Whatsapp Share Like Simpan

Rasanya gemas sekali ya, Bu, saat melihat buah hati lahir ke dunia. Apalagi saat ia berusaha membuka matanya, siapapun pasti akan terpesona memandangnya. Tahukah Ibu bahwa saat bayi baru lahir membuka mata ia belum bisa melihat dengan jelas? Penglihatan bayi ini akan berkembang secara bertahap sesuai pertambahan usianya. Sebagai informasi untuk Ibu, berikut adalah tahapan perkembangan penglihatan pada bayi baru lahir:

Minggu Pertama

Bayi berusia seminggu sudah bisa melihat, tapi masih sangat terbatas dan hanya dapat memandang selama beberapa detik saja. Jarak penglihatan jelas pada bayi di usia ini adalah 20-30 cm, sama seperti jarak saat Ibu menyusuinya. Bayi juga belum bisa melihat warna. Ia hanya akan melihat warna hitam dan putih. Namun seiring perkembangannya, secara perlahan bayi akan dapat melihat warna. Inilah mengapa bayi lebih tertarik pada warna-warna yang terang, seperti kuning, jingga, dan merah.

Minggu Kedua

Memasuki minggu kedua, jarak penglihatan bayi baru lahir masih berkisar pada 20-30 cm. Meski begitu, bayi sudah mulai dapat mengenali wajah Ibu atau orang sering mengasuhnya. Cobalah untuk mengajak ia bicara atau sekedar tersenyum padanya, maka ia akan fokus untuk memandang wajah Ibu. Dikarenakan jarak penglihatannya masih dekat, jadi jangan terlalu jauh saat berinteraksi dengannya ya, Bu.

Minggu Ketiga

Jarak penglihatan bayi di minggu ketiga masih sama, Bu, tapi terdapat perkembangan di mana ia sudah mulai mampu mengenali wajah-wajah orang di sekelilingnya. Durasi waktu memperhatikan wajah Ibu juga meningkat lebih lama, yaitu sekitar 10 detik. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk sering berinteraksi dengan bayi ya, Bu.

Minggu Keempat

Di usia 4 minggu, bayi baru lahir mulai mampu melihat ke kedua sisi. Namun ia belum dapat melirik. Kemampuan ini baru akan bayi kuasai saat ia berusia 2-4 bulan. Saat ada objek bergerak di depannya, ia akan menengokkan kepalanya mengikuti gerakan benda tersebut.

Artikel Sejenis

Usia 1 Bulan

Memasuki usia 1 bulan, mata bayi akan bergerak ke arah sumber cahaya. Selain itu, ia akan mencari objek secara horizontal (khususnya wajah) dan membuat kontak mata dengan Ibu. Di usia ini bayi masih belum terlalu peka terhadap cahaya, sehingga kondisi lampu menyala atau mati saat ia tidur tidak akan mempengaruhi tidurnya.

Usia 2 Bulan

Di bulan kedua, kemampuan melihat bayi sudah banyak menunjukkan perkembangan, Bu. Kemampuan penglihatan bayi mencakup beberapa hal berikut:

  • lebih peka terhadap cahaya
  • mulai belajar untuk melirik tanpa perlu menolehkan kepala
  • mencari objek secara sirkuler dan vertikal
  • mengenali wajah
  • melakukan kontak mata lebih lama
  • memperhatikan tangan dan kakinya
  • fokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya
  • memperhatikan gerakan bibir Ibu saat bicara, bernyanyi, atau mendongeng untuknya.

Ini adalah saat yang tepat bagi Ibu untuk menggantungkan mainan bergerak di atas tempat tidurnya. Ia pasti akan mulai tertarik untuk memperhatikan mainan tersebut.

Usia 3-6 Bulan

Pada rentang usia 3-6 bulan, bayi akan bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Sudah mampu melirik
  • Memperhatikan saat ada mainan yang terjatuh atau menggelinding
  • Memandang dan mempelajari mainan, tangan, dan kakinya
  • Memperhatikan sekeliling ruangan
  • Semakin bisa melihat dengan tajam
  • Suka melihat bayangan

Bayi akan mulai tertarik pada mainan dan gambar. Ia pun akan berusaha menggapai mainan yang terletak di dekatnya. Untuk itu letakkan mainan pada jangkauan bayi untuk merangsang koordinasi tangan dan matanya. Ibu juga bisa mendongeng buku cerita yang memiliki warna-warna cerah agar menarik perhatiannya.

Usia 7-10 Bulan

Kemampuan visual bayi berusia 7-10 bulan sudah semakin berkembang nih, Bu. Ia akan bisa untuk:

  • Mengenali objek yang tersembunyi
  • Menunjukkan ketertarikan pada gambar
  • Memperhatikan potongan makanan di dekatnya

Saat ini Ibu bisa menstimulasi penglihatan bayi dengan cara bermain tebak-tebakan menyembunyikan benda. Permainan ini dapat melatih ketelitian penglihatan bayi sekaligus ampuh untuk memantau perkembangan matanya, apakah normal atau terdapat kelainan.

Usia 11-12 Bulan

Menjelang usia 1 tahun, bayi sudah mulai bisa mengkoordinasikan otak dan matanya sehingga membuat ia dapat mengenali orang. Selain itu, ia juga akan tertarik untuk memandang objek di luar jendela, mengenali gambar, serta bisa bermain ci luk ba.

Umumnya pada usia ini bayi sudah mulai bisa berjalan. Ibu pun dapat mengajak ia untuk berjalan-jalan di sekitar rumah agar ia mempelajari banyak hal dan mengenal orang-orang. Sambil berjalan-jalan, jangan lupa untuk menjelaskan apa yang ia lihat. Bentuk stimulasi lainnya yang bisa diberikan adalah mengajari tentang bentuk dan warna.

Mengenal Gejala Gangguan Penglihatan pada Bayi

Ibu perlu waspada jika terdapat gejala gangguan penglihatan bayi sebagai berikut:

  • Mengeluarkan air mata secara berlebihan
  • Mata juling hingga bayi berusia lebih dari sebulan
  • Mata bengkak
  • Mata terus-menerus bergetar
  • Terdapat riwayat penyakit mata di dalam keluarga
  • Struktur mata tidak normal
  • Mata merah
  • Kelopak mata kendor
  • Mata terasa gatal dan nyeri terus-menerus serta terjadi iritasi
  • Pupil berwarna putih, keabuan, atau kuning
  • Sangat sensitif terhadap cahaya

Demikianlah tahapan perkembangan penglihatan pada bayi baru lahir, Bu. Bagaimana dengan perkembangan penglihatan pada buah hati Ibu? Apakah sudah sesuai dengan tahapan di atas? Jika menemui gejala-gejala tersebut, segeralah bawa bayi ke dokter supaya ia mendapatkan penanganan dengan cepat.

Jika masih memiliki pertanyaan seputar kesehatan bayi, Ibu bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Pastikan Ibu sudah register terlebih dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut.

 

Sumber:

haibunda.com, popmama.com