Share Like
Simpan

Selain nutrisi dan stimulasi yang tepat, kualitas tidur yang baik juga dibutuhkan si Kecil agar perkembangan balita bisa berlangsung secara optimal, Bu. Sebab, beragam studi yang dilakukan para ahli mengungkapkan, saat tubuh memasuki tahapan tidur nyenyak, terjadi peningkatan aliran darah ke otak sehingga organ tersebut berkembang lebih cepat. Dengan kata lain, makin baik kualitas tidur seorang anak, daya tangkap dan fungsi otaknya pun menjadi lebih optimal.

Yang perlu diperhatikan, gangguan tidur bisa terjadi pada anak-anak dan membuat kualitas istirahat mereka menurun. Dalam hal ini, salah satu gangguan yang paling sering terjadi dan cukup meresahkan adalah tidur berjalan atau yang secara medis dikenal dengan istilah somnabulisme. Menurut forum konsultasi anak online yang saya ikuti, satu dari lima anak mengalami gangguan tidur berjalan yang berpotensi mengganggu perkembangan balita , Bu . Supaya Ibu bisa memahami gangguan tidur yang satu ini lebih dalam lagi, yuk, simak uraian berikut:

Tidur berjalan dan penyebabnya

Menurut artikel di forum online yang saya ikuti, secara medis, tidur berjalan dijelaskan sebagai kondisi dimana seseorang bangun dan berjalan ketika sedang tidur. Namun, kondisi ini biasanya tidak terbatas pada berjalan saja. Kadang penderita juga berbicara sendiri saat tidur. Terbangun lalu duduk di tempat tidur dan melihat sekeliling kamar juga merupakan gejala awal tidur berjalan.

Tidur berjalan bisa dialami siapa saja, tanpa batasan usia. Meski demikian, penderita gangguan tidur ini mayoritas berasal dari kalangan anak-anak. Pada anak, umumnya somnabulisme berhenti secara alami saat mereka memasuki usia pubertas. Namun, pada beberapa kasus, hal ini bisa berlanjut hingga dewasa.
Durasi berlangsungnya tidur berjalan pada anak umumnya terjadi sekitar 10 menit. Walaupun terbilang sebentar, bila dibiarkan, hal ini bisa mengganggu tumbuh kembang balita. Sebab, saat tidur berjalan, anak tidak benar-benar masuk pada tahap tidur nyenyak yang menjadi kunci untuk memaksimalkan fungsi otak.
Meski hingga kini penyebab dari tidur berjalan ini belum diketahui secara pasti, para ahli beranggapan kelelahan dan mimpi buruk sering kali jadi pemicu somnabulisme, Bu.

Cara menangani tidur berjalan pada anak

Walaupun tidur berjalan adalah hal yang cukup banyak dialami oleh anak-anak, bukan berarti Ibu boleh membiarkan hal ini terus berlanjut. Sebab, bila si Kecil tidur berjalan tanpa ketahuan ketika anggota keluarga lainnya tertidur pulas, ada risiko ia bisa mengalami kecelakaan di malam hari, Bu. Tapi, tak perlu terlalu panik bila si Kecil ternyata termasuk anak yang mengalami somnabulisme. Menurut konsultasi dokter anak online di forum yang saya ikuti, Ibu bisa menanggulangi gangguan tidur jenis ini dengan cara berikut:

1. Usahakan durasi tidur siang si Kecil cukup

Seperti yang telah dijelaskan di atas, berjalan saat tidur sering kali dipicu oleh kelelahan yang berlebihan. Oleh karena itu, untuk memperkecil kemungkinan si Kecil tidur berjalan di malam hari, ajak ia tidur siang di sela-sela aktivitasnya, Bu.

Selain bisa membantu si Kecil terhindar dari somnabulisme, tidur siang juga bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Sebab, saat tidur siang, kadar hormon pertumbuhan dalam darah meningkat lebih pesat. Inilah sebabnya, anak yang rutin tidur siang tumbuh lebih optimal dibanding yang tidak.

2. Hindari panik saat si Kecil mengigau

Bila sebelumnya Ibu terbiasa langsung membangunkan si Kecil ketika ia mengigau, ubahlah kebiasaan ini secara perlahan, Bu. Alih-alih langsung membangunkannya, Ibu disarankan untuk menenangkan ia secara perlahan dengan menepuk-nepuk lembut paha atau punggungnya.

3. Bacakan dongeng sebelum tidur

Para ahli beranggapan mimpi buruk termasuk salah satu faktor penyebab tidur berjalan pada anak karena membuat tidur jadi tak nyaman. Mengingat pengalaman buruk dan hal-hal tak menyenangkan yang terjadi sepanjang hari juga bisa menyebabkan si Kecil mimpi buruk, alangkah baiknya bila Ibu membacakan dongeng sebelum tidur untuk si Kecil agar ia tak teringat dengan pengalaman-pengalaman menakutkan selama seharian tadi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Ibu ketahui seputar tidur berjalan pada anak dan cara mengatasinya. Dengan mengetahui hal ini, semoga Ibu bisa membantu si Kecil mendapatkan tidur yang lebih berkualitas agar perkembangan balita semakin optimal. Bila gangguan tidur berjalan pada si Kecil tak juga berkurang, sebaiknya segera konsultasikan hal ini pada dokter anak ya, Bu.