang dari satu jam setelah disusui, Ibu akan tahu jika si bayi tidak lapar. Bila bayi menangis karena merasa lapar, biasanya akan diawali dengan tanda-tanda seperti di atas yang menandakan adanya rasa tidak nyaman dan mengeluarkan suara rengekan atau menggerutu. Bila bayi mulai menyusu, berhenti dan mulai menangis lagi, mungkin ini sebagai tanda si bayi tidak lapar.

Tanda Bayi Sudah Kenyang

Sama seperti saat lapar, saat kenyang bayi pun menunjukkan tanda-tanda tertentu. Inilah beberapa tanda yang perlu Ibu ketahui untuk mengenali si Kecil sudah cukup menyusu:

  • Ritme Menyusu Melambat
    Pada saat awal menyusu, ritmenya cenderung cepat karena ia memang lapar. Namun perlahan-lahan ritme isapannya pun melambat bahkan berhenti dengan sendirinya. Ini menjadi pertanda yang sangat jelas bahwa perut si Kecil sudah penuh.

  • Kelihatan Puas
    Ibu perlu memperhatikan ekspresi wajah si Kecil, baik sebelum maupun setelah menyusu. Jika ia masih kelihatan lesu dan merengek, mungkin ia masih belum cukup mendapatkan susu. Namun jika ia sudah kelihatan senang dan puas, artinya ia sudah mendapatkan cukup susu.

  • Posisi Tubuh Bayi Lebih Nyaman
    Apapun susu yang bayi konsumsi, baik ASI maupun susu bubuk akan memberikan rasa nyaman bagi bayi. Jadi jika ia sudah merasa kenyang, maka posisi tubuhnya pun akan terlihat lebih nyaman.

  • Melepaskan Pegangan
    Selain memperhatikan ekspresi wajah, perhatikan juga pegangan tangannya, Bu. Saat masih awal menyusu, ia akan meletakkan tangannya pada payudara atau botol susu. Kemudian secara perlahan saat sudah merasa kenyang, ia akan melepaskan pegangannya.

  • Tidak Menunjukkan Tanda Kelaparan
    Tanda bayi lapar di antaranya adalah gelisah, merengek, kemudian menangis. Bila si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut, artinya ia sudah cukup mendapatkan susu.

  • Menyusu Minimal 15-20 Menit pada Masing-masing Payudara
    Pada bayi yang menyusu langsung pada payudara ibu, ia akan meyusu setidaknya 15 hingga 20 menit pada masing-masing payudara. Hitung waktunya, Bu. Jika sudah selama itu, biasanya bayi sudah cukup kenyang.

  • Payudara Terasa Lebih Lunak
    Sebelum menyusui, biasanya payudara akan terasa penuh dan berat. Namun jika bayi sudah kenyang, artinya ASI sudah banyak keluar dan membuat payudara terasa lebih lunak dan ringan.


Tanda Bayi Cukup Asupan

Selain perlu mengetahui tanda bayi lapar dan kenyang, Ibu juga perlu mengetahui tanda bayi Ibu mendapatkan cukup asupan. Seperti inilah tanda-tandanya:

Artikel Sejenis

  • Berat Badannya Meningkat Cepat
    Salah satu tanda yang paling terlihat jika bayi cukup asupan adalah dari berat badannya yang meningkat cepat. Oleh karenanya Ibu perlu untuk menimbang bayi secara teratur untuk mengetahui berat badannya. Namun jika kenaikan berat badan bayi kurang meningkat, mungkin pasokan ASI sedikit atau bisa juga bayi tidak menyusu dengan baik. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter untuk bisa mengambil langkah selanjutnya.

  • BAB dan BAK Rutin
    Bayi juga akan buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) secara rutin. Pada bayi berusia 3 hingga 4 minggu akan BAB setiap kali selesai menyusu. Namun jika bayi BAB kurang dari empat kali sehari, ada kemungkinan ia kurang mendapatkan asupan.
    Lalu untuk frekuensi BAK adalah sebanyak enam kali atau lebih dalam sehari dan urinnya tidak berwarna. Bayi yang berusia di atas tiga hari dan kurang mendapatkan asupan, maka urinnya akan berwarna merah kecoklatan.

  • Panjang Badan Bertambah
    Di samping berat badan yang meningkat, panjang badan bayi yang cukup asupan pun akan bertambah. Jadi selain menimbang, Ibu juga perlu mengukur panjang badannya secara teratur.


Kebutuhan asupan bayi tentu disesuaikan dengan usianya. Untuk bayi berusia di bawah 6 minggu, maka sebaiknya disusui setiap 2 jam sekali atau minimal delapan kali dalam 24 jam. Namun tiap-tiap bayi juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, ada yang banyak ada juga yang sedikit. Untuk itu sangat perlu untuk mengenali tanda bayi lapar, kenyang, dan cukup asupan seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sumber:

https://hellosehat.com