Share Like
Simpan

Setelah menyusui, kadang Ibu berpikir, “Sudah cukupkah ASI yang kuberikan? Sudah kenyangkah bayi mungilku ini?” Untuk mengetahui hal tersebut, Ibu perlu memperhatikan beberapa hal atau melihat tanda-tanda yang ditunjukkan bayi. Kadang bayi memberikan ‘sinyal’ khusus agar Ibu tahu bahwa ia sudah kenyang atau masih lapar. Keahlian mengenal ini bisa Ibu pelajari seiring dengan berjalannya waktu.

Setiap bayi memiliki cara berbeda untuk menunjukkan kalau ia merasa lapar. Setelah beberapa saat Ibu akan semakin mahir mengenali tanda-tanda unik tersebut yang dapat berupa:
- Mulut, bibir, dan lidah bergerak, misalnya membuat gerakan mengisap; membuka dan menutup mulut; menjulurkan lidah.
- Bayi akan menggerakkan kepalanya dari kiri ke kanan (atau sebaliknya), seperti mencari sesuatu; disebut dengan reflex rooting. Bila Ibu menyentuh sisi kepala bayi dan bayi mencari sesuatu untuk diisap, berarti ia lapar.
- Bayi akan meletakkan tangannya di mulut dan mengisapnya.

Jika bayi menangis kurang dari satu jam setelah disusui, Ibu akan tahu si bayi tidak lapar. Bila bayi menangis karena merasa lapar, biasanya diawali dengan tanda-tanda seperti di atas yang menandakan adanya rasa tidak nyaman, dan mengeluarkan suara rengekan atau menggerutu. Bila bayi mulai menyusu dan berhenti dan mulai menangis lagi, mungkin ini sebagai tanda si bayi tidak lapar.

Beberapa tanda di bawah ini perlu Ibu ketahui untuk mengenali si Kecil apakah sudah cukup diberikan ‘makan’, yaitu:

  • ASI akan dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak 2-4 hari setelah bayi lahir. Bila ASI tidak kunjung keluar dalam empat hari setelah melahirkan, atau bayi tampak masih lapar setelah menyusu, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
  • Jika bayi berusia di bawah 6 minggu, sebaiknya Ibu menyusuinya setiap dua jam sekali. Ibu tidak perlu melakukan sesuai dengan jadwal, namun pastikan Ibu menyusui minimal delapan kali dalam 24 jam.
  • Bayi akan berkemih enam kali atau lebih dalam sehari dengan urin tidak berwarna. Pada bayi yang berusia lebih dari tiga hari dan tidak mendapat cukup ASI, urin akan berwarna merah kecokelatan pada popoknya.
  • Bayi yang mendapat ASI akan buang air besar setiap kali disusui saat berusia 3-4 minggu. Jika bayi Ibu buang air besar kurang dari empat kali sehari, maka Ibu perlu menimbang bayi untuk mengetahui cukup tidaknya bayi mendapatkan ASI.
  • Biasanya rasa nyeri/sakit pada puting susu di hari-hari pertama menyusui akan menghilang pada akhir minggu-minggu pertama menyusui. Bila berlanjut hingga kira-kira lima hari setelah melahirkan, mungkin bayi tidak menyusu dengan posisi yang benar, sehingga bayi pun tidak cukup mendapatkan ASI. Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk menimbang bayi dan memberikan anjuran bagaimana posisi menyusui yang baik dan benar.
  • Berat badan bayi yang mendapat ASI akan meningkat cepat, itu sebabnya Ibu perlu menimbangnya secara teratur. Kenaikan berat badan merupakan cara terbaik untuk mengetahui bayi Ibu disusui dengan cukup. Jika berat badan bayi tidak meningkat dengan cukup, mungkin persediaan ASI ibu sedikit atau bayi tidak menyusu dengan baik. Segera konsultasikan dengan tenaga medis.